<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3097074452579791657</id><updated>2012-01-15T16:13:10.488+08:00</updated><category term='Makanan Pendamping Asi'/><category term='Gizi Bayi Balita'/><category term='Dunia Anak'/><category term='Breastfeeding'/><category term='Tentang Anak'/><category term='Pregnancy'/><category term='Seks dan Hubungan Suami Istri'/><category term='Parenting'/><title type='text'>Dunia Ibu dan Anak</title><subtitle type='html'>Segala Hal Tentang Dunia Ibu dan Anak</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>aYa iFada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18190596968906730289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-GoEbHJU_TEE/Tiu_0AsE3II/AAAAAAAAAmM/be2wOtIAHeY/s220/20101675.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>43</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3097074452579791657.post-707210547787950396</id><published>2011-12-29T14:18:00.000+08:00</published><updated>2011-12-29T14:18:57.493+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Breastfeeding'/><title type='text'>Berbagai Mitos Seputar Menyusui</title><content type='html'>&lt;b&gt;1. Kebanyakan wanita tidak bisa menghasilkan ASI yang cukup&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK BENAR! Hampir semua wanita menghasilkan ASI lebih dari cukup,  bahkan sering kali timbul permasalahan seputar pasokan ASI yang terlalu  berlebihan. Seorang bayi yang kenaikan berat badannya lambat, atau  bahkan cenderung mengalami kehilangan berat badan, seringkali bukan  disebabkan karena ibunya tidak cukup menghasilkan ASI, tetapi bayi  tersebut tidak berhasil untuk mengeluarkan dan minum ASI yang dihasilkan  oleh ibunya tersebut. Biasanya, hal ini disebabkan oleh pelekatan —  yaitu posisi mulut bayi pada payudara ibu — yang kurang tepat. Oleh  karena itu, sangat penting bagi seorang ibu baru untuk segera, pada hari  pertama kelahiran, dipandu untuk melakukan pelekatan secara benar oleh  seseorang yang benar-benar mengerti mengenai teknik pelekatan yang  tepat.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Normal kok kalau payudara/puting terasa sakit pada saat kita sedang menyusui.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK BENAR! Walaupun bukan sesuatu hal yang aneh jika pada hari-hari pertama menyusui seorang ibu akan merasa sedikit kurang nyaman pada payudaranya, tapi kondisi ini seharusnya hanya berlangsung selama beberapa hari saja, dan tidak boleh menjadi sedemikian parahnya sehingga seorang ibu menjadi takut untuk menyusui bayinya. Rasa sakit yang amat sangat pada puting ketika sedang menyusui menandakan bahwa bayi belum sempurna pelekatannya. Sakit atau lecet pada puting yang berlangsung selama lebih dari 3-4 hari tidak boleh diabaikan, harus dicari tahu penyebabnya. Membatasi waktu menyusu pada payudara juga bukan merupakan cara yang tepat untuk mencegah timbulnya puting lecet. Usahakan agar tindakan mengistirahatkan payudara dan puting sakit sebagai solusi yang terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. 3-4 hari setelah kelahiran bayi, ASI memang belum (cukup) keluar.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK BENAR! Seringkali memang nampak seperti demikian keadaannya karena posisi pelekatan bayi belum sempurna sehingga bayi tidak berhasil untuk minum ASI yang tersedia dalam payudara ibunya. Pada saat belum banyak ASI yang tersedia (memang normalnya demikianlah keadaannya untuk beberapa hari pertama), posisi pelekatan bayi harus sempurna sehingga bayi dapat mengeluarkan dan minum ASI dari payudara ibunya. Kalau tidak, maka sering terjadi “…tapi dia sudah menyusu selama 2 jam, kenapa yak kok masih lapar…”. Ketika pelekatan belum sempurna, bayi tidak dapat minum ASI pertama yang dihasilkan oleh ibunya, yaitu kolostrum. Siapapun yang menyarankan anda untuk memerah/memompa ASI anda untuk mengetahui berapa banyak kolostrum yang dihasilkan jelas tidak memiliki pengetahuan laktasi, dan sebaiknya abaikan saja sarannya. Ketika pasokan ASI ibu menjadi banyak, kadangkala bayi tetap dapat minum ASI walaupun pelekatannya kurang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Bayi harus menyusu pada setiap payudara masing-masing selama 20 (10, 15, 7.6) menit.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK BENAR! Namun demikian, harus dipastikan bahwa bayi tidak sekedar “ngempeng” pada payudara tapi benar-benar “minum” dari payudara. Apabila ternyata seorang bayi sudah berhasil minum ASI selama 15-20 menit dari satu payudara, kemungkinan besar dia tidak mau lagi minum dari payudara yang lainnya. Kalau dia hanya minum selama satu menit pada satu payudara, kemudian mengisap sebentar-sebentar atau bahkan jatuh tertidur, selanjutnya hal yang sama juga terjadi pada payudara yang lainnya, maka besar kemungkinan bayi akan tetap lapar. Seorang bayi akan menyusu dengan lebih baik, lebih efektif dan lebih lama apabila pelekatan mulut bayi pada payudara ibu telah benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Bayi ASI membutuhkan tambahan cairan air putih ketika cuaca sedang panas.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK BENAR! ASI mengandung seluruh cairan (air) yang dibutuhkan oleh bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Bayi ASI perlu tambahan asupan vitamin D.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK BENAR! Semua orang butuh vitamin D. Produsen susu formula memang menambahkannya pada produk mereka. Namun, bayi lahir dengan lever yang penuh dengan vitamin D, serta kebiasaan menjemur bayi setiap pagi juga membantu dia mendapatkan tambahan vitamin D melalui sinar ultra violet. Vitamin D sifatnya larut dalam lemak dan dapat disimpan oleh tubuh. Dalam keadaan tertentu, misalnya ketika ibunya sendiri ternyata menderita kekurangan vitamin D, maka memberikan tambahan suplemen vitamin D kepada bayi bisa dianggap perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7. Seorang ibu harus mencuci putingnya setiap kali sebelum mulai menyusui.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK BENAR! Pemberian susu formula kepada seorang bayi memang harus sangat memperhatikan faktor-faktor kebersihan, karena susu formula merupakan tempat yang baik untuk berkembang biak-nya bakteri dan juga rentan terhadap kontaminasi. Membersihkan/mencuci puting malah akan menghilangkan minyak-minyak alami yang melindungi puting dari resiko lecet karena puting kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;8. Dengan memompa/memerah ASI, seorang ibu bisa tahu berapa banyak ASI yang dihasilkan olehnya.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK BENAR! Seberapa banyak ASI yang berhasil diperah/dipompa tergantung pada banyak sekali faktor, termasuk tingkat stres seorang ibu. Seorang bayi yang menyusu dengan benar bisa mengeluarkan ASI dari payudara ibunya jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah ASI yang berhasil diperah/dipompa oleh ibunya sendiri. Jumlah ASI yang berhasil diperah/dipompa hanya bisa menjadi indikator terhadap seberapa banyak ASI yang bisa anda perah/pompa, bukan sebagai tolak ukur atas jumlah ASI yang bisa anda produksi secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;9. ASI tidak cukup mengandung zat besi untuk memenuhi kebutuhan bayi.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK BENAR! ASI mengandung zat besi dalam jumlah yang tepat untuk memenuhi kebutuhan bayi. Apabila bayi lahir cukup bulan, maka zat besi yang terdapat didalam ASI bisa memenuhi kebutuhannya sekurangnya untuk 6 bulan pertama. Susu formula mengandung terlalu banyak zat besi, dan zat besi yang ditambahkan dalam susu formula tersebut sangat sedikit yang terserap oleh usus bayi, sehinga sebagian besar kemudian dikeluarkan kembali lewat BAB bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;10. Lebih gampang memberikan susu dengan botol dibandingkan bila menyusui secara langsung.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK BENAR! Namun demikian, seringkali proses menyusui menjadi sulit karena para ibu tidak mendapatkan bantuan praktis yang diperlukan pada saat pertama kali mulai menyusui bayinya. Suatu awal yang buruk memang dapat membuat proses menyusui menjadi sulit. Tetapi, kesulitan tersebut tentunya dapat diatasi. Kadangkala menyusui pada awalnya memang dirasakan sulit karena ibu tidak mendapatkan bantuan yang diperlukan sehingga timbul berbagai kesulitan. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, berbagai kesulitan tersebut dapat diatasi dan menyusui menjadi semakin mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;11. Menyusui membuat ibu tidak bebas beraktivitas.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK BENAR! Tergantung bagaimana anda memandangnya. Seorang bayi dapat disusui dimana saja, kapan saja sehingga sebenarnya lebih membebaskan bagi sang ibu. Tidak perlu menggotong segala macam peralatan pembuatan susu formula kemana-mana. Tidak perlu cemas memikirkan dimana dapat menghangatkan susu formula tersebut. Tidak perlu khawatir kesterilan proses pembuatan susu formula tersebut. Dan yang terpenting, ASI tetap dapat diperah/dipompa apabila ibu memang harus meninggalkan bayi dirumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;12. Tidak ada cara untuk mengetahui seberapa banyak ASI yang diminum oleh bayi.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK BENAR! Memang tidak ada cara yang mudah untuk mengukur seberapa banyak ASI yang dikonsumsi oleh bayi, tetapi bukan berarti anda tidak bisa tahu apakah bayi anda cukup mendapatkan ASI. Pastikan bahwa posisi badan bayi pada saat sedang menyusu, serta pelekatan mulut bayi pada payudara ibu telah benar sehingga bayi dapat MINUM ASI dan bukan hanya ngempeng. Bayi BAK minimal 5-6 kali dalam sehari, dan selesai sendiri menyusunya dengan cara melepaskan sendiri dari payudara ibu. Bayi tampak, tenang, kenyang dan tidak rewel ketika selesai menyusu, dan setiap bulan ada kenaikan BB bayi yang wajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;13. Dewasa ini, susu formula hampir sama kandungannya dengan ASI.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK BENAR! Pernyataan bahwa susu formula sama kandungannya dengan ASI juga sudah pernah dipropagandakan produsen susu formula pada tahun 1900-an, bahkan jauh sebelumnya. Susu formula masa kini cenderung disama-samakan kandungannya dengan ASI, walau sebenarnya tidak. Setiap kandungan yang tidak terdapat dalam susu formula (tetapi terdapat dalam ASI) diputarbalikkan oleh produsen susu formula dan dianggap sebagai suatu nilai lebih. Intinya adalah, susu formula sama sekali berbeda dengan ASI, susu formula berusaha menyamakan diri dengan ASI walau dibuat berdasarkan pengetahuan yang sempit dan tidak menyeluruh tentang apa kandungan ASI sebenarnya. Susu formula tidak mengandung zat antibodi atau kekebalan tubuh, sel-sel hidup, enzim-enzim, dan tidak mengandung hormon. Dibandingkan ASI, susu formula mengandung lebih banyak zat aluminium, mangan, cadmium (sejenis logam berat), lead (sejenis timah hitam) dan zat besi. Susu formula juga mengandung jauh lebih banyak protein dibandingkan ASI. Kandungan protein dan lemak yang terdapat dalam susu formula juga berbeda dengan yang terdapat dalam ASI. Kandungan susu formula tidak berubah dari periode awal menyusui hingga akhir, dari hari pertama ke hari ketujuh ke hari ketigapuluh, dari satu ibu ke ibu lainnya, dari satu bayi ke bayi lainnya. ASI dibuat khusus hanya untuk bayi ANDA. Susu formula dibuat dan disamaratakan untuk semua bayi. Susu formula hanya mampu membuat bayi menjadi gendut, tetapi bayi tidak mendapatkan kandungan nutrisi dan zat gizi lainnya yang dibutuhkan, yang semuanya terdapat dalam ASI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;14. Apabila seorang ibu menderita penyakit infeksi, maka dia harus berhenti menyusui.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK BENAR! Menyusui justru malah akan membuat bayi lebih tahan terhadap infeksi, dengan sedikit sekali pengecualian. Pada saat sang ibu mengalami demam (atau batuk, muntah, diare, ruam, dsb), sang ibu sudah menularkan infeksi tersebut ke bayinya jauh sebelum ibu tahu bahwa ibu sedang menderita sakit. Perlindungan terbaik bagi bayi yang mengalami infeksi adalah ASI. Apabila bayi menjadi ikutan sakit, maka bayi akan lebih cepat pulih bila bayi tetap mendapatkan ASI. Selain itu, mungkin saja sebenarnya sang bayi lah yang menderita infeksi dan menularkannya kepada ibunya, tetapi bayi tidak menunjukkan tanda-tanda sakit karena bayi terus minum ASI. Juga, infeksi payudara, termasuk di dalamnya rasa sakit dan pembengkakan pada payudara, bukan merupkan alasan untuk ibu berhenti menyusui. Bahkan, infeksi payudara akan cepat pulih apabila sang ibu terus menyusui, terutama menyusui dengan payudara yang sedang sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;15. Apabila bayi menderita diare atau muntah-muntah, maka ibu harus berhenti menyusui.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK BENAR! Obat yang paling mujarab untuk infeksi saluran pencernaan bayi adalah ASI. Hentikan segala macam jenis asupan lainnya untuk sementara waktu, tetapi lanjutkan pemberian ASI-nya. ASI satu-satunya cairan yang dibutuhkan oleh bayi ketika dia sedang diare dan/atau muntah-muntah, kecuali dalam kasus tertentu yang sifatnya luar biasa. Bayi merasa lebih nyaman ketika sedang menyusu, ibu merasa lebih tenang ketika sedang menyusui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;16. Apabila seorang ibu sedang mengkonsumsi obat-obatan, maka dia harus berhenti menyusui.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK BENAR! Hanya sedikit sekali jenis obat-obatan yang tidak aman untuk dikonsumsi selagi ibu sedang menyusui. Apabil ibu sedang minum obat, maka ASI akan mengandung sedikit sekali obat-obatan yang sedang diminum ibu tersebut. Walau begitu, apabila Anda cenderung takut untuk minum obat selama menyusui, ada baiknya Anda mencari obat alternatif yang lebih alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;17. Seorang ibu yang sedang menyusui harus sangat memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsinya.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK BENAR! Seorang ibu yang menyusui memang sebaiknya mengkonsumsi jenis makanan yang mengadung gizi seimbang, tetapi tidak perlu mengkonsumsi jenis makanan tertentu atau bahkan menghindari beberapa jenis makanan. Seorang ibu yang menyusui tidak perlu minum susu untuk dapat menghasilkan susu. Seorang ibu yang menyusui sebaiknya mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Namun, apabila terdapat riwayat alergi di keluarga, misalnya alergi seafood dan alergi susu sapi, maka ibu menyusui perlu lebih hati-hati dalam mengkonsumsi jenis-jenis makanan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;18. Seorang ibu yang sedang menyusui harus banyak makan untuk dapat memproduksi ASI yang cukup.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK BENAR! Seorang ibu mampu memproduksi ASI secara cukup, kecuali apabila seorang ibu masuk ke kategori sangat kurang gizi untuk periode yang cukup lama. Umumnya, bayi akan mendapatkan ASI sesuai dengan kebutuhannya. Banyak ibu yang khawatir apabila ia tidak banyak makan maka akan mempengaruhi produksi ASInya. Sebetulnya tidak perlu kuatir. Banyak / tidaknya makanan yang dikonsumsi ibu tidak berpengaruh terhadap kualitas maupun kuantitas ASI. Ada ibu yang makan lebih banyak selama menyusui, ada yang makan lebih sedikit, dua-duanya sah-sah saja dan tidak mempengaruhi ASI. Seorang ibu boleh saja makan makanan dengan gizi seimbang sesuai dengan seleranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;19. Seorang ibu yang sedang menyusui harus minum banyak cairan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK BENAR! Seorang ibu seharusnya minum sesuai dengan kebutuhan dan rasa hausnya. Ada beberapa ibu-ibu menyusui yang selalu merasa haus ketika sedang menyusui, namun ada juga yang tidak. Jangan terpaku pada ketentuan bahwa harus minum sekian gelas air per hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;20. Seorang ibu perokok sebaiknya memang tidak menyusui.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK BENAR! Seorang ibu yang tidak bisa berhenti merokok seharusnya tetap menyusui bayinya. Penelitian telah membuktikan bahwa ASI menurunkan resiko efek sampingan yang secara negatif ditimbulkan oleh asap rokok, seperti penyakit paru-paru pada bayi. Memang akan jauh lebih baik apabila ibu tidak merokok, namun jika ibu tidak bisa berhenti merokok, maka lebih baik ibu merokok dan menyusui daripada ibu merokok tapi memberikan susu formula kepada bayi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=bK6%2FNNkwWw8%3D&amp;amp;cid=TlffQoaJN%2F0%3D&amp;amp;chan=1gfHPDjZ5Sw%3D&amp;amp;type=2&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFCC&amp;amp;border=FFFFCC&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;   &lt;br /&gt;Sumber:  &lt;a href="http://aimi-asi.org/"&gt;http://aimi-asi.org&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3097074452579791657-707210547787950396?l=wanita-hadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/feeds/707210547787950396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2011/12/berbagai-mitos-seputar-menyusui.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/707210547787950396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/707210547787950396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2011/12/berbagai-mitos-seputar-menyusui.html' title='Berbagai Mitos Seputar Menyusui'/><author><name>aYa iFada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18190596968906730289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-GoEbHJU_TEE/Tiu_0AsE3II/AAAAAAAAAmM/be2wOtIAHeY/s220/20101675.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3097074452579791657.post-2300619526743308973</id><published>2011-12-29T13:51:00.000+08:00</published><updated>2011-12-29T13:51:25.521+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Anak'/><title type='text'>Cara Membaca Grafik Pertumbuhan yang Tepat</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Grafik Pertumbuhan dan Persentil&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang dimaksud dengan Persentil?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita membuka grafik pertumbuhan, maka kita akan melihat 7 kurva dengan pola yang sama. Tiap kurva tersebut mewakili persentil yang berbeda : 5th, 10th, 25th, 50th, 75th, 90th, dan 95th. Persentil 50th menunjukkan rata-rata nilai pada umur tersebut. Selain itu ada juga grafik dengan tambahan persentil 10th, 25th, 50th, 75th, 90th, dan 97th. Biasanya dokter menggunakan grafik ini jika angka yang di-plot berada di luar dari kurva yg standar. Pertumbuhan seorang anak akan di-plot pada persentil² tersebut. Untuk mempelajari lebih jauh tentang bagaimana membaca atau menginterpretasikan grafik tersebut, perhatikan contoh berikut.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang bayi yang memiliki lingkar kepala persentil 90th akan di-plot disebelah kanan dari kurva kedua dari atas pada grafik pertumbuhan. Jadi termasuk kurva persentil 90th. Artinya lingkar kepala bayi tersebut termasuk &amp;gt;= 90% dari total populasi anak seusianya yang ada di negara tersebut. Sedangkan 10% dari populasi anak memiliki ukuran lebih dari itu. Jika berat badan seorang anak berumur 4 tahun berada pada persentil 20th, berarti ia berada pada kurva di antara 10th dan 25th. Ini artinya juga 80% dari anak-anak sebayanya memiliki berat di atas anak tersebut, dan 20% lainnya memiliki berat di bawah anak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, besar atau rendahnya persentil tidak berarti menunjukkan adanya masalah. Seorang bayi dengan lingkar kepala di persentil 90th dapat memiliki berat badan &amp;amp; tinggi badan di persentil 90th. Ini artinya dia termasuk anak normal yang berperawakan besar. Bisa jadi ia anak dari seorang atlet. Sebaliknya, anak yang memiliki berat badan di persentil 20th bisa jadi memiliki orang tua yang tinggi &amp;amp; beratnya juga di bawah rata-rata. Jadi sangat normal jika sang anak berada pada persentil 20th.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, ada juga pola grafik yang naik tajam atau turun drastis atau grafik berada pada kurva paling ekstrim (di luar dari semua kurva). Sebagai contoh, seorang anak memiliki berat badan (BB) di bawah persentil 5th, maka ia dimasukkan dalam kategori underweight (BB kurang). Sedangkan anak dg BB di persentil 85th akan dimasukkan dalam kategori overweight (beresiko obesitas) dan mereka yang memiliki BB di persentil di atas 95th digolongkan dalam obesitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang ada juga grafik dengan kurva melebihi persentil 95th atau saling silang antar kurva persentil. Misalkan, awalnya ia berada di kurva persentil 40th kemudian langsung loncat ke persentil 75th. Artinya tanpa melewati persentil 50th dan 75th. Jika hal ini terjadi, maka perlu diperhatikan penyebab terjadinya kondisi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain pihak, dapat juga terjadi pengukuran atau pola grafik jatuh di bawah persentil 5th atau saling silang antar kurva persentil. Misalkan, turun drastis dari persentil 50th ke 20th. Jika hal itu terjadi, maka dokter akan mengevaluasi kemungkinan adanya gangguan kesehatan yg mempengaruhi pertumbuhan sang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dapat pertumbuhan (growth chart) jelaskan tentang pertumbuhan anak kita ? Meskipun grafik pertumbuhan adalah alat ukur yg sangat berharga, alangkah baiknya dokter ataupun orang tua tidak terfokus pada angka-angka atau kurva yang terdapat dalam grafik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, angka-angka tersebut seharusnya dilihat sebagai sebuah trend. Grafik pertumbuhan dapat juga memberikan kesan yang salah tentang kondisi pertumbuhan anak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya, seorang anak memiliki tinggi badan (TB) di persentil 5th. Bukan berarti ia memiliki masalah kesehatan. Apalagi jika pola grafik atau trend kurvanya menunjukkan bahwa ia memang selalu berada di kurva persentil 5th (sejak bayi hingga kini, sang anak selalu berada dalam kurva persentil 5th). Analisanya, bisa jadi sang anak mendapatkan gen “pendek” dari sang orang tua yang juga pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dokter atau orangtua terpaku pada angka di grafik pertumbuhan (bukan trend grafik pertumbuhan), maka bisa jadi kita akan salah menilai pertumbuhan anak kita. Khawatir terhadap hal yg salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika grafik pertumbuhan dibaca dan dianalisa berulang kali, maka grafik tersebut akan mengungkapkan suatu pola pertumbuhan. Pola tersebut akan memberitahukan kita bagaimana pertumbuhan anak kita dibandingkan dengan anak-anak sebayanya. Selain itu, pola tersebut juga menunjukkan kepada kita bagaimana progress sang anak dari pengukuran sebelumnya. Grafik pertumbuhan akan sangat bermanfaat jika dilihat sebagai pola pertumbuhan anak dibandingkan dengan melihat angka per angka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.growtall.com/growth-charts2.htm"&gt;Understanding the growth percentile!&lt;/a&gt; yang diterjemahkan secara bebas oleh Luluk L. Soraya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan download grafik pertumbuhan yang sesuai dengan usia anak anda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://aimi-asi.org/wp/wp-content/plugins/download-monitor/download.php?id=weight-age-boys%280-24%29.pdf"&gt;Grafik Berat Badan Anak Laki-laki (0-24 bln) (1680)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://aimi-asi.org/wp/wp-content/plugins/download-monitor/download.php?id=weight-age-boys%2824-60%29.pdf"&gt;Grafik Berat Badan Anak Laki-laki (2-5 thn) (572)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://aimi-asi.org/wp/wp-content/plugins/download-monitor/download.php?id=weight-age-girls%280-24%29.pdf"&gt;Grafik Berat Badan Anak Perempuan (0-24 bln) (1178)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://aimi-asi.org/wp/wp-content/plugins/download-monitor/download.php?id=weight-age-girls%2824-60%29.pdf"&gt;Grafik Berat Badan Anak Perempuan (2-5 thn) (477)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=bK6%2FNNkwWw8%3D&amp;amp;cid=TlffQoaJN%2F0%3D&amp;amp;chan=1gfHPDjZ5Sw%3D&amp;amp;type=2&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFCC&amp;amp;border=FFFFCC&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:  http://aimi-asi.org/&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3097074452579791657-2300619526743308973?l=wanita-hadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/feeds/2300619526743308973/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2011/12/cara-membaca-grafik-pertumbuhan-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/2300619526743308973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/2300619526743308973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2011/12/cara-membaca-grafik-pertumbuhan-yang.html' title='Cara Membaca Grafik Pertumbuhan yang Tepat'/><author><name>aYa iFada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18190596968906730289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-GoEbHJU_TEE/Tiu_0AsE3II/AAAAAAAAAmM/be2wOtIAHeY/s220/20101675.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3097074452579791657.post-8666537942884646803</id><published>2011-12-23T11:17:00.000+08:00</published><updated>2011-12-23T11:17:31.296+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pregnancy'/><title type='text'>Sisi Lain Nyeri Bersalin</title><content type='html'>Aktivitas mengeluarkan bayi membuat proses persalinan terasa sakit. Jangan takut, baca dulu manfaat merasa sakit saat persalinan untuk menyuntik semangat Anda.&lt;span id="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Alarm alami&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ada lho ibu hamil yang tak kunjung merasa sakit, hingga akhirnya melahirkan di mal. Berterimakasihlah pada rasa sakit yang dirasakan sebelum bersalin, sebab itu ibarat alarm yang memaksa anda bereaksi. Ketika proses persalinan dimulai, rasa sakit akan mengarahkan anda menghubungi dokter atau berangkat ke rumah sakit. Bila tidak terasa sakit, Anda jadi tidak waspada terhadap sesuatu yang sedang berlangsung dalam tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bonding kuat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Rasa sakit saat bersalin membuat rahim stres. Verena Schmid, pimpinan akademi kebidanan di Florenz Jerman dan pengarang buku "Nyeri Persalinan" menjelaskan, stres membuat tubuh ibu memproduksi hormon oksitosin yang fungsinya juga memperkuat hubungan ibu dengan bayi. "Ini merupakan proses alami yang menjelaskan mengapa perasaan ibu meluap dengan cinta saat menyaksikan bayi lahir."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Usir tegang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Profesor Klaus Vetter, kepala jurusan pengobatan di kinik NeuKolln, Berlin, mengatakan ketika ibu dilanda sakit akibat kontraksi, ibu cenderung mengatasinya dengan menyibukkan diri, bicara dengan bidan, meminta suami memijat punggung, berjalan di lorong rumah sakit atau melatih pernafasan. Aktivitas ini mengalihkan perhatian ibu dari rasa tegang. Dalam dunia medis, penggunaan alat bantu kesehatan seperti TENS atau simulasi syaraf transkutan bis mengurangi sakit dan menenangkan ibu sebab gelombang elektro yang disalurkan ke titik refleks akan menenangkan sistem syaraf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Melindungi janin&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Riset Dr. Volker Maassen, ahli genekologi di Hamburg, Jerman menemukan bahwa rasa sakit mendorong calon ibu untuk meredam rasa sakit, salah satunya dengan bernapas dan mengubah posisi tubuh. Ternyata hal ini berefek baik untuk bayi. Jika ibu banyak berjalan saat diserang kontraksi, janin akan mudah turun ke jalan lahir sehingga ia lahir lebih cepat. Juga ketika ibu bernapas dalam untuk mengurangi rasa sakit, akan memberi pasokan oksigen maksimal pada janin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dorong bayi keluar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Oksitosin atau hormon stress yang dihasilkan saat kontraksi akan "membangunkan" bayi agar bersiap-siap menghadapi dunia luar. Setiap kali kontraksi, otot-otot rahim mendorong keluar sehingga terjadi peregangan dan pelebaran mulut rahim. Itu sebabnya, tiap rasa sakit yang Anda rasakan justru akan mendekatkan bayi dengan Anda, ibunya.   &lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=bK6%2FNNkwWw8%3D&amp;amp;cid=TlffQoaJN%2F0%3D&amp;amp;chan=1gfHPDjZ5Sw%3D&amp;amp;type=2&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFCC&amp;amp;border=FFFFCC&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:  &lt;a href="http://www.ayahbunda.co.id/"&gt;http://www.ayahbunda.co.id/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3097074452579791657-8666537942884646803?l=wanita-hadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/feeds/8666537942884646803/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2011/12/sisi-lain-nyeri-bersalin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/8666537942884646803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/8666537942884646803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2011/12/sisi-lain-nyeri-bersalin.html' title='Sisi Lain Nyeri Bersalin'/><author><name>aYa iFada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18190596968906730289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-GoEbHJU_TEE/Tiu_0AsE3II/AAAAAAAAAmM/be2wOtIAHeY/s220/20101675.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3097074452579791657.post-3249446464897135004</id><published>2011-12-23T00:21:00.000+08:00</published><updated>2011-12-23T00:21:43.753+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makanan Pendamping Asi'/><title type='text'>ATURAN TUNGGU 4 HARI (4 Days Wait Rule)</title><content type='html'>Ini adalah aturan yang berguna untuk mengetahui apakah anak kita alergi terhadap satu makanan/bahan makanan.&lt;br /&gt;Kayaknya sepele, tapi berguna sekali lho! Terutama bagi bayi yang baru mulai makan makanan padat/MPASI. Susah juga kan kalo anak kita jadi alergian…. Yang susah ya maknya juga...&lt;span id="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;Selain itu kita jadi tahu, dan bisa langsung menghindari makanan-makanan tersebut.&lt;br /&gt;Aturan itu adalah:&lt;br /&gt;1. Berikan bayi makanan yang SAMA selama 4 hari berturut-turut. Hal ini untuk melihat, apakah ada reaksi alergi dari si anak terhadap makanan.&lt;br /&gt;2. Jangan memperkenalkan lebih dari 1 macam makanan baru dalam satu waktu. Kalau kita mencampur lebih dari 1 makanan dan ternyata terjadi alergi, kita nggak akan tahu makanan mana yang bikin alergi. Gicuu…&lt;br /&gt;Nggak usah mikir apakah bayi akan bosan atau tidak. Kebanyakan bayi baru makan belom ngerti apa yang mereka makan. Asalkan rasanya nggak beda jauh sama yang mereka ‘makan’ sebelumnya… yaitu ASI/Sufor. (itulah sebab makanan bayi pertama kali sebaiknya dibuat encer dengan tambahan ASI/Sufor)&lt;br /&gt;Kedua aturan simple tadi akan sangat membantu, terutama kalau memang ada ‘turunan’ alergi dari orang tua/keluarga.&lt;br /&gt;Reaksi alergi itu sendiri biasanya akan muncul dalam 24 jam setelah makanan masuk.&lt;br /&gt;Oya, akan lebih baik mengenalkan makanan baru di pagi hari atau siang hari.&lt;br /&gt;Kenapa?&lt;br /&gt;Karena, kalau misalnya terjadi reaksi alergi, kita bisa dengan mudah membawa ke dokter. Dan kalaupun parah, akan lebih mudah mencari bantuan di siang hari daripada malam hari kan?&lt;br /&gt;Naah.. bila bayi sudah diperkenalkan pada sebuah bahan makanan dan nggak terjadi reaksi alergi / reaksi pencernaan,mbaru deh boleh dicampur-campur… AMAN!&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=bK6%2FNNkwWw8%3D&amp;amp;cid=TlffQoaJN%2F0%3D&amp;amp;chan=1gfHPDjZ5Sw%3D&amp;amp;type=2&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFCC&amp;amp;border=FFFFCC&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;Ditulis bebas oleh Depezahrial&lt;br /&gt;SUMBER: www.wholesomebabyfood.com&lt;br /&gt;Milis MPASI Rumahan&lt;br /&gt;mpasirumahan@yahoogroups.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3097074452579791657-3249446464897135004?l=wanita-hadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/feeds/3249446464897135004/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2011/12/aturan-tunggu-4-hari-4-days-wait-rule.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/3249446464897135004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/3249446464897135004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2011/12/aturan-tunggu-4-hari-4-days-wait-rule.html' title='ATURAN TUNGGU 4 HARI (4 Days Wait Rule)'/><author><name>aYa iFada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18190596968906730289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-GoEbHJU_TEE/Tiu_0AsE3II/AAAAAAAAAmM/be2wOtIAHeY/s220/20101675.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3097074452579791657.post-1354683223633742974</id><published>2011-12-23T00:09:00.000+08:00</published><updated>2011-12-23T00:08:33.823+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makanan Pendamping Asi'/><title type='text'>Prinsip Pemberian Makanan Pendamping ASI (6)</title><content type='html'>Sediakan makanan buatan sendiri dengan bahan-bahan lokal. Perhatikan keamanan dan kebersihan dalam menyiapkan, menyimpan dan memberikan makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://wanita-hadaya.blogspot.com/2011/12/keuntungan-membuat-sendiri-makanan-bayi.html"&gt;&lt;b&gt;Keuntungan Membuat Sendiri Makanan Bayi dan Batita&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://wanita-hadaya.blogspot.com/2011/12/cara-mempersiapkan-masakan.html"&gt;&lt;b&gt;Cara Mempersiapkan Masakan&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://wanita-hadaya.blogspot.com/2011/12/cara-memasak.html"&gt;&lt;b&gt;Cara Memasak&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://wanita-hadaya.blogspot.com/2011/12/cara-membuat-dan-menyimpan-puree.html"&gt;&lt;b&gt;Cara Membuat dan Menyimpan Puree&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://wanita-hadaya.blogspot.com/2011/12/peralatan-memasak-mpasi-yang-dibutuhkan.html"&gt;&lt;b&gt;Alat-alat Memasak Yang Dibutuhkan&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://wanita-hadaya.blogspot.com/2011/12/penggunaan-garam-gula-dan-penyedap-pada.html"&gt;&lt;b&gt;Penggunaaan Garam, Gula dan Penyedap&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://wanita-hadaya.blogspot.com/2011/12/penggunaan-bumbu-dan-rempah-rempah-pada.html"&gt;&lt;b&gt;Penggunaan Bumbu dan Rempah&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://wanita-hadaya.blogspot.com/2011/12/cara-menyimpan-makanan-bayi.html"&gt;Cara Menyimpan Makanan Bayi&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://wanita-hadaya.blogspot.com/2011/12/cara-mencairkan-dan-memanaskan-makanan.html"&gt;&lt;b&gt;Cara Mencairkan dan Memanaskan Makanan Bayi&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://wanita-hadaya.blogspot.com/2011/12/tips-menghindari-bahaya-tersedak.html"&gt;&lt;b&gt;Tips Menghindari Bahaya Tersedak Makanan&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasannya silakan klik pada masing-masing topik&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3097074452579791657-1354683223633742974?l=wanita-hadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/feeds/1354683223633742974/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2011/12/prinsip-pemberian-makanan-pendamping_16.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/1354683223633742974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/1354683223633742974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2011/12/prinsip-pemberian-makanan-pendamping_16.html' title='Prinsip Pemberian Makanan Pendamping ASI (6)'/><author><name>aYa iFada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18190596968906730289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-GoEbHJU_TEE/Tiu_0AsE3II/AAAAAAAAAmM/be2wOtIAHeY/s220/20101675.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3097074452579791657.post-2035756823307714949</id><published>2011-12-23T00:05:00.000+08:00</published><updated>2011-12-23T00:05:49.685+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makanan Pendamping Asi'/><title type='text'>Tips Menghindari Bahaya Tersedak Makanan</title><content type='html'>Kenali makanan yang bisa mengakibatkan anak Anda tersedak, biasanya makanan keras, halus, licin, kenyal, dan bulat penuh. Misalnya: anggur, permen, kacang goreng, buah beri, buah ceri, popcorn, sosis, potongan daging (misalnya sate), buah berbiji, buah atau sayuran mentah dan juga selai kacang.&lt;span id="fullpost"&gt; Perkenalkan jenis-jenis makanan tersebut sesuai usia yang direkomendasikan. Selalu awasi anak saat makan, untuk menghindari bahaya tersedak saat makan. Jangan makan dan memberikan makanan di dalam mobil atau kendaraan lain yang sedang bergerak. Potong makanan sesuai ukuran dan kemampuan anak. Jika anak sudah memiliki beberapa buah gigi, pastikan makanan yang diberikan lunak dan mudah dikunyah. (WM/DS/PP)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt; &lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=bK6%2FNNkwWw8%3D&amp;cid=TlffQoaJN%2F0%3D&amp;chan=1gfHPDjZ5Sw%3D&amp;type=2&amp;title=3D81EE&amp;text=000000&amp;background=FFFFCC&amp;border=FFFFCC&amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt; &lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:  &lt;br /&gt;· *Feeding Infants Guide - Nutrition Team @ the USDA - p88&lt;br /&gt;· Fast Tips for Safe Food Prep&lt;br /&gt;· FDA - Consumer Food Safety&lt;br /&gt;· USDA-NAL Food Safety Links - Food Safety Research Information Office&lt;br /&gt;· Safely Preparing Homemade Baby Food, http://www.wholesomebabyfood.com/tip27May.htm&lt;br /&gt;· Pureeing &amp; Storing Baby Food, http://www.wholesomebabyfood.com/pureestore.htm&lt;br /&gt;· Making Your Own Baby Food, http://www.askdrsears.com/html/3/T032300.asp&lt;br /&gt;· Parents’ Survival Guide to Transitional Feeding, The Institute of Pediatric Nutrition&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3097074452579791657-2035756823307714949?l=wanita-hadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/feeds/2035756823307714949/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2011/12/tips-menghindari-bahaya-tersedak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/2035756823307714949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/2035756823307714949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2011/12/tips-menghindari-bahaya-tersedak.html' title='Tips Menghindari Bahaya Tersedak Makanan'/><author><name>aYa iFada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18190596968906730289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-GoEbHJU_TEE/Tiu_0AsE3II/AAAAAAAAAmM/be2wOtIAHeY/s220/20101675.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3097074452579791657.post-4000489584472153531</id><published>2011-12-23T00:04:00.000+08:00</published><updated>2011-12-23T00:04:04.515+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makanan Pendamping Asi'/><title type='text'>Cara Mencairkan dan Memanaskan Makanan</title><content type='html'>Untuk mencairkan makanan secara perlahan, tempatkan (porsi) makanan yang akan dikonsumsi anak Anda hari itu dalam kulkas (bukan bagian pembeku). Makanan akan mencair dalam beberapa jam.&lt;span id="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;Untuk mencairkan makanan secara cepat, gunakan steamer atau pemanas elektrik atau letakkan makanan beku dalam pinggan tahan panas, rendam pinggan dalam wadah berisi air panas atau dalam panci lalu panaskan dengan api kecil.&lt;br /&gt;Apabila harus menghangatkan makanan menggunakan microwave, perhatikan bahwa panasnya merata sehingga terhindar dari hot pockets (panas di sebagian tempat saja). Caranya, panaskan makanan lalu aduk-aduk rata, panaskan lagi sebentar. SebelumTes Jika Anda menggunakan microwave untuk mencairkan atau memanaskan makanan, pastikan Anda mengaduk rata makanan untuk menghindari hot pockets (bagian tertentu panas sementara bagian lain tidak panas). Apapun metode memanaskan dan mencairkan makanan yang Anda gunakan, aduklah makanan dengan rata dan cicipi menggunakan jari Anda agar memastikan makanan tersebut tidak terlalu panas untuk anak Anda. Sebelum mengidangkan makanan, teteskan sedikit makanan pada jari Anda untuk memastikan makanan tidak terlalu panas sehingga tidak membakar lidah dan mulut anak.&lt;br /&gt;&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt; &lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=bK6%2FNNkwWw8%3D&amp;cid=TlffQoaJN%2F0%3D&amp;chan=1gfHPDjZ5Sw%3D&amp;type=2&amp;title=3D81EE&amp;text=000000&amp;background=FFFFCC&amp;border=FFFFCC&amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt; &lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;  &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Sumber:  &lt;br /&gt;· *Feeding Infants Guide - Nutrition Team @ the USDA - p88&lt;br /&gt;· Fast Tips for Safe Food Prep&lt;br /&gt;· FDA - Consumer Food Safety&lt;br /&gt;· USDA-NAL Food Safety Links - Food Safety Research Information Office&lt;br /&gt;· Safely Preparing Homemade Baby Food, http://www.wholesomebabyfood.com/tip27May.htm&lt;br /&gt;· Pureeing &amp; Storing Baby Food, http://www.wholesomebabyfood.com/pureestore.htm&lt;br /&gt;· Making Your Own Baby Food, http://www.askdrsears.com/html/3/T032300.asp&lt;br /&gt;· Parents’ Survival Guide to Transitional Feeding, The Institute of Pediatric Nutrition&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3097074452579791657-4000489584472153531?l=wanita-hadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/feeds/4000489584472153531/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2011/12/cara-mencairkan-dan-memanaskan-makanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/4000489584472153531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/4000489584472153531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2011/12/cara-mencairkan-dan-memanaskan-makanan.html' title='Cara Mencairkan dan Memanaskan Makanan'/><author><name>aYa iFada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18190596968906730289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-GoEbHJU_TEE/Tiu_0AsE3II/AAAAAAAAAmM/be2wOtIAHeY/s220/20101675.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3097074452579791657.post-6101377165029420642</id><published>2011-12-23T00:02:00.000+08:00</published><updated>2011-12-23T00:02:43.140+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makanan Pendamping Asi'/><title type='text'>Cara Menyimpan Makanan Bayi</title><content type='html'>Untuk menghemat waktu dan tenaga dalam penyiapan makanan bayi, kita bisa memasak dalam jumlah agak banyak. Cara penyimpanannya: setelah dimasak, dinginkan makanan lalu tuang ke dalam blok es (cetakan es batu) lalu bekukan. Setelah beku, keluarkan dari cetakan, lalu masukkan 2-3 potong (sesuaikan untuk 1 porsi) ke dalam kantong plastik ukuran kecil. Apabila akan disajikan, keluarkan sejumlah sesuai kebutuhan.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Jangan pernah menyimpan sisa makanan dari piring bayi (misalnya sisa makan siang disimpan dan diberikan lagi malamnya). Selalu ambil porsi sedikit saja sesuai kebutuhan perut bayi kita. Bekas air liur bayi yang menempel di sendok (lalu piring) dapat menjadi asal tumbuh kembangnya bakteri.&lt;br /&gt;· Agar tidak mubazir, ambil makanan dalam porsi sedikit. Jika memerlukan tambahan, ambil makanan dari wadahnya menggunakan sendok yang bersih.&lt;br /&gt;· Jangan pernah meninggalkan makanan yang belum ataupun sudah dimasak di atas meja dengan suhu ruangan lebih dari 1 jam.&lt;br /&gt;· Tempelkan label yang bertuliskan keterangan isi dan tanggal pada kemasan sebelum memasukkannya dalam pembeku. Atur kemasan sedemikian rupa agar yang berada di deretan terdepan/atas adalah kemasan makanan yang paling lama.&lt;br /&gt;· Makanan beku harus berada pada temperatur 0 derajat atau kurang dari 0 derajat.&lt;br /&gt;· Makanan di dalam freezer memiliki waktu penyimpanan yang bervariasi, dari 1 sampai 3 bulan; namun sebaiknya makanan bayi yang sudah dibekukan digunakan dalam waktu maksimal 1 bulan.&lt;br /&gt;· Makanan beku yang sudah dicairkan tidak boleh dibekukan kembali tanpa dimasak terlebih dahulu.&lt;br /&gt;· Makanan yang sudah disiapkan dan dimasak harus disimpan di lemari es maksimal 48 jam, setelah itu harus langsung dimakan atau dibekukan atau dibuang.&lt;br /&gt;· JANGAN PERNAH MEMBEKUKAN MAKANAN DALAM WADAH KACA&lt;br /&gt;Botol bekas makanan bayi tidak dibuat untuk dibekukan di lemari es. Wadah yang tidak secara khusus dibuat untuk pembekuan kemungkinan akan retak dan meninggalkan serpihan2 yang teramat sangat kecil, selain itu juga ada kemungkinan botol tersebut bisa pecah secara tiba-tiba. Walaupun banyak orang tetap menggunakan botol bekas tersebut, kami tidak menyarankan penggunaannya dengan alasan apapun! Lagipula, anda kan membuat sendiri makanan bayi karena anda ingin bayi anda dengan alasan kesehatan dan agar dia mendapatkan nutrisi terbaik; lalu mengapa anda mengambil resiko dengan membekukan makan di dalam botol tersebut? Di pasaran banyak terdapat botol kaca yang memang dibuat untuk disimpan di freezer dan wadah-wadah tersebut sama sekali tidak berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt; &lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=bK6%2FNNkwWw8%3D&amp;cid=TlffQoaJN%2F0%3D&amp;chan=1gfHPDjZ5Sw%3D&amp;type=2&amp;title=3D81EE&amp;text=000000&amp;background=FFFFCC&amp;border=FFFFCC&amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt; &lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:  &lt;br /&gt;· *Feeding Infants Guide - Nutrition Team @ the USDA - p88&lt;br /&gt;· Fast Tips for Safe Food Prep&lt;br /&gt;· FDA - Consumer Food Safety&lt;br /&gt;· USDA-NAL Food Safety Links - Food Safety Research Information Office&lt;br /&gt;· Safely Preparing Homemade Baby Food, http://www.wholesomebabyfood.com/tip27May.htm&lt;br /&gt;· Pureeing &amp; Storing Baby Food, http://www.wholesomebabyfood.com/pureestore.htm&lt;br /&gt;· Making Your Own Baby Food, http://www.askdrsears.com/html/3/T032300.asp&lt;br /&gt;· Parents’ Survival Guide to Transitional Feeding, The Institute of Pediatric Nutrition&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3097074452579791657-6101377165029420642?l=wanita-hadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/feeds/6101377165029420642/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2011/12/cara-menyimpan-makanan-bayi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/6101377165029420642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/6101377165029420642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2011/12/cara-menyimpan-makanan-bayi.html' title='Cara Menyimpan Makanan Bayi'/><author><name>aYa iFada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18190596968906730289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-GoEbHJU_TEE/Tiu_0AsE3II/AAAAAAAAAmM/be2wOtIAHeY/s220/20101675.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3097074452579791657.post-6638713992124584729</id><published>2011-12-22T23:57:00.000+08:00</published><updated>2011-12-22T23:57:42.920+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makanan Pendamping Asi'/><title type='text'>Penggunaan Bumbu dan Rempah-Rempah pada MPASI</title><content type='html'>Mungkin anda sudah sering mendengar, “Jangan tambahkan gula atau garam pada makanan bayi”.&lt;br /&gt;Bagaimana dengan menambahkan bumbu-bumbu yang lain untuk membangkitkan selera makan bayi anda? Dalam topik ini kita akan membahas mengenai penambahan bumbu dapur pada makan bayi buatan anda.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saat anda membuat makanan sendiri untuk bayi anda, anda melakukannya untuk berbagai alasan yang bersifat pribadi. Salah satu dari alasan yang biasa dikemukakan oleh para orang tua yang membuat makanan sendiri untuk bayi mereka adalah karena mereka dapat mengendalikan apa yang dimakan oleh bayi mereka. “Kendali” ini dimaksudkan agar bayi anda memakan makanan yang sehat dan bergizi tanpa ada tambahan penyedap atau pengawet yang biasanya terdapat di dalam makanan instan. Zat tambahan ini biasanya dimasukkan ke dalam makanan pada berbagai variasi “Makanan Tahap 2”, “Makanan penutup”, “Makanan Tahap 3” dan “Makanan untuk batita”.&lt;br /&gt;Bila anda membaca label yang ada pada makanan-makanan seperti ini, anda mungkin akan bertanya-tanya, “Bila di dalam makanan instan ini terdapat gula dan kayu manis, mengapa saya tidak boleh menambahkan sedikit bumbu tersebut ke dalam makanan buatan saya?” Kami memang tidak menganjurkan penambahan gula atau garam di dalam makanan buatan anda, tapi kami menganjurkan untuk menambahkan bahan-bahan lain untuk menambah rasa pada makanan bayi buatan anda.&lt;br /&gt;Sering kali bila kita memikirkan bumbu penyedap untuk makanan yang kita buat, yang terpikirkan adalah gula dan garam. Para orang tua jarang sekali berpikir untuk menambahkan bumbu dan rempah seperti :&lt;br /&gt;· Kunci&lt;br /&gt;· Lengkuas&lt;br /&gt;· Salam&lt;br /&gt;· Daun Jeruk&lt;br /&gt;· Kunyit&lt;br /&gt;· Ketumbar&lt;br /&gt;· Vanila&lt;br /&gt;· Lada&lt;br /&gt;· Bawang putih&lt;br /&gt;· Bawang merah&lt;br /&gt;· Bawang bombay&lt;br /&gt;· Jahe&lt;br /&gt;· Kayu manis&lt;br /&gt;· Pala&lt;br /&gt;· Adas&lt;br /&gt;· Bumbu asing: Rosemary, oregano, Mint&lt;br /&gt;· Dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumbu rempah seperti tersebut di atas ini bisa ditambahkan pada makanan bayi anda!&lt;br /&gt;Perkenalkanlah bumbu rempah pada bayi anda sehingga pengenalan makanan keluarga seperti yang biasa anda masak tidak perlu harus ditunda sampai bayi anda berusia batita. Sebagian besar dokter spesialis anak akan merekomendasikan penundaan sampai bayi berusia 8 bulan atau lebih sebelum diperkenalkan pada bumbu rempah. Rekomendasi ini lebih bertujuan untuk menghindari terjadinya gangguan pada pencernaan dibandingkan untuk menghindari reaksi alergi. Seperti bila anda memperkenalkan makanan baru yang lain, para orang tua diharapkan dapat menerapkan aturan “tunggu selama 4 hari” saat memperkenalkan bumbu rempah. &lt;br /&gt;Perlu diingat, bumbu-bumbu yang menyengat seperti lada, cabe bubuk dan cabe sebaiknya dihindari dulu sampai anak berusia di atas 1 tahun. Seperti biasa, kami merekomendasikan agar anda mendiskusikan secara menyeluruh dengan dokter spesialis anak anda mengenai pengenalan dan penggunaan bumbu rempah ini.&lt;br /&gt;(WM/DS/PP)&lt;br /&gt;&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt; &lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=bK6%2FNNkwWw8%3D&amp;cid=TlffQoaJN%2F0%3D&amp;chan=1gfHPDjZ5Sw%3D&amp;type=2&amp;title=3D81EE&amp;text=000000&amp;background=FFFFCC&amp;border=FFFFCC&amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt; &lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;  &lt;br /&gt;Sumber:  &lt;br /&gt;· *Phytochemical Database&lt;br /&gt;· Natural Health @ Suite 101&lt;br /&gt;· Herb Info at wholefoods&lt;br /&gt;· Safely Preparing Homemade Baby Food, http://www.wholesomebabyfood.com/tip27May.htm&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3097074452579791657-6638713992124584729?l=wanita-hadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/feeds/6638713992124584729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2011/12/penggunaan-bumbu-dan-rempah-rempah-pada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/6638713992124584729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/6638713992124584729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2011/12/penggunaan-bumbu-dan-rempah-rempah-pada.html' title='Penggunaan Bumbu dan Rempah-Rempah pada MPASI'/><author><name>aYa iFada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18190596968906730289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-GoEbHJU_TEE/Tiu_0AsE3II/AAAAAAAAAmM/be2wOtIAHeY/s220/20101675.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3097074452579791657.post-7538785158733866404</id><published>2011-12-22T23:55:00.003+08:00</published><updated>2011-12-22T23:55:43.956+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makanan Pendamping Asi'/><title type='text'>Penggunaan Garam, Gula dan Penyedap pada MPASI</title><content type='html'>Jangan pernah memberi garam (maupun bumbu penyedap lainnya: kaldu bubuk, gula, dll) pada makanan bayi kita. Pemberian garam (yang mengandum sodium) terlalu dini kepada bayi bisa menyebabkan ginjal mereka rusak. Selain itu, pada saat mereka dewasa, mereka lebih mudah terkena hypertensi (tekanan darah tinggi).&lt;br /&gt;INGAT: Bayi tidak mengenal definisi hambar karena mereka baru belajar mengenai rasa. Kalau kita membiasakan pemberian makanan non-hambar sejak dini, bayi pun akan gampang menolak makanan yang cenderung hambar saat dia dewasa. Perhatikan saja kita sendiri, makan apapun selalu diberi ekstra garam, atau ekstra sambal, atau ekstra gula, atau ekstra kecap dan bahkan ekstra vetsin! (WM/DS/PP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Safely Preparing Homemade Baby Food, http://www.wholesomebabyfood.com/tip27May.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3097074452579791657-7538785158733866404?l=wanita-hadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/feeds/7538785158733866404/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2011/12/penggunaan-garam-gula-dan-penyedap-pada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/7538785158733866404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/7538785158733866404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2011/12/penggunaan-garam-gula-dan-penyedap-pada.html' title='Penggunaan Garam, Gula dan Penyedap pada MPASI'/><author><name>aYa iFada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18190596968906730289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-GoEbHJU_TEE/Tiu_0AsE3II/AAAAAAAAAmM/be2wOtIAHeY/s220/20101675.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3097074452579791657.post-1423084301546481132</id><published>2011-12-22T23:55:00.000+08:00</published><updated>2011-12-22T23:55:04.684+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makanan Pendamping Asi'/><title type='text'>Peralatan Memasak MPASI Yang Dibutuhkan</title><content type='html'>BLENDER: Untuk membuat makanan yang semi cair atau puree yang lembek, smoothies, minuman yang mengandung es, sup-supan.&lt;br /&gt;FOOD PROCESSOR: Untuk membuat berbagai jenis makanan semi padat dan padat (puree), memotong, menumbuk, mengiris bahkan membuat adonan bila diperlukan.&lt;br /&gt;STICK MIXER: Membuat puree dalam jumlah sedikit atau makanan sedap sekejap&lt;br /&gt;GRINDER (Penggiling): Untuk membuat puree dalam jumlah sedikit atau makanan sedap sekejap&lt;br /&gt;KOTAK PEMBUAT ES BATU (atau wadah penyimpan di lemari pembeku) : Membekukan makanan&lt;br /&gt;KANTONG PLASTIK : Menyimpan makanan yang sudah dibekukan&lt;br /&gt;SARINGAN : Menyaring air dari makanan yang sudah dimasak&lt;br /&gt;KUKUSAN : Untuk mengukus sayur dan buah-buahan&lt;br /&gt;TUMBUKAN : Untuk menumbuk sayur dan buah-buahan sesuai kebutuhan bayi, dari bentuk yang paling lumat sampai bentuk yang paling kasar SPIDOL TAHAN AIR : Untuk menulis pada label di kantong plastik berisi makanan beku, tanggal dan jenis makanan yang disimpan. (WM/DS/PP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Tools You Need, http://www.wholesomebabyfood.com/tools.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3097074452579791657-1423084301546481132?l=wanita-hadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/feeds/1423084301546481132/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2011/12/peralatan-memasak-mpasi-yang-dibutuhkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/1423084301546481132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/1423084301546481132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2011/12/peralatan-memasak-mpasi-yang-dibutuhkan.html' title='Peralatan Memasak MPASI Yang Dibutuhkan'/><author><name>aYa iFada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18190596968906730289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-GoEbHJU_TEE/Tiu_0AsE3II/AAAAAAAAAmM/be2wOtIAHeY/s220/20101675.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3097074452579791657.post-8452460025933815369</id><published>2011-12-16T18:56:00.000+08:00</published><updated>2011-12-16T18:56:25.785+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makanan Pendamping Asi'/><title type='text'>Cara Membuat dan Menyimpan Puree</title><content type='html'>BAGAIMANA CARA MEMBUAT PUREE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mulailah dengan memasak sayuran/buah dengan cara mengukus, memanggang, merebus atau menggunakan microwave. Mengukus dapat menjaga kadar nutrisi pada makanan. Memanggang, merebus dan tim memungkinkan untuk pembuatan makanan dalam jumlah besar sekaligus. Microwave bisa digunakan bila anda menggunakan peralatan masak berukuran kecil atau membuat puree dalam jumlah yang sedikit.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Angkat sayur/buah tersebut dan masukkan ke dalam alat yang akan digunakan untuk membuat puree.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sisihkan air yang digunakan untuk memasak sayur/buah tadi. Air ini bisa ditambahkankan ke dalam puree. Menambahkan air ini juga bisa membantu menjaga agar kandungan nutrisi yang larut pada proses pemasakan awal dapat tetap digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Nyalakan mesin pembuat puree untuk menghaluskan sayuran/buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sambil menghaluskan, tambahkan cairan bekas masak atau air putih. Selain itu, anda juga bisa menggunakan susu formula atau ASI. Penambahan ini selain bisa menambah kandungan nutrisi juga membuat bayi mengecap ada rasa yang sudah dikenalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;METODE PENYIMPANAN PUREE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Setelah anda mendapatkan puree yang lezat, pindahkan puree tersebut ke dalam wadah es batu untuk penyimpanan di freezer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Isi setiap kotak dengan puree, seperti anda mengisi wadah tersebut dengan air untuk membuat es batu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tutup wadah tersebut dengan plastik (bisa juga digunakan kertas timah, walaupun kami tidak menyarankannya karena serpihan timah tersebut bisa saja jatuh ke dalam makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Apabila puree tersebut telah beku, keluarkan wadah es dari freezer dan masukkan kotak-kotak puree tadi ke dalam kantong plastik untuk kemudian kembali dibekukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pastikan anda telah memberi label yang menunjukkan tanggal pembuatan dan bahan pembuat puree pada kantong plastik tersebut. Makanan yagn telah dibekukan harus digunakan paling lambat satu bulan setelah dibekukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Saat memberikan makan pada bayi, anda tinggal mengambil beberapa kotak puree sesuai kebutuhan, cairkan kemudian panaskan kembali. Bila perlu makanan tidak usah dipanaskan melainkan disajikan pada suhu ruangan. Bila anda menggunakan microwave untuk mecairkan/memanaskan, jangan lupa untuk mengaduk makanan agar panas merata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Bila anda tidak ingin menggunakan microwave untuk melelehkan makanan, anda bisa menurunkan makanan dari freezer ke lemari es dan menyimpannya disana sepanjang malam (pastikan makanan tersebut berada dalam wadah tertutup, bukan di mangkok yang terbuka). Anda juga bisa letakkan makanan beku di dalam mangkok kecil dan meletakkan mangkok tersebut di dalam mangkok besar yang berisi air panas. Dengan metode ini makanan beku akan leleh dalam waktu 10-20 menit. (WM/DS/PP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;· Pureeing and Storing Baby Food, http://www.wholesomebabyfood.com/pureestore.htm&lt;br /&gt;· Safely Preparing Homemade Baby Food,&lt;br /&gt;http://www.wholesomebabyfood.com/tip27May.htm&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3097074452579791657-8452460025933815369?l=wanita-hadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/feeds/8452460025933815369/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2011/12/cara-membuat-dan-menyimpan-puree.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/8452460025933815369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/8452460025933815369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2011/12/cara-membuat-dan-menyimpan-puree.html' title='Cara Membuat dan Menyimpan Puree'/><author><name>aYa iFada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18190596968906730289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-GoEbHJU_TEE/Tiu_0AsE3II/AAAAAAAAAmM/be2wOtIAHeY/s220/20101675.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3097074452579791657.post-1946780860912421775</id><published>2011-12-16T18:50:00.000+08:00</published><updated>2011-12-16T18:50:13.719+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makanan Pendamping Asi'/><title type='text'>Cara Memasak</title><content type='html'>Bila kita berkelana ke dunia masak memasak khususnya makanan bayi, salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan adalah, “Bagaimana sebaiknya saya memasak makanan untuk makanan bayi saya?”&lt;br /&gt;Kami telah menyusun garis besar dari berbagai cara memasak makanan dan bagaimana cara masak yang digunakan dapat mempengaruhi kandungan nutrisi di dalam makanan.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGUKUS – Ini adalah salah satu cara memasak yang paling disukai. Dengan cara ini, nutrisi yang hilang dapat diminimalisir. Makanan yang dikukus lebih banyak mengandung vitamin dan mineral dibandingkan yang direbus, sayuran dan buah yang dikukus warnanya lebih terang daripada yang direbus. Sisa air yang ada dapat disimpan dan digunakan untuk campuran puree.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEREBUS DAN TIM – Kekurangan dari cara ini adalah dapat menyebabkan hilangnya nutrisi (terutama vitamin (B &amp; C) dan mineral yang mudah larut). Kehilangan ini dapat diatasi dengan mengurangi jumlah air yang digunakan untuk memasak. Air sisa rebusan dapat disimpan dan digunakan untuk puree.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMANGGANG – Memanggang adalah memasak dengan menggunakan panas yang terdapat di dalam oven. Kelebihannya – bisa memasak dalam jumlah yang banyak. Nutrisi yang hilang sedikit dan makanan bisa dicerna dengan mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMASAK DENGAN MICROWAVE – Kekurangannya adalah hanya bisa memasak dalam jumlah sedikit. Rasa dan nilai nutrisi yang ada dalam sayuran sangat baik dibandingkan dengan cara yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGGORENG – Goreng masakan hanya bila diperlukan. Menggoreng dengan sedikit minyak lebih baik daripada menggoreng dengan banyak minyak. Menggoreng dengan minyak yang banyak pada suhu yang tinggi dapat memproduksi zat kimia beracun seperti peroksida, aldehid, keton, hidroperoksida, cyclic monomeres dan lain-lain. Akan lebih baik lagi bila tidak menggunakan minyak bekas pakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMASAK DENGAN PRESSURE COOKER – Hilangnya nutrisi bisa dikurangi dengan cara ini karena hanya menggunakan sedikit air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIBAKAR – Kekurangan metode ini adalah bila makanan dibakar dengan menggunakan arang dan api, maka bisa menimbulkan efek karsiogenik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk buah dan sayuran – Mengukus adalah metode yang paling disukai, kemudian diurutan kedua adalah merebus dengan sedikit air. Untuk bahan makanan jenis kentang dapat dipanggang selain juga ditim. Anda juga dapat menggunakan microwave untuk memasak bila suka – hanya saja bila masak dengan microwave biasanya kita tidak bisa memasak sekaligus dalam jumlah banyak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk daging – dipanggang adalah metode yang disukai karena sebagian besar nutrisinya bisa tetap terjaga. Biasanya, puree daging lebih baik dicampur dengan air putih karena kaldu yang berasal dari daging sendiri rasanya terlalu keras untuk bayi. Bila anda merebus daging di dalam air kemudian airnya anda buang, berarti anda juga membuang sebagian nutrisi yang terdapat di dalam daging yang anda rebus tadi. (WM/DS/PP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Cooking Metods, http://www.wholesomebabyfood.com/cooking.htm&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3097074452579791657-1946780860912421775?l=wanita-hadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/feeds/1946780860912421775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2011/12/cara-memasak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/1946780860912421775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/1946780860912421775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2011/12/cara-memasak.html' title='Cara Memasak'/><author><name>aYa iFada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18190596968906730289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-GoEbHJU_TEE/Tiu_0AsE3II/AAAAAAAAAmM/be2wOtIAHeY/s220/20101675.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3097074452579791657.post-2647545811127198915</id><published>2011-12-16T18:42:00.001+08:00</published><updated>2011-12-16T18:43:00.356+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makanan Pendamping Asi'/><title type='text'>Cara Mempersiapkan Masakan</title><content type='html'>Makanan bayi buatan sendiri adalah pilihan yang lebih sehat dibandingkan dengan makanan bayi instan. Anda dapat dengan mudah dan aman menyiapkan sendiri makanan bayi dengan cepat dan tanpa susah payah. Hasil akhirnya adalah berbagai macam rasa dan jenis makanan yang tidak akan anda dapatkan bila anda membeli makanan botolan.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang tidak anda dapatkan bila anda membuat sendiri makanan bayi anda adalah alat pembersih dan pensterilan yang sesuai standar industri. Agar bayi dan batita Anda sehat, maka Anda harus memperhatikan keamanan dan kebersihan proses persiapan, penyimpanan dan pemberian makanan, hal ini disebabkan karena:&lt;br /&gt;· Kuman, baik dalam bentuk jamur, spora dan bakteri, dapat menyebabkan penyakit serius pada anak segala usia, terlebih lagi bayi dan batita, dimana mereka lebih rentan dan beresiko terkena penyakit-penyakit infeksi, termasuk infeksi gastrointestinal dan juga diare. · Kadang kita tidak bisa mengetahui apakah makanan sudah terkontaminasi hanya dengan mengamati bau, rasa atau bentuk makanan.&lt;br /&gt;· Permukaan dapur dan peralatan masak dan makan dapat terkontaminasi kuman yang berasal dari makanan yang disiapkan untuk anggota keluarga lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi hal ini bukan berarti anda tidak bisa menjaga makanan bayi buatan anda dari bakteri patogen dan hal-hal lain yang tidak Anda inginkan. Di bawah ini ada beberapa hal yang relatif mudah dan cepat yang dapat anda lakukan untuk memastikan keamanan makanan bayi buatan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mempersiapkan Peralatan:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastikan bahwa peralatan yang anda gunakan seperti, panci, kuali, talenan dan blender/food processor telah dibersihkan dengan baik; lebih baik lagi bila menggunakan sabun anti bakteri (menggunakan sabun anti bakteri yang natural adalah pilihan yang terbaik dibandingkan dengan pembersih biasa). Jangan pernah menggunakan talenan yang sama untuk memotong daging dan buah/sayuran. Anda harus memiliki satu talenan khusus untuk memotong daging, dan satu lagi khusus untuk memotong buah/sayuran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Persiapan Untuk Memasak:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buah dan sayuran: Jangan pernah lupa untuk membasuh dan mencuci buah dan sayuran yang akan anda gunakan untuk memasak makanan bayi. Meskipun anda tidak akan menggunakan kulitnya, atau bahkan bila yang anda gunakan adalah sayuran organik, anda harus selalu membersihkan bahan-bahan yang akan anda gunakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengupas kulit, membersihkan mata atau membuang biji sangat penting untuk dilakukan sebelum mulai memasak. Akan tetapi ada beberapa pengecualian dimana anda tidak perlu mengupas kulit, membersihkan mata atau membuang biji; pengecualian ini akan terjadi pada saat yang berbeda tergantung pada umur bayi anda, buah/sayuran yang akan anda masak dan dengan cara apa anda akan memasak bahan-bahan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggunakan talenan yang terbuat dari kayu lebih aman daripada menggunakan talenan plastik, karena bakteri pada talenan kayu lebih mudah dibersihkan daripada bakteri pada talenan plastik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daging: Bila anda menggunakan bahan daging, anda harus selalu mencuci tangan anda atau menggunakan sarung tangan plastik bila mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila anda selesai menyiapkan daging dan akan menyiapkan bahan makanan yang lain, selalu cuci tangan anda terlebih dahulu sebelum anda memegang bahan lain. Selalu cuci tangan anda setelah anda memegang daging, terutama bila anda baru saja memegang produk unggas – termasuk telur ayam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan gunakan wajan atau panci yang telah atau akan digunakan untuk memasak buah atau sayuran. Menggunakan talenan yang terbuat dari kayu lebih aman daripada menggunakan talenan plastik, karena bakteri pada talenan kayu lebih mudah dibersihkan daripada bakteri pada talenan plastik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cairkan daging di dalam lemari es atau dalam microwave dan jangan pernah meninggalkannya untuk mencair pada suhu ruangan! Jangan pernah berikan daging, ayam, ikan dan telur mentah atau setengah matang pada bayi anda. Dengan kata lain, bayi dan bahkan balita harus menggunakan daging yang sudah matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memastikan kemananan yang terbaik, semua daging contohnya daging unggas, daging merah, termasuk juga daging ikan, harus dimasak sebagai berikut*:&lt;br /&gt;· Masak semua daging dengan suhu minimal 160! Fahrenheit. Periksa temperatur dengan termometer daging.&lt;br /&gt;· Masak daging unggas putih dengan suhu setidaknya 170 ! Fahrenheit dan daging unggas merah dengan suhu setidaknya 180! Fahrenheit untuk kematangannya. Cek temperatur dengan termometer daging.&lt;br /&gt;· Masak daging ikan dengan suhu 160! Fahrenheit . Cek temperatur dengan termometer daging. (WM/DS/PP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Safely Preparing Homemade Baby Food, http://www.wholesomebabyfood.com/tip27May.htm&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3097074452579791657-2647545811127198915?l=wanita-hadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/feeds/2647545811127198915/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2011/12/cara-mempersiapkan-masakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/2647545811127198915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/2647545811127198915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2011/12/cara-mempersiapkan-masakan.html' title='Cara Mempersiapkan Masakan'/><author><name>aYa iFada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18190596968906730289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-GoEbHJU_TEE/Tiu_0AsE3II/AAAAAAAAAmM/be2wOtIAHeY/s220/20101675.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3097074452579791657.post-2355686120481082035</id><published>2011-12-16T17:58:00.001+08:00</published><updated>2011-12-16T17:58:29.954+08:00</updated><title type='text'>Keuntungan Membuat Sendiri Makanan Bayi Dan Batita</title><content type='html'>Sebagai orangtua, Anda pasti ingin menyediakan yang terbaik untuk bayi dan batita Anda. Riset menunjukkan bahwa bayi yang diberi makanan bergizi dengan komposisi yang sehat, tumbuh menjadi anak yang kuat dan mudah beradaptasi soal makanan dibandingkan dengan anak yang diberikan makanan dengan komposisi yang kurang baik. Membuat makanan bayi di rumah adalah hal yang mudah, murah dan bergizi untuk memastikan bahwa anak-anak anda mendapatkan keuntungan tersebut. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa membuat sendiri makanan bayi di rumah mempunyai banyak keuntungan, yaitu:&lt;br /&gt;1. Anda memiliki kendali penuh atas apa yang akan dimakan oleh anak anda.&lt;br /&gt;2. Anda menanamkan kebiasaan makan yang sehat sejak dini.&lt;br /&gt;3. Makanan buatan sendiri lebih bergizi dan bebas zat-zat aditif.&lt;br /&gt;4. Makanan buatan sendiri lebih variatif&lt;br /&gt;5. Mudah&lt;br /&gt;6. Hemat&lt;br /&gt;7. Makanan buatan sendiri jauh lebih lezat dari makanan instan.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Anda memiliki kendali penuh atas apa yang akan dimakan oleh anak anda.&lt;br /&gt;Sebagai orang tua, anda pasti ingin mengetahui apa yang dimakan oleh bayi anda. Seperti juga anda ingin adanya kepastian menyangkut keaslian, keamanan, kualitas dan tekstur dari isi makanan bayi anda. Dengan menyiapkan sendiri makanan anak, maka Anda dapat memegang kendali atas apa yang dimakan oleh anak Anda dan Anda juga memiliki pengetahuan atas apa yang dimasukkan ke dalam makanan bayi anda. Semakin Anda terlibat dalam proses penyiapan makanan untuk bayi anda, semakin besar kemungkinan Anda bisa memupuk kebiasaan makan yang sehat. Selain itu, Anda memberikan makan yang sesuai dengan kebutuhan dan keperluan bayi anda. Dan karena anda yang memegang kendali atas tekstur dan isi dari makanan bayi anda, Andalah yang paling tahu apa yang paling baik untuk bayi anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Anda menanamkan kebiasaan makan yang sehat sejak dini.&lt;br /&gt;Dengan memberikan makanan sehat pada bayi anda sejak dini, berarti anda telah memperkenalkan kebiasaan makan yang baik untuk seluruh keluarga anda. Masyarakat Indonesia telah berubah menjadi komunitas yang gemar makanan fast food yang kaya lemak dan kolesterol tapi miskin gizi dan serat. Angka obesitas meningkat sampai pada level epidemik diantara anak-anak, remaja dan orang dewasa. Apabila trend saat ini terus berlangsung, obesitas akan menjadi penyebab utama kematian yang bukan karena penyakit di negeri ini, menggantikan posisi rokok. Salah satu penyebab utama kasus kelebihan berat pada anak-anak dan orang dewasa adalah kebiasaan makan yang kurang baik. Kebiasaan makan yang kurang baik secara langsung dihubungkan dengan beberapa masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung koroner, darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes dan beberapa jenis kanker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Makanan buatan sendiri lebih bergizi dan bebas zat-zat aditif.&lt;br /&gt;Vitamin dan nutrisi lain sangat penting bagi bayi anda. Untuk tiga tahun kedepan, bayi anda akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat cepat. Untuk itu penting sekali baginya untuk diberikan asupan makanan yang sehat dan bergizi agar dapat memaksimalkan proses tumbuh kembangnya.&lt;br /&gt;Makanan bayi instan mengandung tambahan garam, gula, penambah rasa, atau bahan-bahan lain yang tidak dibutuhkan dan bahkan tidak tepat untuk bayi Anda. Bahkan bahan-bahan tambahan ini dapat melarutkan kandungan nutrisi dari makanan tersebut dan tidak memberikan manfaat apapun bagi kesehatan bayi Anda dan dimasukkan dalam adonan makanan untuk menambah rasa, tekstur dan memperbanyak jumlah porsi yang dihasilkan. Anda bisa melihat perbedaan rasa, warna dan kandungan gizi suatu jenis makanan bayi instan yang dibuat oleh produsen yang berbeda. Misalnya bubur susu apel atau nasi tim ayam merek A pasti memiliki rasa, warna dan angka kandungan nutrisi yang berbeda dibandingkan jenis makanan sama dengan merek B, C dan merek-merek lainnya. Dan bubur susu apel atau nasi tim ayam buatan Anda sendiri, pasti jauh lebih lezat, menarik dan bergizi tinggi. Dengan menyiapkan dan memasak sendiri, Anda bisa memastikan bahwa bayi Anda mendapatkan makanan yang dibutuhkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Makanan buatan sendiri lebih variatif&lt;br /&gt;Makanan bayi cepat saji dibuat untuk memenuhi selera pasar, sehingga variasinya sangat sedikit. Variasi adalah kunci dari menu seimbang, yang merupakan komponen inti dari makanan yang sehat dan bergizi. Dengan banyaknya pilihan yang terdapat di bagian bahan makanan segar maupun beku, tidak ada alasan bayi anda harus mengikuti apa yang dianggap perusahaan pembuat sebagai makanan yang paling disukai. Keuntungan dari variasi makanan adalah:&lt;br /&gt;Bayi anda akan terpapar pada rasa dan teksture yang lebih luas sehingga transisi ke makanan keluarga bisa berjalan dengan baik. Anda bisa membentuk selera makan bayi anda dan membantunya mempelajari rasa baru pada makanan yang baru dimasak, dengan demikian anak Anda tidak akan menjadi pemilih atau susah makan. Lebih jauh lagi, membuat sendiri makanan bagi bayi anda, membuat anda bebas menambahkan bumbu-bumbu dan mengkombinasikan rasa, sehingga waktu makan bagi bayi anda menjadi saat yang menyenangkan, semacam wisata boga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mudah&lt;br /&gt;Membuat sendiri makanan bayi mudah dan tidak sesulit yang Anda dan orang lain bayangkan atau katakan. Begitu Anda mulai Anda akan menyadari betapa mudahnya mempersiapkan sendiri makanan bayi. Yang Anda butuhkan adalah peralatan masak yang biasa Anda gunakan, blender/food processor serta bahan makanan yang segar untuk membuat makanan yang sehat dan bergizi untuk anak Anda. Selain itu, untuk menghemat banyak waktu dan tenaga, kita bisa memasak dalam jumlah agak banyak. Setelah dimasak, dinginkan makanan lalu tuang ke dalam blok es (cetakan es batu) lalu bekukan. Setelah beku, keluarkan dari cetakan, lalu masukkan 2-3 potong (sesuaikan untuk 1 porsi) ke dalam kantong plastik ukuran kecil. Apabila akan disajikan, keluarkan sejumlah sesuai kebutuhan. Bisa dikombinasikan dengan jenis masakan lainnya (baik disajikan terpisah maupun dicampurkan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Anda menghemat biaya.&lt;br /&gt;Makanan bayi instan harganya lebih mahal karena mereka juga harus memperhitungkan biaya promosi dan distribusi. Membuat makanan bayi sendiri sangat hemat biaya, karena makanan bisa dibeli kapan saja, dengan mempergunakan bahan makanan lokal dan yang sering dikonsumsi keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Makanan buatan sendiri jauh lebih lezat dari makanan instan.&lt;br /&gt;Walaupun bayi anda tidak memiliki indera pengecap layaknya orang dewasa, ia bisa mengecap rasa, mengenali warna dan bau. Makanan yang lezat adalah salah satu anugrah kehidupan dan bayi Anda berhak untuk menikmati kelezatan dan tekstur makanan rumahan seperti halnya Anda dan saya. Coba cicipi bubur ayam, nasi goreng, dan sup instan yang dijual di swalayan, walaupun praktis dan Anda tinggal menyeduh dengan air panas, rasa dan aromanya jauh dibandingkan makanan yang dimasak sendiri. Atau lakukan percobaan dengan hanya makan makanan kalengan dan instan selama 3 – 7 hari, Anda pasti merindukan kelezatan dan aroma makanan rumahan. Demikian halnya dengan makanan bayi. Jadi tunggu apa lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat bayi Anda menikmati makanan yang Anda buat sendiri merupakan suatu kepuasan tersendiri. Anda pun merasakan kepuasan dan kebanggaan telah memberikan bayi Anda persembahan berupa makanan yang sehat dan bergizi. (WM/DS/PP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;· Homemade Baby Food, A Fresh Start To Healthy Eating,&lt;br /&gt;http://www.freshbaby.com/healthy_eating/benefits.cfm&lt;br /&gt;· Why Make Homemade Baby Food, http://www.wholesomebabyfood.com&lt;br /&gt;· Making Your Own Baby Food, http://www.askdrsears.com/html/3/T032300.asp&lt;br /&gt;Sumber:  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3097074452579791657-2355686120481082035?l=wanita-hadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/feeds/2355686120481082035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2011/12/keuntungan-membuat-sendiri-makanan-bayi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/2355686120481082035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/2355686120481082035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2011/12/keuntungan-membuat-sendiri-makanan-bayi.html' title='Keuntungan Membuat Sendiri Makanan Bayi Dan Batita'/><author><name>aYa iFada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18190596968906730289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-GoEbHJU_TEE/Tiu_0AsE3II/AAAAAAAAAmM/be2wOtIAHeY/s220/20101675.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3097074452579791657.post-4817600748816223107</id><published>2011-12-16T17:43:00.001+08:00</published><updated>2011-12-16T17:45:47.410+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makanan Pendamping Asi'/><title type='text'>Prinsip Pemberian Makanan Pendamping ASI (5)</title><content type='html'>Perhatikan Bahan Makanan Untuk Bayi Anda!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan tumbuh dan berkembangnya bayi Anda, maka keingintahuannya makin besar untuk mengambil makanan dari piring Anda – dan Anda akan lebih tertantang untuk mengenalkan variasi makanan kepadanya. Namun tidak semua makanan aman bagi anak Anda. Ada yang dapat menimbulkan bahaya tersedak, ada juga yang tidak baik bagi sistem pencernaan anak Anda yang masih berkembang, dan yang lainnya berpotensi sebagai pencetus alergi. (Beberapa keluarga cenderung lebih sensitif terhadap alergi dibandingkan keluarga lainnya. Jika keluarga Anda termasuk salah satunya, simak terus anjuran mengenai berapa lama menunda pemberian jenis makanan tertentu.) Berikut adalah jenis makanan yang dihindari berdasarkan tahapan usia anak.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan yang Dihindari Hingga Usia 6 Bulan&lt;br /&gt;Semua makanan cair maupun padat: American Academy of Pediatrics (AAP), WHO, UNICEF, dan hampir seluruh badan kesehatan serta dokter spesialis anak menganjurkan bahwa Anda memberikan ASI (atau susu formula) ke bayi Anda untuk 6 bulan pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan yang Dihindari Hingga Usia 8 Bulan&lt;br /&gt;Makanan dengan kandungan nitrat yang tinggi: Makanan seperti ini dapat menyebabkan sindrom bayi biru*, sehingga AAP menganjurkan untuk berhati-hati dan menunggu hingga usia 8 bulan atau lebih sebelum Anda memasak sayuran yang memiliki kandungan nitrat yang tinggi. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah sayuran berdaun hijau dan sayuran berumbi. Kandungan nitrat pada sayuran berdaun hijau lebih tinggi dibandingkan sayuran berumbi. Contoh sayuran berdaun hijau adalah bayam, selada, brokoli, kale, kubis, dan sayuran hijau lainnya. Sedangkan sayuran berumbi contohnya adalah bit, wortel, dan buncis; serta daging-dagingan seperti hotdog, ham, bacon, bologna, dan salami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuning Telur: Studi menunjukkan bahwa kuning telur yang dimasak hingga matang bisa diperkenalkan pada pola makan berimbang untuk bayi mulai usia 8 bulan tanpa menimbulkan tanda-tanda alergi dan meningkatnya kolesterol plasma. Namun karena risiko alergi makanan karena memakan putih telur, kebanyakan para pakar menganjurkan untuk tidak memberikan telur utuh ke anak-anak sebelum usia 12 bulan. Jadi Anda dapat memberikan telur rebus matang atau orak-arik telur/omelet selama Anda hanya menggunakan kuning telur (dan tentu saja susu formula, keju, dan mentega). Karena adanya risiko keracunan makanan akibat salmonella, pastikan untuk memasak kuning telur hingga benar-benar matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan yang Dihindari Hingga Usia 9 Bulan&lt;br /&gt;Keju dan yogurt: Keju dan yogurt sangat baik dan merupakan makanan dasar untuk pola makan anak yang sehat. AAP menganjurkan untuk mengenalkan yogury pada anak pada usia 9-12 bulan. Meskipun susu sapi sebaiknya dikonsumsi setelah usia 1 tahun sambil tetap mengkonsumsi ASI atau susu formula, yogurt lebih mudah dicerna dan merupakan makanan tambahan yang tepat. (Bayi yang berasal dari keluarga yang memiliki sejarah alergi protein susu, bukan intoleransi laktosa, sebaiknya menunggu hingga berusia 1 tahun). Gandum atau produk gandum: Kebanyakan bayi dapat mengkonsumsi gandum (seral, roti) ketika mereka berusia sekitar 6 hingga 8 bulan, namun gandum adalah pencetus alergi biji-bijian yang paling umum. Jadi jika Anda cemas mengenai kemungkinan alergi ini, sebaiknya memang ditunda hingga bayi Anda berusia 12 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan yang Dihindari Hingga Usia 12 Bulan&lt;br /&gt;Susu sapi: Tetap berikan ASI atau susu formula hingga bayi Anda berusia 1 tahun. Mengapa? Bayi Anda belum dapat mencerna protein dalam susu sapi sebelum berusia 1 tahun. Selain itu susu sapi tidak mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan bayi dan justru mengandung mineral dalam jumlah yang dapat merusak ginjalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buah-buahan berasa masam dan berry: Memperkenalkan buah-buahan berasa masam dan berry sebelum usia 12 bulan dapat mencetuskan reaksi alergi, terutama jika ada bakat alergi di keluarga Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putih telur: Sekarang Anda dapat memberikan kuning telur ke bayi Anda, namun tunggulah hingga ia berusia 1 tahun sebelum memberikan putih telur yang kaya akan protein karena ada kemungkinan bayi Anda alergi terhadapnya. Bahkan jika memang ia berisiko tinggi terkena alergi, sebaiknya ditunda hingga ia berusia 2 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madu dan sirup jagung: Kedua jenis makanan ini dapat menjadi tempat berkembangbiaknya spora Clostridium botulinum (botulisme) dan sebaiknya dihindari hingga bayi Anda setidaknya berusia 12 bulan. Saluran usus orang dewasa dapat mencegah tumbuhnya spora bakteri ini, namun pada bayi spora tersebut dapat tumbuh dan menghasilkan zat racun yang membahayakan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan: Ikan, terutama yang bertulang, dikenal sebagai pencetus alergi pada bayi. Seringkali dianjurkan untuk memberikan ikan hanya jika bayi berusia 1 tahun. Banyak yang menyarankan untuk menunggu hingga usia 3 tahun. Namun ada juga yang menyatakan bahwa ikan aman dikonsumsi bayi berusia 9-10 bulan. Alasan lain menunda pemberian ikan pada bayi adalah kandungan merkuri yang mungkin terdapat pada ikan. Saat pertama kali mengenalkan ikan, penting untuk memilih tipe ikan berdaging putih. Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter anak Anda sebelum Anda memberikan ikan, terutama kerang-kerangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerang-kerangan: Yang termasuk kelompok ini adalah lobster, tiram, dll. Jenis ini dapat mencetuskan alergi dan menyebabkan reaksi alergi yang mematikan. Oleh karena itu para pakar menganjurkan untuk menunda pemberian kerang-kerangan hingga bayi Anda berusia 1 tahun. Kerang-kerangan sebaiknya tidak diberikan pada anak yang cenderung alergi hingga berusia 3 tahun atau lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selai kacang: Kacang merupakan pencetus alergi yang utama. Sebaiknya tunggulah hingga anak Anda berusia lebih dari 1 tahun sebelum Anda mengenalkan selai kacang. Jika Anda atau suami Anda alergi pada kacang, tunggulah hingga anak Anda berusia setidaknya 3 tahun sebelum diperkenalkan pada selai kacang. Kacang dan sejenisnya (seperti pecan dan walnut): Jika sepertinya bayi Anda berisiko terkena alergi, sebaiknya tunggulah hingga ia berusia 3 atay 4 tahun sebelum memberinya kacang; jika tidak ia dapat mulai mengkonsumsinya ketika ia berusia 12 bulan, selama diberikan dalam bentuk pure atau selai kacang. (Potongan kacang dapat menimbulkan risiko tersedak.) Pengenalan kacang dan sejenisnya berdasarkan usia bervariasi. Umumnya usia pengenalannya adalah:&lt;br /&gt;· Setelah 1 tahun untuk anak yang tidak sensitif/alergi terhadap makanan;&lt;br /&gt;· Setelah 2 tahun untuk anak yang sensitif/alergi terhadap makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jagung: Banyak yang mengatakan bahwa jagung sebaiknya diberikan setelah usia 12 bulan. Salah satu&lt;br /&gt;alasannya adalah jagung berpotensi mencetuskan alergi. Alasan lainnya adalah jagung dapat menyebabkan&lt;br /&gt;bahaya tersedak. Memperkenalkan jagung setelah usia 12 bulan sebagai makanan cemilan lebih tepat&lt;br /&gt;dilakukan karena pada usia tersebut bayi seharusnya sudah dapat mengunyah pipilan jagung dengan benar.&lt;br /&gt;Pada tahun pertama kehidupannya, penting bagi bayi untuk memperoleh semua zat gizi yang diperlukan.&lt;br /&gt;Sebenarnya jagung hanya memiliki kandungan gizi sedikit. Sebagian besar massanya terdiri dari ampas dan&lt;br /&gt;diangap sebagai makanan tanpa kalori. Sebaiknya memang menunggu pemberian jagung karena sebenarnya&lt;br /&gt;jagung sulit dicerna dan cenderung akan dikeluarkan dalam bentuk yang sama saat dimakan.&lt;br /&gt;Kedelai: Kandungan proteinnya yang tinggi membuat kedelai dapat mencetuskan alergi pada bayi. Banyak&lt;br /&gt;bayi yang alergi susu juga akan bereaksi yang sama pada kedelai. Oleh karena itu penggunaan susu kedelai&lt;br /&gt;untuk bayi yang alergi susu tidak dianjurkan. Satu-satunya cara untuk mencegah gejala yang berkaitan&lt;br /&gt;dengan alergi pada kedelai adalah menghindari makanan yang bahan bakunya dari kedelai.&lt;br /&gt;Makanan yang Dihindari Hingga Usia 24 Bulan&lt;br /&gt;Coklat: Alergi coklat yang sebenarnya jarang ditemukan, dalam hal ini orang alergi pada bijih coklat.&lt;br /&gt;Kebanyakan reaksi alergi terhadap coklat disebabkan intoleransi atau alergi pada satu atau lebih bahan atau&lt;br /&gt;zat penambah pada coklat. Ini termasuk kedelai, lesitin, susu, sirup jagung, gluten, kacang, zat pemberi rasa&lt;br /&gt;dan warna, yang juga merupakan pencetus alergi. Jika bukan bahan tersebut, kotoran tikus atau serangga&lt;br /&gt;lainnya kadangkala ditemukan dalam coklat. Hindari pemberian coklat hingga anak Anda berusia 24 bulan.&lt;br /&gt;Susu rendah lemak: Anak Anda masih membutuhkan kandungan lemak dan kalori yang tinggi dari susu&lt;br /&gt;untuk pertumbuhan dan perkembangan. Begitu ia berusia 24 bulan (dan tak memiliki masalah&lt;br /&gt;perkembangan), Anda dapat mulai memberikan anak Anda susu dan hasil produksinya yang berlemak rendah.&lt;br /&gt;Makanan yang menjadi pencetus alergi bagi orangtua si anak: Sebaiknya tundalah pengenalan&lt;br /&gt;makanan yang menjadi pencetus alergi bagi Anda dan suami/istri Anda. Jika Anda menyusui, hindarilah&lt;br /&gt;memakan semua jenis kacang-kacangan dan mungkin telur serta susu agar dapat membantu menunda atau&lt;br /&gt;mencegah alergi pada bayi Anda.&lt;br /&gt;Bahaya tersedak: Daftar makanan berikut ini berbahaya karena bayi Anda belum memiliki gigi dan belum&lt;br /&gt;menguasai sepenuhnya pergerakan mulut/lidah; memberikan makanan jenis ini terlalu awal dapat berisiko&lt;br /&gt;tercekik. Dianjurkan untuk memberikan makanan di bawah ini hingga anak Anda berusia 2 atau 3 tahun.&lt;br /&gt;· Hot dog: Saat Anda memberikan daging pada bayi Anda, ingatlah bahwa ia dapat dengan mudah&lt;br /&gt;tersedak akibat potongan hotdog kecuali jika Anda memotongnya seukuran kecil. (Jika Anda&lt;br /&gt;memberikan hot dog, cobalah yang untuk vegetarian sebagai alternatif makanan yang lebih sehat.)&lt;br /&gt;· Potongan besar buah, sayur (matang atau mentah), atau daging: Yang teraman adalah yang&lt;br /&gt;seukuran biji kapri.&lt;br /&gt;· Buah-buahan dan sayuran keras dan mentah seperti wortel: Kebanyakan buah-buahan dan&lt;br /&gt;sayuran sebaiknya dipotong-potong atau dimasak dalam ukuran kecil hingga bayi Anda berusia 12&lt;br /&gt;bulan. Dengan demikian makanan tersebut tidak tersangkut di tenggorokan anak Anda. Hal yang sama&lt;br /&gt;juga perlu dilakukan untuk celery dan buncis. Saat bayi Anda berusia 12 bulan, ia dapat mulai&lt;br /&gt;memakan buah dan sayuran yang dipotong/dijus.&lt;br /&gt;· Keju bongkahan: Potonglah keju hingga berbentuk sangat kecil atau serpihan&lt;br /&gt;· Anggur utuh: Potonglah anggur, tomat ceri, dan melon dalam potongan kecil sebelum diberikan.&lt;br /&gt;Buah yang utuh dapat tersangkut di tenggorokan anak Anda.&lt;br /&gt;· Makanan yang kecil dan keras: Permen keras seperti gulali, kacang-kacangan (selain yang&lt;br /&gt;ditumbuk halus), brondong jagung, permen loli, kismis dan buah-buahan kering lainnya, biji-bijian,&lt;br /&gt;dan permen karet berpotensi menimbulkan bahaya tersedak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:  &lt;br /&gt;· Alergi Makanan dan Anak, http://www.wholesomebabyfood.com/allergy.htm&lt;br /&gt;· Makanan Pertama, http://www.kellymom.com/nutrition/solids/first-foods.html&lt;br /&gt;· Makanan yang Perlu Diwaspadai, http://www.babycenter.com/refcap/baby/babyfeeding/9195.html&lt;br /&gt;· Alergi Makanan pada Bayi,&lt;br /&gt;http://www.yourbabytoday.com/babyplace/newbaby/newbaby_pediatrics/ped_food_allergies.html&lt;br /&gt;· The Benefits of Yogurt for Infants and Toddlers:the Skinny and the Fat&lt;br /&gt;oleh Vicki Koenig, MS, RD, CDN, http://www.stonyfield.com/Wellness/MooslettersDisplay.cfm?moos_id=44&lt;br /&gt;· Jagung, http://www.wholesomebabyfood.com/tipcorn.htm&lt;br /&gt;· Nitrat dan Makanan untuk Bayi, http://www.wholesomebabyfood.com/nitratearticle.htm&lt;br /&gt;· Alergi telur dan makanan,&lt;br /&gt;http://www.aecl.org/repositories/files/eggs%20and%20food%20allergies.pdf#search='infantseggs'&lt;br /&gt;· Alergi kedelai, http://allergy.healthcentersonline.com/foodallergyintolerance/soyallergy.cfm&lt;br /&gt;· Alergi coklat, http://allergy.healthcentersonline.com/foodallergyintolerance/chocolateallergies.cfm&lt;br /&gt;· Alergi Telur http://allergy.healthcentersonline.com/foodallergyintolerance/eggallergies.cfm&lt;br /&gt;· Sindroma bayi biru, http://www.ecifm.rdg.ac.uk/bluebabs.htm&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3097074452579791657-4817600748816223107?l=wanita-hadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/feeds/4817600748816223107/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2011/12/prinsip-pemberian-makanan-pendamping.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/4817600748816223107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/4817600748816223107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2011/12/prinsip-pemberian-makanan-pendamping.html' title='Prinsip Pemberian Makanan Pendamping ASI (5)'/><author><name>aYa iFada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18190596968906730289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-GoEbHJU_TEE/Tiu_0AsE3II/AAAAAAAAAmM/be2wOtIAHeY/s220/20101675.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3097074452579791657.post-7009125435923184217</id><published>2010-04-26T00:54:00.005+08:00</published><updated>2011-12-16T21:40:21.047+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Anak'/><title type='text'>Arti Tangisan Bayi 0-3 Bulan</title><content type='html'>Pada umumnya, para ibu mengartikan tangis bayi sebagai tanda lapar. Ingatlah, menangis tak selalu berarti lapar. Arti tangis berbeda-beda, masing-masing merupakan tanda komunikasi yang jelas sebagai ungkapan pesan kepada Anda tentang apa yang ia butuhkan. Gerakan tubuh yang menyertai tangis dapat membantu Anda lebih memahaminya. Makin keras dan makin lama tangis, makin kuat kebutuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #cc33cc; font-weight: bold;"&gt;“Saya lapar”&lt;/span&gt; Tangis lapar biasanya berpola. Ia menangis, lalu stop untuk bernafas, menangis lagi, lalu stop untuk bernafas. Biasanya diselingi gerakan mengisap. Jika sangat lapar, tangisnya lebih keras dan terus-menerus.&lt;br /&gt;Jika ia masih menangis saat disusui ASI, coba lihat hidungnya. Ada kemungkinan bibir atasnya menutupi hidung dan ia sulit bernafas, sehingga menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #cc33cc; font-weight: bold;"&gt;“Saya bosan”&lt;/span&gt; Tangis bosan biasanya pendek, diikuti keheningan, lalu tangis pendek lagi. Tangisnya akan berlanjut jika Anda tak segera mendekatinya dan mengajaknya bermain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #cc33cc; font-weight: bold;"&gt;“Saya lelah”&lt;/span&gt; Tangis lelah berupa rengekan. Ia mungkin akan menggosok-gosok wajahnya dan memutar kepalanya dari satu sisi ke sisi lain. Sebuah usapan atau gerakan berirama cukup menenangkan ia dan bisa membuatnya tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #cc33cc; font-weight: bold;"&gt;“Saya kesepian”&lt;/span&gt; Beberapa bayi butuh perhatian lebih dibanding bayi lainnya dan mulai merasa kesepian ketika ia ditinggalkan sendiri untuk waktu lama. Tangis kesepian berupa rengekan setiap menit dan kadang diikuti airmata. Emongan yang lama membuatnya senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #cc33cc; font-weight: bold;"&gt;“Saya tak nyaman”&lt;/span&gt; Biasanya suara tangis melengking dan jelas, nafas agak tersendat, tapi lalu nafasnya menjadi cepat diikuti tangis lain. Mungkin lengannya terjepit, pantatnya kotor, tertusuk peniti, atau mungkin ia kedinginan/kepanasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #cc33cc; font-weight: bold;"&gt;“Saya kolik”&lt;/span&gt; Bayi sering menangis karena kolik atau kejang/kram usus. Hingga kini belum diketahui penyebab kolik. Ada dugaan, sistem pencernaan bayi belum sempurna sehingga timbul gangguan pencernaan. Kolik dialami pada 3 bulan pertama kehidupan dan biasanya terjadi sore hari menjelang malam.&lt;br /&gt;Tangis kolik sangat keras disertai jeritan dan episodik: suatu saat timbul, suatu saat hilang, tapi hanya satu atau dua menit, lalu menangis lagi. Biasanya diikuti gerakan tangan ke arah perut, badan mengencang, dan kadang disertai buang angin. Menggosok perutnya dengan minyak telon dapat membantu menenangkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #cc33cc; font-weight: bold;"&gt;“Saya sakit”&lt;/span&gt; Rasa sakit diungkapkan dengan tangis melengking, keras, diselingi rintihan serta rengekan. Tangis bayi yang perutnya mulas, lebih melengking dan lebih ribut. Hubungi dokter anak Anda jika ia menunjukkan gejala-gejala sakit tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Julie Erikania&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3097074452579791657-7009125435923184217?l=wanita-hadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/feeds/7009125435923184217/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2010/04/arti-tangisan-bayi-0-3-bulan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/7009125435923184217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/7009125435923184217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2010/04/arti-tangisan-bayi-0-3-bulan.html' title='Arti Tangisan Bayi 0-3 Bulan'/><author><name>aYa iFada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18190596968906730289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-GoEbHJU_TEE/Tiu_0AsE3II/AAAAAAAAAmM/be2wOtIAHeY/s220/20101675.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3097074452579791657.post-2606660781621941971</id><published>2010-04-09T22:50:00.002+08:00</published><updated>2010-04-09T23:44:40.412+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gizi Bayi Balita'/><title type='text'>Susu Bukan Segalanya</title><content type='html'>Setelah berusia 2 tahun, anak tidak membutuhkan susu. Seluruh kecukupan kalori dan nutrisinya diharapkan terpenuhi dari beragam bahan makanan sehat alami yang diberikan kepadanya.&lt;span id="fullpost"&gt; Untuk batita 1-2 tahun, cukup berikan 200 ml susu formula (+- 50 g susu bubuk) pada jeda waktu antara makan siang dan makan malam. Anda bisa memberikannya setelah si kecil menghabiskan kudapan sore atau di antara waktu makan siang/malam dan mengudap.&lt;br /&gt;&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=bK6%2FNNkwWw8%3D&amp;cid=TlffQoaJN%2F0%3D&amp;chan=1gfHPDjZ5Sw%3D&amp;type=2&amp;title=3D81EE&amp;text=000000&amp;background=FFFFCC&amp;border=FFFFCC&amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;Jangan menyerahkan tanggung jawab tumbuh-kembang anak Anda pada susu sapi, dengan menempatkan susu sebagai makanan utama penunjang pertumbuhan batita. Perlakukan susu sama derajatnya dengan makanan bergizi lainnya. Mengikuti anjuran produsen susu agar memberikan susu formula minimum 2 gelas per hari pada anak balita (seperti anjuran dalam label kemasan) bukan tindakan bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlebihan minum susu meberikan banyak asupan kalori, lemak jenuh, protein, kalsium, dan zat besi, serta sejumlah vitamin larut lemak (vitamin A, D, E, K). Minum beberapa gelas susu per hari dapat melemahkan selera makan si kecil. Hal ini dikarenakan susu mengandung karbohidrat-protein-lemak dalam jumlah sama tinggi dan dikonsumsi tanpa dikunyah sehingga tidak tercampur dengan air liur, susu sulit dicerna dan lama meninggalkan lambung. Akibatnya, susu memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga si kecil kurang bernafsu makan dan rentan kekurangan nutrisi alami dari makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, timbunan zat toksin yang terbentuk akibat susu tak tercerna dan nutrisi sintetis yang ditambahkan ke susu formula dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh si kecil. Apakah Anda prnh memperhatikan bahwa anak-anak yang terlalu banyak minum susu lebih mudah jatuh sakit, terutama flu atau pilek?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Buku Hidangan Batita Sehat &amp; Favorit 1-3 Tahun, Wied Harry Apriadji, Hal. 18&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3097074452579791657-2606660781621941971?l=wanita-hadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/feeds/2606660781621941971/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2010/04/susu-bukan-segalanya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/2606660781621941971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/2606660781621941971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2010/04/susu-bukan-segalanya.html' title='Susu Bukan Segalanya'/><author><name>aYa iFada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18190596968906730289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-GoEbHJU_TEE/Tiu_0AsE3II/AAAAAAAAAmM/be2wOtIAHeY/s220/20101675.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3097074452579791657.post-6644655888593186114</id><published>2010-03-25T23:17:00.006+08:00</published><updated>2011-12-16T23:42:59.759+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Breastfeeding'/><title type='text'>Mengapa ASI Tidak Langsung Keluar Sejak Melahirkan?</title><content type='html'>Rumah sakit bersalin memberikan susu formula pada seorang bayi di hari-hari pertama hidupnya, dengan alasan bahwa "susu ibunya belum keluar". Meski sekilas tampak sebagai niatan baik dari pihak rumah sakit, sebenarnya tindakan ini tidak benar, bahkan, merupakan promosi terselubung susu formula. Saya prihatin sekali bahwa kerap kali rumah sakit tidak berperan dalam mendidik orangtua dalam pemberian ASI, bahkan dijadikan tangan untuk menjual susu formula.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana fakta yang berkaitan dengan mitos "perlu susu formula pada hari-hari pertama melahirkan karena ASI belum keluar"?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Kapan susu mulai keluar?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum keluarnya ASI pada hari pertama kelahiran adalah sesuatu yang normal. Hari-hari pertama ditandai dengan keluarnya kolostrum dengan jumlah yang kecil tetapi sangat penting untuk antibodi bayi. ASI resminya baru keluar 2-3 hari sejak melahirkan. Bayi sendiri secara alami akan tahan selama 2-3 hari sejak lahir tanpa ASI. Sayangnya, banyak ibu menjadi keburu pesimis karena susu yang tidak langsung keluar itu. Padahal sebenarnya itu normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Apabila ASI belum keluar pada hari pertama kelahiran, apa perlu diberi formula?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TIDAK.&lt;/span&gt; Belum keluarnya susu di hari-hari pertama sejak melahirkan bukan alasan yang tepat untuk memberikan susu formula. Malah, pemberian botol pada hari pertama sejak lahir bisa mengakibatkan bayi menjadi bingung puting, yang menyebabkan menghisap puting ibunya dengan cara yang salah, dan ini menyebabkan lecet puting dan berbagai masalah menyusui lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Lantas, kalau memang ASI baru keluar 2-3 hari kemudian, kenapa harus tetap menyusui bayi pada masa sebelum ASI keluar?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Karena dua hal.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama,&lt;/span&gt; meskipun tidak ada ASI tetapi payudara ibu mengandung kolostrum, yang berisi konsentrasi antibodi yang penting untuk bayi, dan juga membersihkan pencernaan bayi, merangsang keluarnya tinja pertama bayi. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua,&lt;/span&gt; mekanisme hisapan bayi pada payudara ibu, akan membawa dua keuntungan yaitu: merangsang keluarnya ASI resmi dengan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan bayi, dan juga untuk merangsang rahim menciut karena hisapan puting merangsang hormon oksitosin.&lt;br /&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=98327&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;Pernah ada kasus seorang Ibu yg bayinya sudah 3 bulan tapi sama sekali belum pernah mengeluarkan ASI. Semenjak keluar dari rumah sakit, selalu diberikan susu formula.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Berikut jawaban dari Ibu Ira Puspadewi, Konselor Sentra Laktasi Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Intinya dengan tekad dan kesabaran, pasti bisa. ASI sebenarnya pasti ada pada setiap Ibu, hanya saja ASI itu tdk dihisap oleh bayi. Jika bayi sudah terbiasa dengan dot botol susu, kecenderungannya akan menolak menyusui. Gejala ini disebut nipple confussion atau bingung puting. Tetapi jgn khawatir, keadaan ini msh bisa diperbaikidgn proses yg disebut relaktasi. Prinsipnya, produksi ASI akan meningkat, sesuai dgn jumlah hisapan bayi. Makin sering/lama dihisap, makin banyak mengeluarkan ASI.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Langkahnya :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Stop pemberian susu formula dgn botol/dot.&lt;br /&gt;2. Dalam masa transisi menuju ASI, sufor ditaruh dalam kantung plastik yg digantungkan pada leher Ibu, yg disambung dgn selang yg diarahkan ke aerola.&lt;br /&gt;3. Bayi dirangsang agar menghisap payudara Ibu, dan susu bisa dialirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama transisi-jika konsumsi susu msh berkurang berikan sufor dgn sendok saja-untuk melupakan dot dan berganti dgn payudara Ibu. Jika dijalankan dgn sabar dan konsisten (tanpa dot sama sekali), insyaAllah ASI akan mulai lancar pd hari ke-7.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanamkan bahwa ASI adalah awal investasi terbesar yg dapat dipersembahkan untuk kebaikan anak sepanjang hidupnya. ASI juga hak anak-yang sayangnya tidak bisa ia minta sendiri. Karena itu, kita wajib memberikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;http://asioke.multiply.com/&lt;/span&gt; dan &lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;http://www.parentsguide.co.id/smf/index.php?topic=1438.0&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3097074452579791657-6644655888593186114?l=wanita-hadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/feeds/6644655888593186114/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2010/03/mengapa-asi-tidak-langsung-keluar-sejak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/6644655888593186114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/6644655888593186114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2010/03/mengapa-asi-tidak-langsung-keluar-sejak.html' title='Mengapa ASI Tidak Langsung Keluar Sejak Melahirkan?'/><author><name>aYa iFada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18190596968906730289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-GoEbHJU_TEE/Tiu_0AsE3II/AAAAAAAAAmM/be2wOtIAHeY/s220/20101675.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3097074452579791657.post-6832154202918488544</id><published>2010-03-25T16:58:00.003+08:00</published><updated>2010-03-25T17:08:44.557+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makanan Pendamping Asi'/><title type='text'>Susu Sapi Pada Dasarnya Memang Untuk Anak Sapi</title><content type='html'>NUTRISI yang terdapat dalam susu cocok untuk anak sapi yang tengah berkembang. Yang penting bagi pertumbuhan anak sapi belum tentu berguna bagi manusia. Terlebih lagi, dalam dunia alami, hewan yang minum susu hanyalah bayi yang baru lahir. Tidak ada mamalia yang minum susu setelah dewasa (kecuali Homo sapiens). Inilah cara kerja alam. Hanya manusia yang dengan sengaja memngambil susu dari spesies lain, mengoksidasi, dan meminumnya. Ini bertentangan dengan hukum alam.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=bK6%2FNNkwWw8%3D&amp;amp;cid=TlffQoaJN%2F0%3D&amp;amp;chan=1gfHPDjZ5Sw%3D&amp;amp;type=2&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFCC&amp;amp;border=FFFFCC&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jepang dan Amerika Serikat, anak-anak didorong untuk minum susu saat makan siang di sekolah karena susu yang kaya nutrisi dianggap baik untuk anak-anak yang tengah tumbuh. Namun, siapa pun yang menganggap bahwa susu sapi dan air susu ibu manusia adalah sama, tentunya sangat salah. Jika Anda mendata berbagai nutrisi yang ditemukan baik dalam susu sapi maupun ASI, keduanya memang sangat serupa. Nutrisi seperti protein, lemak, laktosa, zat besi, kalsium, fosfor, natrium, kalium, dan vitamin, ditemukan dalam keduanya. Namun, kualitas dan jumlah nutrisi ini sangat berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komponen utama yang ditemukan dalam susu sapi disebut KASEIN. Saya pernah menyinggung fakta bahwa protein ini sangat sulit dicerna dalam sistem pencernaan manusia. Sebagai tambahan, susu sapi juga mengandung bahan antioksidan LAKTOFERIN, yang memperkuat fungsi kekebalan tubuh. Namun, laktoferin yang terdapat dalam ASI adalah 0,15 % sementara yang terdapat dalam susu sapi hanya 0,01 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya, bayi-bayi yang baru lahir dari spesies yang berbeda membutuhkan jumlah dan rasio nutrisi yang berbeda pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dan bagaimana dengan orang dewasa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAKTOFERIN menjadi contohnya. Laktoferin dalam susu sapi terurai dalam asam lambung. Bahkan jika Anda meminum susu segar yang belum diproses menggunakan suhu tinggi, laktoferin di dalamnya akan terurai dalam lambung. Begitu pula halnya dengan laktoferin yang terdapat dalam ASI. Seorang bayi manusia yang baru lahir dapat menyerap laktoferin dari ASI dengan baik karena lambungnya masih belum berkembang sempurna, dan karena sekresi asam lambungnya hanya sedikit, laktoferin pun tidak terurai. Dengan kata lain, ASI manusia memang tidak dimaksudkan untuk dikonsumsi oleh manusia dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susu sapi, walaupun sebagai susu segar yang masih mentah, bukanlah makanan yang cocok bagi manusia. Kita mengubah susu segar, yang pada dasarnya memang tidak baik bagi kita, menjadi makanan buruk dengan cara homogenisasi dan pasteurisasi pada suhu tinggi. Kemudian, kita memaksa anak-anak kita untuk meminumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu masalah lain adalah orang-orang dari kebanyakan kelompok etnis tidak memiliki cukup banyak ENZIM LAKTASE untuk menguraikan laktosa. Kebanyakan orang memiliki cukup banyak enzim ini pada saat masih bayi, tetapi kemudian berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Pada saat orang-orang ini minum susu, mereka mengalami berbagai gejala seperti perut bergemuruh atau diare, yang merupakan hasil ketidakmampuan tubuh mereka mencerna laktosa. Orang-orang yang benar-benar tidak memiliki laktase atau jumlah enzimnya benar-benar rendah disebut tidak tahan laktosa (WH: lactose intolerance). Hanya sedikit orang yang benar-benar tidak tahan laktosa, tetapi sekitar 90 % dari bangsa Asia; 75 % dari bangsa Hispanik, Indian, Amerika, dan kulit hitam Amerika; begitu pula 60 % orang dari berbagai kebudayaan di Mediterania dan 15 % masyarakat keturunan Eropa utara tidak memiliki cukup banyak enzim ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAKTOSA adalah zat gula yang hanya terdapat dalam susu mamalia. Susu hanya diminum oleh bayi-bayi yang baru lahir. Walaupun banyak orang dewasa yang kekurangan laktase, pada saat baru dilahirkan, semua bayi yang sehat memiliki cukup banyak enzim tersebut untuk kebutuhan mereka. Terlebih lagi, kadar laktosa dalam ASI adalah sekitar 7 %, sementara dalam susu sapi hanya 4,5 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena manusia pada saat bayi mampu minum ASI yang kaya akan laktosa tetapi berakhir dengan menghilangnya enzim tersebut setelah dewasa, saya yakin inilah cara alam untuk mengatakan bahwa susu bukan untuk diminum oleh manusia dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika memang sangat menyukai rasa susu, saya sangat menyarankan Anda membatasi seringnya mengonsumsi susu, berusaha untuk minum susu yang tidak dihomogenasi, dan dipasteurisasi pada suhu rendah. Anak-anak dan orang dewasa yang tidak menyukai susu tidak boleh dipaksa untuk meminumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Singkatnya, minum susu tidak bermanfaat baik bagi tubuh. ***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip sesuai aslinya dari buku "THE MIRACLE OF ENZYME: Self-Healing Program - Meningkatkan Daya Tahan Tubuh - Memicu Regenerasi Sel" oleh Hiromi Shinya, M.D. (terjemahan), hal. 131-134, diterbitkan oleh Qanita/Mizan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3097074452579791657-6832154202918488544?l=wanita-hadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/feeds/6832154202918488544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2010/03/susu-sapi-pada-dasarnya-memang-untuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/6832154202918488544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/6832154202918488544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2010/03/susu-sapi-pada-dasarnya-memang-untuk.html' title='Susu Sapi Pada Dasarnya Memang Untuk Anak Sapi'/><author><name>aYa iFada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18190596968906730289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-GoEbHJU_TEE/Tiu_0AsE3II/AAAAAAAAAmM/be2wOtIAHeY/s220/20101675.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3097074452579791657.post-3954938703236240655</id><published>2010-03-25T12:16:00.003+08:00</published><updated>2010-03-25T13:50:59.975+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makanan Pendamping Asi'/><title type='text'>Tips Pemberian Makanan Untuk Si Batita</title><content type='html'>Moms, anaknya udah 1 taon/lebih ya? Wah, udah bukan bayi lg donk, skrg udah jadi batita. Bahagia ya liat dia semakin besar... Semakin berakal, semakin banyak gaya &amp;amp; semakin susah makan??? Oh no! Klo yg satu itu jangan sampe deh... Sebenernya kenapa seh batita jadi susah makan? Gimana tipsnya biar dia tetap nafsu makan? Check this out!&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=bK6%2FNNkwWw8%3D&amp;amp;cid=TlffQoaJN%2F0%3D&amp;amp;chan=1gfHPDjZ5Sw%3D&amp;amp;type=2&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFCC&amp;amp;border=FFFFCC&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;1. Berikan makanan 5-6 kali sehari.&lt;/span&gt; Pada masa ini lambung anak belum mampu mengakomodasi porsi makan 3 kali sehari. Mereka perlu makan lebih sering, sekitar 5-6 kali sehari (3 kali makan “berat” ditambah cemilan sehat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;2. Berikan porsi kecil.&lt;/span&gt; Batita dikenal sebagai anak yang mempunyai nafsu makan yang naik-turun. Kadang doyan makan, kadang hanya makan sedikit, namun tetap bisa tumbuh dengan sehat. Tanggung jawab Anda sebagai orang tua adalah memberikan makanan bernutrisi sesuai jadwal pemberian makan dan cemilannya, dalam suasana yang menyenangkan. Selebihnya, terserah batita Anda untuk memutuskan apa dan berapa banyak yang dimakannya. Berikanlah makanan dalam porsi kecil – batita Anda akan memberikan sinyal jika ia ingin nambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;3. Jangan berikan susu dan jus sampai berlebihan.&lt;/span&gt; Minuman bisa mempengaruhi napsu makan batita. Agar batita tumbuh dengan baik, ia membutuhkan 2-3 cangkir susu (atau 2-3 porsi susu dan produk susu olahan) per hari. Apabila batita Anda minum lebih dari 2-3 cangkir sehari, maka batita Anda akan terlalu kenyang untuk mengonsumsi makanan yang mengandung nutrisi penting, seperti zat besi dan vitamin. Untuk menghindarinya, berikan susu setelah batita makan. Demikian halnya dengan jus, batasi pemberian jus menjadi maksimal 120 ml per hari, terlalu banyak jus akan membuat anak Anda kehilangan napsu makan dan atau diare. Biarkan anak mengeksplorasi makanan dan memutuskan makanan yang mereka inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;4. Tumbuhkan keterampilan makan.&lt;/span&gt; Saat batita mulai mengetahui cara makan sendiri, mereka biasanya menjadi terlalu bersemangat ingin makan tanpa bantuan. Walaupun mereka mungkin mengalami kesulitan untuk mengambil makanan yang licin atau menyendoki makanan tertentu, mereka akan cenderung menolak untuk dibantu. Anda bisa memastikan bahwa batita Anda mendapatkan makanan yang cukup dengan menyediakan makanan yang lunak dan mudah dikunyah, yang dipotong kecil seukuran satu suap anak, serta memasak makanan yang lengket di sendok, seperti havermut atau kentang yang dihaluskan, untuk melatih kemampuan batita menggunakan sendok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar batita dapat beralih dari botol ke cangkir di usia 14 bulan, walaupun masih membutuhkan bantuan. Biarkan batita berlatih dengan sedikit air dalam sippy cup/training cup nya, lama-kelamaan batita Anda akan mahir menggunakan cangkir tanpa bantuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jangan biasakan anak untuk selalu disuapi oleh orang tua atau pengasuhnya, biarkan anak Anda mengeksplorasi keterampilan makan tanpa bantuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;5. Kurangi makanan/minuman lemak secara bertahap.&lt;/span&gt; Walaupun batita membutuhkan kalori lebih sedikit dari masa bayinya, jangan batasi kadar lemak dalam makananya sampai ia berusia 2 tahun. Setelah anak menginjak usia 2 tahun, baru Anda bisa secara bertahap menguragi kadar lemak di makanannya, dan meningkatkan asupan sereal, sayuran dan buah-buahan. Mulailah dengan memilih susu atau produk susu olahan yang rendah lemak (low-fat) serta menghindari/mengurangi cemilan yang kayak lemak (spt kentang goreng, coklat, dll).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;6. Berikan makanan kaya zat besi.&lt;/span&gt; Kekurangan zat besi atau anemia seringkali ditemukan pada anak batita. Anemia berdampak negative pada kesehatan anak juga pada kemampuannya untuk belajar. Untuk pencegahan, berikan batita Anda makanan kaya zat besi seperti daging, unggas, ikan, dan sereal yang diperkaya zat besi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;7. Jadikan waktu makan sebagai saat yang menyenangkan.&lt;/span&gt; Membuat waktu makan sebagai saat yang menyenangkan memang susah, terlebih lagi jika orang tua khawatir anaknya tidak cukup makan. Akibatnya, sebagian orang tua akan memaksa anak untuk makan, dan anak akan belajar bahwa ia bisa memegang kendali dengan menolak makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Situasi ini dapat dicegah dengan melakukan beberapa hal:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;· Jangan paksa batita untuk makan.&lt;/span&gt; Satu hal yang jangan Anda lakukan adalah memaksa batita Anda untuk makan. Memaksa atau mencekoki makanan pada batita yang tidak lapar seringkali malah berakibat anak semakin menolak makanan. Batita mempunyai naluri alami untuk menginginkan kendali tentang apa dan berapa banyak makanan yang masuk dalam mulutnya. Banyak batita yang melakukan aksi tutup mulut hanya untuk menunjukkan bahwa mereka yang mempunyai kendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;· Pastikan batita didudukkan dengan nyaman saat makan&lt;/span&gt; (gunakan kursi tinggi) dan makan di ruang makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;· Kurangi kegiatan serta sumber suara atau visual yang bisa mengganggu perhatiannya&lt;/span&gt; (seperti makan sambil bermain, menonton TV, dan lainnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;· Bantu batita Anda untuk menikmati saat makannya.&lt;/span&gt; Senyumlah atau berbicaralah saat batita Anda makan, makan bersama, dan Anda menunjukkan ekspresi bahwa Anda sangat menikmati makanan tersebut. Biarkan batita Anda mencoba sedikit makanan Anda. Satu hal lagi, jangan memaksa dan “menipu” batita Anda agar anak Anda makan. Misalnya: “nanti mama pergi loh kalo ade ga makan”, “eh makan satu suap ini aja”, atau “ini suapan yang terakhir kok” (padahal masih banyak). Orang tua dapat menjelaskan makan yang dimakan batita atau berbicara hal-hal lain selama waktu makan, hindari kalimat-kalimat negatif, seperti, “Kamu nakal banget sih nggak mau makan”, “Mama nggak suka kalau kamu nggak makan sayuran”. Sebisa mungkin, orang tua menyempatkan diri untuk makan bersama dengan batita supaya mereka bisa mencontohkan cara makan dan mengenalkan anak dengan makanan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;8. Jadikan waktu makan sebagai kesempatan untuk belajar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;· Belajar kebiasaan makan yang baik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang tua dapat membuat waktu makan sebagai proses pembelajaran bagi batita dan sebagai waktu yang menyenangkan bagi semua anggota keluarga, dengan menetapkan sejumlah aturan:&lt;br /&gt;1. Tetapkan jam makan yang sama setiap harinya, baik makan pagi, makan siang dan makan malam&lt;br /&gt;2. Makan di ruang makan, bukan di ruang duduk keluarga atau di depan TV atau sambil berjalan-jalan di taman.&lt;br /&gt;3. Dudukkan batita duduk di kursi makannya atau dipangkuan (bukan digendongan atau sambil berjalan/bermain/berlarian/di baby walker).&lt;br /&gt;4. Matikan TV atau pastikan bahwa setiap anggota keluarga menghabiskan cukup waktu di meja makan hanya untuk makan, bukan sambil menonton TV, membaca koran/majalah, ber-SMS atau berbicara lewat handphone/telpon, atau makan terburu-buru.&lt;br /&gt;5. Ciptakan suasana yang tenang, bersahabat, bukan untuk berargumen, memarahi anak dan hal-hal lain yang bisa membuat kesan bahwa waktu makan adalah hal yang menegangkan. Suasana yang tegang di meja makan membuat anak menganggap waktu makan sebagai beban, bukan saat menyenangkan dengan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;· Belajar ketrampilan makanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Makan bersama keluarga memberikan kesempatan bagi batita untuk belajar makan dengan mengobservasi anggota keluarga lain. Mereka belajar cara menggunakan peralatan makan dan bagaimana cara memakan makanan tertentu (seperti sate, jagung, dan lain sebagainya). Mereka melihat ada makanan yang dicocolkan dengan sambal/saus, ada yang diolesi, ada yang dimakan dengan tangan, dan lainnya. Melihat orang tua dan saudara-saudaranya minum dengan gelas membuatnya tertarik untuk mencoba.&lt;br /&gt;Batita juga pandai belajar sejumlah keterampilan sosial yang penting. Mereka mulai mengerti konsep bahwa makanan dimakan sambil duduk (bukan berlarian atau digendongan), meminta makanan atau susu tambahan sambil berkata “tolong” dan “terima kasih”. Secara umum, mereka belajar menggunakan suara yang lembut dan menyenangkan saat makan, mengamati bagaimana anggota keluarga mendengarkan dengan sopan dan tidak memotong pembicaraan orang lain. Mereka juga belajar bahwa melempar-lempar makanan tidak baik, dan tidak ada anggota keluarga lain yang memuntahkan makanannya ke atas meja/piring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;· Belajar mengenai makanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Acara makan bersama juga dapat mengajarkan batita mengenai makanan. Mereka mungkin akan hanya makan jenis makanan tertentu untuk sementara waktu, namun mereka akan mengamati makanan menarik lain (yang ada di meja) dan mungkin ingin bereksperiman dengan mencoba-coba makanan yang dikonsumsi orang tua dan saudara-saudaranya. Membantu persiapan makanan juga bisa membuat batita lebih semangat untuk mencoba berbagai jenis makanan, jadi, jika memungkinkan, berikan tugas-tugas yang mudah seperti menaburkan seledri, menuangkan air, meletakkan hiasan makanan, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Di usia muda, anak lebih suka memakan makanan yang dimakan orang tuanya. Saat usia mereka bertambah, mereka ingin makan apa yang dimakan teman-temannya (dan yang ada di iklan TV). Oleh karena itu, orang tua bisa memberikan model atau contoh bagi anak dengan memilih makanan yang sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirangkum oleh: Dian Safitri&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;· &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Your 24-month-old's physical development: Moving every which way&lt;/span&gt;, Dana Sullivan&lt;br /&gt;· &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Feeding Development: An Overview&lt;/span&gt;, Robert Needlman, M.D.m F.A.A.P.&lt;br /&gt;· &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Family Meals: A Time For Toddlers&lt;/span&gt;, Maria Silva, M.S, R.D.&lt;br /&gt;· &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Nourishing Your Toddler&lt;/span&gt;, Maria Silva, M.S, R.D.&lt;br /&gt;· &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Bayiku Anakku&lt;/span&gt;, dr. Purnamawati S. Pujiarto, SpAK, MMPed&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3097074452579791657-3954938703236240655?l=wanita-hadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/feeds/3954938703236240655/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2010/03/tips-pemberian-makanan-untuk-si-batita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/3954938703236240655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/3954938703236240655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2010/03/tips-pemberian-makanan-untuk-si-batita.html' title='Tips Pemberian Makanan Untuk Si Batita'/><author><name>aYa iFada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18190596968906730289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-GoEbHJU_TEE/Tiu_0AsE3II/AAAAAAAAAmM/be2wOtIAHeY/s220/20101675.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3097074452579791657.post-703557451354265170</id><published>2010-03-25T00:52:00.001+08:00</published><updated>2010-03-25T00:55:55.108+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makanan Pendamping Asi'/><title type='text'>Sayuran Tersembunyi Dalam Makanan Si Kecil</title><content type='html'>Sulit makan sayur seringkali menjadi problem sebagian besar anak-&lt;br /&gt;anak. Namun Anda tak perlu kehilangan akal. Mengingat sumbangan&lt;br /&gt;nutrisi dan seratnya sangat vital, sayur seyogianya tetap Anda&lt;br /&gt;berikan. Caranya, "sembunyikan" sayuran dalam makanan favorit anak-&lt;br /&gt;anak.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=bK6%2FNNkwWw8%3D&amp;amp;cid=TlffQoaJN%2F0%3D&amp;amp;chan=1gfHPDjZ5Sw%3D&amp;amp;type=2&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFCC&amp;amp;border=FFFFCC&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAYURAN merupakan sumber nutrisi penting bagi anak-anak, terutama kandungan betakaroten, mineral, dan juga serat. Sebenarnya tak ada alasan untuk tidak memberikannya, meskipun anak-anak menolaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak cara mudah menghidangkan sayuran pada anak-anak:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Untuk anak-anak yang sulit makan sayur, samarkan sayuran dengan cara dihaluskan. Campurkan ke dalam makanan favoritnya, misalnya nugget, perkedel, mi, nasi, puding, kue-kue, atau es krim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bila anak Anda tidak menolak sayuran yang tampak secara fisik, lebih mudah bagi Anda untuk menyiapkan hidangan sayuran yang menggugah selera. Potong sayuran dengan bentuk-bentuk mainan kegemarannya. Gunakan cookies cutter berbentuk lucu untuk memotongnya. Selalu masak sayuran hingga masak dan empuk. Umumnya anak menolak makan sayur bukan karena ia tidak suka, tetapi karena ia harus mengunyah terlalu lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sebaiknya sajikan sayuran ketika masih hangat, karena makanan hangat lebih menggugah selera makan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Wied Harry Apriadji&lt;br /&gt;Dikutip sebagian dari Majalah NIRMALA November 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Milis Gizi_BayiBalita&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3097074452579791657-703557451354265170?l=wanita-hadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/feeds/703557451354265170/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2010/03/sayuran-tersembunyi-dalam-makanan-si.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/703557451354265170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/703557451354265170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2010/03/sayuran-tersembunyi-dalam-makanan-si.html' title='Sayuran Tersembunyi Dalam Makanan Si Kecil'/><author><name>aYa iFada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18190596968906730289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-GoEbHJU_TEE/Tiu_0AsE3II/AAAAAAAAAmM/be2wOtIAHeY/s220/20101675.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3097074452579791657.post-2936773417971444329</id><published>2010-03-19T09:52:00.004+08:00</published><updated>2010-03-19T10:37:17.562+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makanan Pendamping Asi'/><title type='text'>Saran Pengenalan Makanan Sesuai Usia Anak</title><content type='html'>Selamat ya, buat bunda yg udah lulus ngasih ASI eksklusif buat baby nya... Sebagai panduan jenis makanan apa saja yg boleh dikasih ke baby dari usia 0 sampai 4 tahun ke atas, akan saya sharing di postingan ini.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=bK6%2FNNkwWw8%3D&amp;amp;cid=TlffQoaJN%2F0%3D&amp;amp;chan=1gfHPDjZ5Sw%3D&amp;amp;type=2&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFCC&amp;amp;border=FFFFCC&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;0-6 Bulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;ASI/ASI perah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;6 bulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Sereal/Gandum:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Beras Putih, Beras Merah, Havermut&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Sayuran:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ubi kuning, Labu parang, Labu kuning&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Buah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pisang, Pear, Apel, Alpukat, Pepaya&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Daging &amp;amp; Protein:&lt;/span&gt; -&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Susu &amp;amp; Produk Susu:&lt;/span&gt; -&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Kacang-kacangan/bumbu, dll:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;kacang hijau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;7 bulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Sereal/Gandum:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Beras Putih, Beras Merah, Havermut&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Sayuran:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kentang, Ketimun&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Buah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Timun suri, Blewah&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Daging &amp;amp; Protein:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tahu, Tempe, Daging Ayam, Ati Ayam&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Susu &amp;amp; Produk Susu:&lt;/span&gt; -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;8-9 bulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Sereal/Gandum:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gandum, Crackers, Roti gandum, Teething biscuits, Pasta /mi /macaroni yg tdk mengandung telur&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Sayuran:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bit, Lobak, Wortel, Sawi Hijau, Bayam, Brokoli, Kembang kol, Kol, Asparagus, Kacang kedelai&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Buah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mangga, Peach, Aprikot&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Daging &amp;amp; Protein:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Daging sapi, Kalkun, Kuning telur&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Susu &amp;amp; Produk Susu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Keju cheddar, Yogurt bayi&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Kacang-kacangan/bumbu, dll:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rempah-rempah alam menyengat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;10-12 bulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Sereal/Gandum:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pasta (mie, macaroni) yg tdk mengandung telur&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Sayuran:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Buncis, Kacang panjang, Kacang kapri, Kacang kedelai, Jus sayuran&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Buah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nanas, Kiwi, Melon&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Daging &amp;amp; Protein:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kuning Telur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;12-24 bulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Sereal/Gandum:&lt;/span&gt; Semua&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Sayuran:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jagung, Tomat, Seledri, Daun slada, Bawang Bombay, Sayuran yang dimakan tanpa dimasak&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Buah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Buah sitrus: jeruk, lemon, jeruk bali, jeruk limo, dll&lt;br /&gt;Buah berri: strawberry, raspberry, dll&lt;br /&gt;Kurma, Cherry, Anggur (dipotong empat), Buah yang dimakan tanpa dimasak&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Daging &amp;amp; Protein:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Daging babi, Ham, Ikan, Putih Telur, Telur utuh&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Susu &amp;amp; Produk Susu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Susu sapi segar, Susu UHT, Yogurt plain, Susu bubuk biasa (non formula), Ice cream, Cottage cheese&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Kacang-kacangan/bumbu, dll:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Madu, Selai kacang, Rempah-rempah lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;2 – 3 thn&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Sereal/Gandum:&lt;/span&gt; Semua&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Sayuran:&lt;/span&gt; Semua&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Buah:&lt;/span&gt; Semua&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Daging &amp;amp; Protein:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kerang-kerangan&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Susu &amp;amp; Produk Susu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Susu dan produk susu rendah lemak.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Kacang-kacangan/bumbu, dll:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kacang tanah, Coklat, Biji-bijian, Garam, Gula&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;4 thn + &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Sereal/Gandum:&lt;/span&gt; Semua&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Sayuran:&lt;/span&gt; Semua&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Buah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anggur, ceri, berry utuh, Kismis&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Daging &amp;amp; Protein:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Satai&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Kacang-kacangan/bumbu, dll:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Keripik/chips, Kacang (utuh), Permen, Permen karet, Pop corn, Hotdog/ sosis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:Introducing solid foods: What you need to know, &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;http://www.mayoclinic.com/invoke.cfm?id=PR00029&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Parents’ Survival Guide to Transitional Feeding, The Institute of Pediatric Nutrition&lt;br /&gt;Bayiku Anakku, dr Purnamawa&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3097074452579791657-2936773417971444329?l=wanita-hadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/feeds/2936773417971444329/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2010/03/saran-pengenalan-makanan-sesuai-usia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/2936773417971444329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/2936773417971444329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2010/03/saran-pengenalan-makanan-sesuai-usia.html' title='Saran Pengenalan Makanan Sesuai Usia Anak'/><author><name>aYa iFada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18190596968906730289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-GoEbHJU_TEE/Tiu_0AsE3II/AAAAAAAAAmM/be2wOtIAHeY/s220/20101675.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3097074452579791657.post-4861644235499633683</id><published>2010-03-19T09:26:00.002+08:00</published><updated>2010-03-19T09:51:21.793+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makanan Pendamping Asi'/><title type='text'>Prinsip Pemberian Makanan Pendamping ASI (4)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tingkatkan tekstur, frekuensi dan porsi makanan secara bertahap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan pertumbuhan anak antara 6 sampai 24 bulan, maka sesuaikan tekstur, frekuensi dan porsi makanan sesuai usia anak. Jangan lupa untuk melanjutkan pemberian ASI sampai usia 2 tahun atau lebih dengan frekuensi sesuka bayi. Kebutuhan energi dari makanan hádala sekitar 200 kcal/hari untuk bayi usia 6-8 bulan, 300 kcal/hari untuk bayi usia 9-11 bulans, dan 550 kcal/hari untuk anak usia 12-23 bulan.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=bK6%2FNNkwWw8%3D&amp;amp;cid=TlffQoaJN%2F0%3D&amp;amp;chan=1gfHPDjZ5Sw%3D&amp;amp;type=2&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFCC&amp;amp;border=FFFFCC&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;6 – 8 bulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Jenis:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1 jenis bahan dasar (6 bulan)&lt;br /&gt;2 jenis bahan dasar (7 bulan)&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Tekstur:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Semi-cair (dihaluskan atau puree), secara bertahap kurangi campuran air sehingga menjadi semi-padat.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Frekuensi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Makan Utama: 1-2x/hari&lt;br /&gt;Camilan: 1 x/hari&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Porsi&lt;/span&gt;: 1-2 sdt, secara bertahap ditambahkan.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;ASI:&lt;/span&gt; Sesuka bayi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;8 – 9 bulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Jenis:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;2-3 jenis bahan dasar (sajikan secara terpisah atau dicampur)&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Tekstur:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lunak (disaring) dan potongan makanan yg dpt digenggam dan mudah larut.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Frekuensi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Makan Utama: 2-3x/hari&lt;br /&gt;Camilan: 1x/hari&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Porsi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;2-3 sdm makanan semi padat.&lt;br /&gt;Potongan makanan seukuran sekali gigit.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;ASI&lt;/span&gt;: Sesuka bayi&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Susu &amp;amp; produk susu olahan&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;Belum boleh susu sapi&lt;br /&gt;½ slice keju cheddar&lt;br /&gt;¼ cangkir yogurt utk bayi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;9-12 bulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Jenis:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;3-4 jenis bahan dasar (sajikan secara terpisah atau dicampur)&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Tekstur:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kasar (dicincang) Makanan yang dipotong &amp;amp; dpt digenggam.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Frekuensi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Makan Utama: 3x/hari&lt;br /&gt;Camilan: 2x/hari&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Porsi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;3-4 sdm makanan semi padat yang kasar.&lt;br /&gt;Potongan makanan ukuran kecil/sekali gigit.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;ASI&lt;/span&gt;: Sesuka bayi&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Susu &amp;amp; produk susu olahan&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;Belum boleh susu sapi&lt;br /&gt;½ slice keju cheddar&lt;br /&gt;¼ cangkir yogurt utk bayi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;12 –24 bulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Jenis:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Makanan Keluarga (tanpa garam, gula, penyedap, hindari santan dan gorengan)&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Tekstur:&lt;/span&gt; Padat&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Frekuensi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Makan Utama: 3-4x/hari&lt;br /&gt;Camilan: 2x/hari&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Porsi&lt;/span&gt;: 5 sdm makanan atau lebih.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;ASI&lt;/span&gt;: Sesuka bayi&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Susu &amp;amp; produk susu olahan&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;1-2 porsi susu sapi atau produk susu olahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan pertama sebaiknya adalah golongan beras dan sereal karena berdaya alergi rendah. Beras dan sereal disangrai dan dihaluskan menjadi tepung, tim dengan air secukupnya sampai matang, kemudian campurkan dengan ASI atau air matang untuk membentuk tekstur semi cair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara berangsur-angsur perkenalkan sayuran yang dikukus dan dihaluskan dan kemudian buah yang dihaluskan, kecuali pisang dan alpukat matang, jangan berikan buah/sayuran mentah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bayi dapat mentolerir beras/sereal, sayur dan buah dengan baik, berikan sumber protein (tahu, tempe, dg ayam, ati ayam &amp;amp; dg sapi) yang dikukus dan dihaluskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bayi mampu mengkoordinasikan lidahnya degan lebih baik, secara bertahap bubur dibuat lebih kental (kurangi campuran air), kemudian menjadi lebih kasar (disaring kemudian cincang halus), lalu menjadi kasar (cincang kasar) dan akhirnya bayi siap menerima makanan padat yang dikonsumsi keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah jenis makanan harus ditunda pemberiannya karena merupakan pencetus alergi, sedangkan sejumlah jenis lainnya harus ditunda pemberiannya karena mempunyai kandungan dan bentuk yang berbahaya bagi anak di usia tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Introducing solid foods: What you need to know, http://www.mayoclinic.com/invoke.cfm?id=PR00029&lt;br /&gt;Parents’ Survival Guide to Transitional Feeding, The Institute of Pediatric Nutrition&lt;br /&gt;Bayiku Anakku, dr Purnamawati S. Pujiarto Sp.Ak, M.Ped.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3097074452579791657-4861644235499633683?l=wanita-hadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/feeds/4861644235499633683/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2010/03/prinsip-pemberian-makanan-pendamping.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/4861644235499633683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/4861644235499633683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2010/03/prinsip-pemberian-makanan-pendamping.html' title='Prinsip Pemberian Makanan Pendamping ASI (4)'/><author><name>aYa iFada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18190596968906730289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-GoEbHJU_TEE/Tiu_0AsE3II/AAAAAAAAAmM/be2wOtIAHeY/s220/20101675.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3097074452579791657.post-4709219837186652355</id><published>2010-03-02T13:51:00.004+08:00</published><updated>2010-03-02T14:03:12.149+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Anak'/><title type='text'>Berbobot Lebih Belum Tentu Sehat</title><content type='html'>Kondisi bayi yang lahir dengan bobot berlebih justru harus lebih dipantau demi menghindari risiko di kemudian hari. Sebenarnya siapa sih yang disebut bayi berat lahir berlebih itu?&lt;span id="fullpost"&gt; Ada dua kelompok. Pertama, bayi yang begitu lahir memiliki bobot lebih dari 3.900 gram. Padahal normalnya, sekitar 2.500-3.800 gram. Kondisi yang dikenal sebagai giant baby ini dapat terbawa sampai anak tumbuh dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua, bobot si kecil sewaktu lahir tergolong normal tapi pada masa pertumbuhannya naik cukup banyak hingga melebihi ambang batas grafik pertambahan berat badan. Nah, bayi seperti ini diistilahkan sebagai bayi dengan berat badan di atas rata-rata. Kondisi ini umumnya disebabkan pola makan bayi yang berlebihan dan asupan gizi yang tidak seimbang. Obesitas pada anak diklasifikasikan berdasarkan hasil pengukuran berat badan dibandingkan panjang badannya. Dikatakan obesitas ringan bila perbandingan berat terhadap panjang badan antara 120-135%, sedangkan disebut obesitas berat bila perbandingan berat terhadap panjang badannya antara 150-200%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGAPA JANIN BISA KELEBIHAN BERAT?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Ibu menderita kencing manis (Diabetes Melitus/DM)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadar gula darah ibu hamil penderita DM tergolong tinggi. Kondisi inilah yang memberi peluang janin untuk tumbuh melebihi ukuran rata-rata. Jika fungsi plasenta dan tali pusat baik, maka si calon bayi dapat tumbuh makin "subur".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Ibu memiliki riwayat melahirkan bayi besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu yang pada kehamilan pertama melahirkan giant baby berpeluang besar melahirkan anak kedua dan seterusnya dengan kondisi yang sama pada kehamilan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Faktor genetik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obesitas dan overweight yang dialami ayah atau ibu dapat menurun pada bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Pengaruh kecukupan gizi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Porsi makanan yang dikonsumsi ibu hamil akan berpengaruh terhadap bobot janin. Asupan gizi yang berlebih bisa mengakibatkan bayi lahir dengan berat di atas rata-rata normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Bukan kehamilan pertama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kecenderungan berat badan lahir anak kedua dan seterusnya lebih besar ketimbang anak pertama. Jika anak pertama lahir dengan bobot 3,8 kg, umpamanya, tidak mustahil anak kedua dilahirkan dengan berat 4 kg. Toh, ini bukan patokan pasti. Adakalanya justru anak kedua dan seterusnya dilahirkan dengan berat badan lebih kecil. Hal ini juga tergantung pada asupan nutrisi, faktor genetik, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RISIKO APA SAJA YANG DIHADAPI?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang dikatakan tadi, bayi montok memang imut-imut tapi belum tentu sehat. Ada beberapa risiko yang mesti diwaspadai, berikut di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Rendah kadar gula darah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi dengan berat lahir lebih dari 3,9 kilogram yang dilahirkan dari ibu penderita DM akan diperiksa kondisi gula darahnya. Antisipasi ini dilakukan agar kadar gula darah bayi tidak drop begitu ia lahir akibat terhentinya suplai makanan dari sang ibu melalui plasenta. Kalau kadar gulanya memang rendah, bayi akan diberi cairan yang mengandung kadar gula tertentu. Umumnya dalam waktu 24 jam kondisinya akan kembali normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Obesitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi gemuk kelak berisiko mengalami obesitas. Hal ini akan berdampak kurang baik terhadap fungsi-fungsi organ tubuhnya. Jika ayah/ibu mengalami obesitas maka si kecil berpeluang 50% mengalami kondisi yang sama. Meski begitu, tidak semua bayi overweight pasti tumbuh menjadi anak obesitas. Ada yang berat badannya justru jadi normal atau malah jadi kurus. Semua ini bergantung pada pola makan dan banyaknya aktivitas yang dijalani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Keterlambatan kemampuan bergerak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh bayi yang gemuk dapat menghambat gerakan/aktivitasnya. Karena itu tak jarang, bayi-bayi gemuk mengalami keterlambatan perkembangan. Misalnya, di usia 7 bulan yang seharusnya sudah bisa duduk belum dapat dilakukan. Untuk itu, ia mesti rajin-rajin distimulasi. Bentuk stimulasi yang diberikan sama dengan bayi-bayi lain, hanya harus lebih sering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAK BOLEH DIET&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, walau si kecil tergolong "kelas berat", ia tidak dianjurkan menjalani diet. Ini artinya, makanan yang dikonsumsi tak boleh dikurangi atau bahkan dihentikan. Mengencerkan susu bayi pun tak diperkenankan karena sama-sama akan berdampak negatif. Salah satunya, kebutuhan kelori bayi jaditidak terpenuhi sehingga daya tahan tubuhnya menurun dan berisiko jatuh sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua hanya perlu memodifikasi pola konsumsi si kecil. Umpamanya, jika setelah berusia 6 bulan bayi lebih banyak mengonsumsi susu, selingi dengan makanan pendam-ping ASI yang kandungan gizinya memadai tapi tidak berlebihan. Untuk bayi di bawah 6 bulan, berikan ASI eksklusif untuk mencegah terjadinya obesitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara lain adalah mengonsumsi lebih banyak buah-buahan. Contohnya, bila sebelumnya dalam satu hari si kecil hanya mengonsumsi satu kali asupan buah-buahan sekarang bisa ditambah menjadi dua atau tiga kali pemberian menggantikan bubur beras atau bubur tepung lainnya. Alhasil, asupan karbohidratnya tidak terlalu banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan status gizi bayi dapat dipantau berkala setiap bulan dengan cara menimbang berat badan dan mengukur panjang badannya. Pemantauan ini perlu untuk mencegah kemungkinan terjadinya obesitas. Bila berat badan naik berlebihan dalam kurun waktu 1-3 bulan di atas rata-rata penambahan berat badan, orang tua harus berkonsultasi lebih intensif ke dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAK PERLU MEMBANDINGKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idealnya, berat badan bayi berada di garis normal pada grafik pertumbuhan. Ini artinya, pertambahan berat badannya seimbang dengan pertambahan tinggi badan dan usia. Untuk itulah, orang tua dianjurkan untuk selalu memantau berat badan bayinya secara berkala dengan membawa si kecil kontrol ke dokter/posyandu sebulan sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, orang tua kerap membanding-bandingkan berat badan si kecil dengan bayi lain. Kalau ia tidak semontok yang lain, ayah/ibu langsung mengambil kesimpulan kalau bayinya kekurangan gizi, kurang sehat, dan sebagainya. Tentu hal ini tidak benar. Fisik si kecil yang kurus tak mesti menandakan dia bermasalah selama BB-nya masih dalam range normal pada grafik pertumbuhan. Adakalanya badan si kecil bertambah panjang sehingga kelihatan kurus padahal berat badannya tetap naik. Ini yang penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa, bahwa setiap anak itu unik, berbeda, dan memiliki ciri khas tersendiri. Bahkan, dibandingkan kakak ataupun adiknya. Jadi tentu tidak bijaksana untuk membanding-bandingkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel Berat dan Tinggi Badan Rata-Rata&lt;br /&gt;(Umur 0-5 Tahun, jenis kelamin tidak dibedakan)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GgT3Bctl7lw/S4yp3I5THxI/AAAAAAAAAcw/W3veloxDXG0/s1600-h/tabel+BB+dan+TB+rata2+balita2.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 210px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GgT3Bctl7lw/S4yp3I5THxI/AAAAAAAAAcw/W3veloxDXG0/s400/tabel+BB+dan+TB+rata2+balita2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443912814329798418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sumber : Direktorat Gizi, Departemen Kesehatan RI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsultan ahli:&lt;br /&gt;dr. Rini Sekartini, Sp.A,&lt;br /&gt;dari Divisi Tumbuh Kembang-Pediatri Sosial, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia&lt;br /&gt;RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://www.tabloid-nakita.com/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=bK6%2FNNkwWw8%3D&amp;cid=TlffQoaJN%2F0%3D&amp;chan=1gfHPDjZ5Sw%3D&amp;type=2&amp;title=3D81EE&amp;text=000000&amp;background=FFFFCC&amp;border=FFFFCC&amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3097074452579791657-4709219837186652355?l=wanita-hadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/feeds/4709219837186652355/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2010/03/berbobot-lebih-belum-tentu-sehat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/4709219837186652355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/4709219837186652355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2010/03/berbobot-lebih-belum-tentu-sehat.html' title='Berbobot Lebih Belum Tentu Sehat'/><author><name>aYa iFada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18190596968906730289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-GoEbHJU_TEE/Tiu_0AsE3II/AAAAAAAAAmM/be2wOtIAHeY/s220/20101675.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GgT3Bctl7lw/S4yp3I5THxI/AAAAAAAAAcw/W3veloxDXG0/s72-c/tabel+BB+dan+TB+rata2+balita2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3097074452579791657.post-7613259630222911546</id><published>2010-02-20T23:42:00.001+08:00</published><updated>2010-02-20T23:44:28.109+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>6 Kekuatiran Ibu Baru</title><content type='html'>Banyak hal kecil ternyata membuat bingung para ibu baru. Anda juga merasakannya?&lt;br /&gt;Semua orang yakin bahwa Anda dan pasangan saat ini tengah bahagia luar biasa. Namun sebagai ibu baru, kebahagiaan ini tak jarang disertai berbagai kekhawatiran, dari soal kondisi kesehatan sang bayi, ketidaktahuan cara merawatnya, sampai urusan kedekatan hubungan Anda dengan suami.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=bK6%2FNNkwWw8%3D&amp;amp;cid=TlffQoaJN%2F0%3D&amp;amp;chan=1gfHPDjZ5Sw%3D&amp;amp;type=13&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFCC&amp;amp;border=FFFFCC&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu panik. Anda tidak sendirian, kok. Banyak ibu baru yang senasib dengan Anda. Mungkin seperti berikut inilah persoalan plus kiat mengatasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Belum jatuh cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan si kecil akan cinta dan ikatan yang erat sejak dini dengan Anda, sang bunda, akan mempengaruhi keterampilan sosialnya dengan orang lain di kemudian hari. Sayangnya, kedekatan hubungan ibu dan bayinya yang baru lahir ini adakalanya tidak spontan terjadi.&lt;br /&gt;Tak perlu kecil hati kalau Anda belum “jatuh cinta” pada si kecil kala pertama kali melihatnya. Kehadirannya memang mengubah ritme kehidupan Anda. Jadi Anda perlu waktu untuk menyesuaikan diri, bahkan perlu waktu untuk “belajar jatuh cinta” pada bayi Anda sendiri. Selain itu, proses persalinan yang sulit, kelelahan setelah persalinan, atau kondisi bayi yang menangis terus-menerus, bisa membuat Anda berdua stres.&lt;br /&gt;Bagaimana jalan keluarnya? Cobalah berbagi dengan saudara atau teman. Biasanya dengan berbagi pengalaman, Anda akan lebih mudah menjalani saat-saat seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tips:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;* Bonding dapat dimulai dengan menyusui bayi Anda sesegera mungkin setelah ia lahir. Kontak fisik dan kontak mata pertama dengan buah hati Anda merupakan cara utama untuk menghidupkan ikatan batin Anda dengan si kecil.&lt;br /&gt;* Usahakan sering berdekatan dengan si kecil, hanya berdua! Cobalah memeluk, mengajaknya bermain, atau menyusui tanpa diganggu orang lain, sekalipun itu anggota keluarga Anda sendiri.&lt;br /&gt;* Ingatkan pada diri sendiri “prestasi” Anda, yaitu melahirkan si buah hati dengan selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Kok, tidur terus?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pola tidur bayi baru lahir kadang-kadang memang agak aneh. Ia bisa tidur seharian di siang hari dan bolak-balik bangun di malam hari. Atau, siang malam maunya tidur terus, hanya benar-benar bangun saat ia lapar. Mengapa bisa demikian?&lt;br /&gt;Ketika di dalam rahim, bayi tak pernah tahu perbedaan siang atau malam, dan biasanya hal ini terbawa sampai lahir. Anda tak perlu khawatir dengan hal ini, karena bayi memang akan tidur sesuai dengan kebutuhannya. Biasanya, lama-kelamaan ia akan menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya. Tetapi, jika sudah lebih dari dua jam bayi Anda belum juga bangun, sebaiknya dibangunkan untuk diberi ASI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tips:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;* Saat tidur di siang hari, Anda dapat meletakkan bayi di kereta dorong atau ayunan. Malam hari baru ditaruh kembali di boks-nya.&lt;br /&gt;* Beri ASI menjelang bayi tidur malam. Ini akan membantunya terlelap tidur.&lt;br /&gt;* Matikan lampu di malam hari, agar dia mengenal perbedaan siang dan malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Belum pandai menyusui&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jangan khawatir kalau ini yang terjadi. Sekalipun menyusui adalah proses alami, tak semua ibu (juga bayinya) langsung bisa lancar menjalani proses ini. Hari-hari pertama kelahiran bayi merupakan waktu penyesuaian dalam menyusui, baik bagi Anda maupun si kecil. Beberapa masalah seperti payudara bengkak, sedikit luka di puting akibat bayi belum bisa mengisap dengan baik, merupakan sebagian dari hal-hal yang mungkin akan Anda hadapi. Tak hanya soal kondisi payudara, banyak juga ibu baru yang khawatir bayinya tak dapat cukup ASI karena merasa ASI-nya terlalu sedikit. Padahal, setiap bayi berbeda. Pola minumnya tidak sama, begitu juga kebutuhannya.&lt;br /&gt;Anda ingin tahu bayi Anda cukup mendapat ASI atau tidak? Bawa saja ke dokter dan timbanglah badannya. Kalau umur lima hari bobotnya terus turun barulah bisa dikatakan kemungkinan ia kekurangan minum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tips:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• Kondisi Anda yang tenang, relaks, dan sabar, sangat disukai bayi saat ia ingin menyusu. Jadi, inilah kunci utama menyusui. Asal tahu saja, bayi bisa merasakan hal ini. Jadi, agar menyusui berjalan lancar, tepis segala senewen dan gelisah.&lt;br /&gt;• Berikan ASI sesuai kebutuhan bayi. Bila bayi Anda menangis karena kehausan, tak usah menunggu sampai tiga jam, segera saja susui dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Duh, tangisannya!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menangis adalah satu-satunya cara bayi baru lahir berkomunikasi. Tetapi Anda bisa dibuat kalut juga mendengarnya, apalagi kalau belum bisa memahami penyebab tangisannya. Bayi biasa menangis karena:&lt;br /&gt;* Rasa lapar. Begitu sudah disusui ia akan segera tenang atau tertidur kembali.&lt;br /&gt;* Perut kembung. Mengatasinya, cobalah gosokkan minyak telon di punggung atau di telapak kakinya.&lt;br /&gt;* Tak suka “rasa” ASI. Kalau ia menangis setelah Anda susui, cobalah ingat-ingat, makanan apa yang baru Anda konsumsi. Bisa jadi “rasa” makanan itu tidak disukainya atau membuatnya merasa kembung.&lt;br /&gt;* Popoknya kotor. Kebanyakan bayi tidak suka popoknya basah atau kotor karena tinja.&lt;br /&gt;* Merasa sendirian. Bukankah selama 9 bulan dalam rahim, selain mendengar suara-suara dari dalam tubuh Anda, ia juga merasakan kehangatan? Itu sebabnya, ada bayi yang baru merasa aman dan tenang jika ada orang di dekatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tips:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;* Membedong bayi di bulan-bulan pertamanya akan membuat si kecil merasa hangat dan aman.&lt;br /&gt;* Jika ingin menggendong sementara Anda perlu melakukan kegiatan di rumah, gunakan alat gendong, sehingga tangan Anda bebas melakukan berbagai kegiatan.&lt;br /&gt;* Seandainya bayi terus-menerus menangis, konsultasikanlah ke dokter. Dikhawatirkan si kecil mengalami kolik atau gangguan lain dan perlu segera dapat penanganan dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Mengapa begitu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ibu baru, secara alami Anda tentu ingin bayi Anda tampak “sempurna”. Tak heran kalau beberapa hal berikut ini membuat Anda khawatir.&lt;br /&gt;* Ada semacam jerawat kecil di wajah bayi .&lt;br /&gt;* Muncul kerak kepala (cradle cap), yakni semacam lemak yang menempel tebal seperti kotoran di rambut bayi.&lt;br /&gt;* Kulitnya keriput seperti orang tua.&lt;br /&gt;* Kulit ari di jari-jarinya dan di bibirnya mengelupas.&lt;br /&gt;Jika Anda menemui hal-hal tersebut, tak perlu khawatir. Itu biasa terjadi pada bayi baru lahir. Tak perlu dilakukan hal khusus untuk mengatasinya, karena kebanyakan akan hilang sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tips:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;* Meski tak perlu khawatir dengan kondisi di atas, namun bila sangat mengganggu Anda, konsultasikan saja ke dokter agar tahu cara penanganannya yang tepat.&lt;br /&gt;* Untuk kerak kepala, bisa Anda oleskan baby oil di kulit kepala bayi agar mudah terkelupas ketika dimandikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Tak terampil merawat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anda belum terampil memandikan bayi, memakaikan baju, membersihkan kotoran atau mengganti popoknya? Tenang… Anda tak sendirian. Keterampilan seperti ini memang memerlukan latihan berulang-ulang. Makanya, sebelum pulang dari rumah sakit, mintalah bantuan pada perawat untuk mengajari Anda, apa yang perlu dilakukan sehubungan dengan merawat bayi baru lahir.&lt;br /&gt;Setelah itu, cobalah Anda lakukan sendiri di rumah, dengan panduan atau dampingan perawat, bidan, atau mereka yang berpengalaman seperti ibu atau mertua Anda. Percayalah, dalam beberapa kali saja, pasti Anda sudah piawai melakukannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tips:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• Cari referensi. Baca buku, browsing internet, dan jangan ragu bertanya pada orang yang lebih berpengalaman dalam urusan merawat bayi. Biasanya Anda akan menemukan banyak trik simpel yang memudahkan Anda dalam hal ini.&lt;br /&gt;* Agar mudah dikenakan, pilihkan saja si kecil baju yang berkancing depan.&lt;br /&gt;* Pastikan kepala bayi tersangga dengan baik ketika dimandikan atau dipakaikan bajunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Retno Wahab Supriyadi - AyahBunda&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3097074452579791657-7613259630222911546?l=wanita-hadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/feeds/7613259630222911546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2010/02/6-kekuatiran-ibu-baru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/7613259630222911546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/7613259630222911546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2010/02/6-kekuatiran-ibu-baru.html' title='6 Kekuatiran Ibu Baru'/><author><name>aYa iFada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18190596968906730289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-GoEbHJU_TEE/Tiu_0AsE3II/AAAAAAAAAmM/be2wOtIAHeY/s220/20101675.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3097074452579791657.post-1279065949372349815</id><published>2010-02-20T23:35:00.000+08:00</published><updated>2010-02-20T23:37:39.003+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pregnancy'/><title type='text'>Posisi Bersalin. Mana yang Terbaik?</title><content type='html'>Tak ada posisi melahirkan yang paling baik. Posisi yang dirasakan paling nyaman oleh si ibu adalah hal yang terbaik. Namun umumnya, ketika melahirkan dokter akan meminta ibu untuk berbaring atau setengah duduk. Namun pada saat proses melahirkan berlangsung, tidak menutup kemungkinan dokter akan meminta ibu mengubah posisi agar persalinan berjalan lancar. Misalnya, pada awal persalinan ibu diminta berbaring, namun karena proses kelahiran berjalan lamban maka dokter menganjurkan agar ibu mengubah posisinya menjadi miring.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=bK6%2FNNkwWw8%3D&amp;amp;cid=TlffQoaJN%2F0%3D&amp;amp;chan=1gfHPDjZ5Sw%3D&amp;amp;type=13&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFCC&amp;amp;border=FFFFCC&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;Ada berapa posisi melahirkan?&lt;br /&gt;Ada 4 posisi melahirkan. Masing-masing memiliki kelebihan maupun kekurangan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;POSISI BERBARING atau LITOTOMI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ibu terlentang di tempat tidur bersalin dengan menggantung kedua pahanya pada penopang kursi khusus untuk bersalin.&lt;br /&gt;Kelebihan:&lt;br /&gt;Dokter bisa lebih leluasa membantu proses persalinan. Jalan lahir pun menghadap ke depan, sehingga dokter dapat lebih mudah mengukur perkembangan pembukaan dan waktu persalinan pun bisa diprediksi secara lebih akurat. Kepala bayi lebih mudah dipegang dan diarahkan. Sehingga apabila terjadi perubahan posisi kepala bayi, maka dokter langsung bisa mengarahkan pada posisi yang seharusnya.&lt;br /&gt;Kelemahan:&lt;br /&gt;Posisi berbaring membuat ibu sulit untuk mengejan. Hal ini karena gaya berat tubuh ibu yang berada di bawah dan sejajar dengan posisi bayi. Posisi ini pun diduga bisa mengakibatkan perineum (daerah di antara anus dan vagina) meregang sedemikian rupa sehingga menyulitkan persalinan. Pengiriman oksigen melalui darah yang mengalir dari si ibu ke janin melalui plasenta pun jadi relatif berkurang. Hal ini karena letak pembuluh besar berada di bawah posisi bayi dan tertekan oleh massa/berat badan bayi. Apalagi jika letak ari-ari juga berada di bawah si bayi. Akibatnya, tekanan pada pembuluh darah bisa meninggi dan menimbulkan perlambatan peredaran darah balik ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;POSISI MIRING atau LATERAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ibu berbaring miring ke kiri atau ke kanan dengan salah satu kaki diangkat, sedangkan kaki lainnya dalam keadaan lurus. Posisi ini umumnya dilakukan bila posisi kepala bayi belum tepat.&lt;br /&gt;Kelebihan:&lt;br /&gt;Selain peredaran darah balik ibu bisa mengalir lancar, pengiriman oksigen dalam darah dari ibu ke janin melalui plasenta juga tidak terganggu. Sehingga proses pembukaan akan berlangsung secara perlahan-lahan sehingga persalinan berlangsung lebih nyaman.&lt;br /&gt;Kelemahan:&lt;br /&gt;Posisi miring ini menyulitkan dokter untuk membantu proses persalinan karena letal kepala bayi susah dimonitor, dipegang, maupun diarahkan. Dokter pun akan mengalami kesulitan saat melakukan tindakan episiotomi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;POSISI JONGKOK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Biasanya ibu berjongkok di atas bantalan empuk yang berguna menahan kepala dan tubuh bayi.&lt;br /&gt;Kelebihan:&lt;br /&gt;Merupakan posisi melahirkan yang alami karena memanfaatkan gaya gravitasi bumi, sehingga ibu tidak usah terlalu kuat mengejan.&lt;br /&gt;Kekurangan:&lt;br /&gt;Selain berpeluang membuat cedera kepala bayi, posisi ini dinilai kurang menguntungkan karena menyulitkan pemantauan perkembangan pembukaan dan&lt;br /&gt;tindakan-tindakan persalinan lainnya, semisal episiotomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;POSISI SETENGAH DUDUK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada posisi ini, ibu duduk dengan punggung bersandar bantal, kaki ditekuk dan paha dibuka ke arah samping. Posisi ini cukup membuat ibu nyaman.&lt;br /&gt;Kelebihannya:&lt;br /&gt;Sumbu jalan lahir yang perlu ditempuh janin untuk bisa keluar jadi lebih pendek. Suplai oksigen dari ibu ke janin pun juga dapat berlangsung secara maksimal.&lt;br /&gt;Kelemahan:&lt;br /&gt;Posisi dapat menimbulkan rasa lelah dan keluhan punggung pegal. Apalagi jika proses persalinan tersebut berlangsung lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : connectique&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3097074452579791657-1279065949372349815?l=wanita-hadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/feeds/1279065949372349815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2010/02/posisi-bersalin-mana-yang-terbaik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/1279065949372349815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/1279065949372349815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2010/02/posisi-bersalin-mana-yang-terbaik.html' title='Posisi Bersalin. Mana yang Terbaik?'/><author><name>aYa iFada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18190596968906730289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-GoEbHJU_TEE/Tiu_0AsE3II/AAAAAAAAAmM/be2wOtIAHeY/s220/20101675.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3097074452579791657.post-7506823375413083899</id><published>2010-02-20T23:28:00.001+08:00</published><updated>2010-02-20T23:32:57.118+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makanan Pendamping Asi'/><title type='text'>Proses UHT: Upaya Penyelamatan Gizi Pada Susu</title><content type='html'>Susu merupakan sumber gizi terbaik bagi mamalia yang baru dilahirkan. Susu disebut sebagai makanan yang hampir sempurna karena kandungan zat gizinya yang lengkap. Selain air, susu mengandung protein, karbohidrat, lemak, mineral, enzim-enzim, gas serta vitamin A, C dan D dalam jumlah memadai. Manfaat susu merupakan hasil dari interaksi molekul-molukel yang terkandung di dalamnya.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=bK6%2FNNkwWw8%3D&amp;amp;cid=TlffQoaJN%2F0%3D&amp;amp;chan=1gfHPDjZ5Sw%3D&amp;amp;type=13&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFCC&amp;amp;border=FFFFCC&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;Susu segar merupakan cairan yang berasal dari kambing sapi sehat dan bersih yang diperoleh dengan cara pemerahan yang benar yang kandungan alaminya tidak dikurangi atau ditambah sesuatu apapun dan belum mendapat perlakuan apapun (SNI 01-3141-1998). Dalam prakteknya sangat kecil peluang kita untuk mengonsumsi susu segar definisi SNI tersebut di atas. Umumnya susu yang dikonsumsi masyarakat adalah susu olahan baik dalam bentuk cair (susu pasteurisasi, susu UHT) maupun susu bubuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susu pasteurisasi merupakan susu yang diberi perlakuan panas sekitar 63-72 derjat Celcius selama 15 detik yang bertujuan untuk membunuh bakteri patogen. Susu pasteurisasi harus disimpan pada suhu rendah (5-6 derjat Celcius) dan memiliki umur simpan hanya sekitar 14 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susu bubuk berasal susu segar baik dengan atau tanpa rekombinasi dengan zat lain seperti lemak atau protein yang kemudian dikeringkan. Umumnya pengeringan dilakukan dengan menggunakan spray dryer atau roller drayer. Umur simpan susu bubuk maksimal adalah 2 tahun dengan penanganan yang baik dan benar. Susu bubuk dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis yaitu susu bubuk berlemak (full cream milk prowder), susu bubuk rendah lemak (partly skim milk powder) dan susu bubuk tanpa lemak (skim milk prowder)&lt;br /&gt;(SNI 01-2970-1999).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susu UHT (ultra high temperature) merupakan susu yang diolah menggunakan pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang singkat (135-145 derjat Celcius) selama 2-5 detik (Amanatidis, 2002). Pemanasan dengan suhu tinggi bertujuan untuk membunuh seluruh mikroorganisme (baik pembusuk maupun patogen) dan spora. Waktu pemanasan yang singkat dimaksudkan untuk mencegah kerusakan nilai gizi susu serta untuk mendapatkan warna, aroma dan rasa yang relatif tidak berubah seperti susu segarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Proses Susu UHT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susu cair segar UHT dibuat dari susu cair segar yang diolah menggunakan pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang sangat singkat untuk membunuh seluruh mikroba, sehingga memiliki mutu yang sangat baik.&lt;br /&gt;Secara kesuluruhan faktor utama penentu mutu susu UHT adalah bahan baku, proses pengolahan dan pengemasannya. Bahan baku susu UHT cair segar adalah&lt;br /&gt;susu segar yang memiliki mutu tinggi terutama dalam komposisi gizi. Hal ini didukung oleh perlakuan pra panen hingga pasca panen yang terintegrasi. Pakan sapi harus diatur agar bermutu baik dan mengandung zat-zat gizi yang memadai, bebas dari antibiotika dan bahan-bahan toksis lainnya. Dengan demikian, sapi perah akan menghasilkan susu dengan komposisi gizi yang baik. Mutu susu segar juga harus didukung oleh cara pemerahan yang benar termasuk di dalamnya adalah pencegahan kontaminasi fisik dan mikrobiologis dengan sanitasi alat pemerah dan sanitasi pekerja. Susu segar yang baru diperah harus diberli perlakuan dingin termasuk transportasi susu menuju pabrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengolahan di pabrik untuk mengkonversi susu segar menjadi susu UHT juga harus dilakukan dengan sanitasi yang maksimum yaitu dengan menggunakan alat-alat yang steril dan meminimumkan kontak dengan tangan. Seluruh&lt;br /&gt;proses dilakukan secara aseptik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susu UHT dikemas secara higienis dengan menggunakan kemasan aseptik multilapis berteknologi canggih, Kemasan multilapis ini kedap udara sehingga bakteri pun tak dapat masuk ke dalamnya. Karena bebas bakteri&lt;br /&gt;perusak minuman, maka susu UHT pun tetap segar dan aman untuk dikonsumsi. Selain itu kemasan multilapis susu UHT ini juga kedap cahaya sehingga cahaya ultra violet tak akan mampu menembusnya dengan terlindungnya dari sinar ultra violet maka kesegaran susu UHT pun akan tetap terjaga. Setiap kemasan aseptik multilapis susu UHT disterilisasi satu per satu secara otomatis sebelum diisi dengan susu. Proses tersebut secara otomatis dilakukan hampir tanpa adanya campur tangan manusia sehingga menjamin produk yang sangat higienis dan memenuhi standar kesehatan internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian teknologi UHT dan kemasan aseptic multilapis menjamin susu UHT bebas bakteri dan tahan lama tidak membutuhkan bahan pengawet dan tak perlu disimpan di lemari pendingin hingga 10 bulan setelah diproduksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keunggulan Susu UHT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan-kelebihan susu UHT adalah simpannya yang sangat panjang pada susuh kamar yaitu mencapai 6-10 bulan tanpa bahan pengawet dan tidak perlu dimasukkan ke lemari pendingin. Jangka waktu ini lebih lama dari umur simpan produk susu cair lainnya seperti susu pasteurisasi. Selain itu susu UHT merupakan susu yang sangat higienis karena bebas dari seluruh mikroba&lt;br /&gt;(patogen/penyebab penyakit dan pembusuk) serta spora sehingga potensi kerusakan mikrobiologis sangat minimal, bahkan hampir tidak ada. Kontak panas yang sangat singkat pada proses UHT menyebabkan mutu sensori (warna, aroma dan rasa khas susu segar) dan mutu zat gizi, relatif tidak berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pengolahan susu cair dengan teknik sterilisasi atau pengolahan menjadi susu bubuk sangat berpengaruh terhadap mutu sensoris dan mutu gizinya terutama vitamin dan protein. Pengolahan susu cair segar menjadi susu UHT sangat sedikit pengaruhnya terhadap kerusakan protein. Di lain pihak kerusakan protein sebesar 30 persen terjadi pada pengolahan susu cair&lt;br /&gt;menjadi susu bubuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerusakan protein pada pengolahan susu dapat berupa terbentuknya pigmen coklat (melanoidin) akibat reaksi Mallard. Reaksi Mallard adalah reaksi pencoklatan non enzimatik yang terjadi antara gula dan protein susu&lt;br /&gt;akibat proses pemanasan yang berlangsung dalam waktu yang cukup lama seperti pada proses pembuatan susu bubuk. Reaksi pencoklatan tersebut menyebabkan menurunnya daya cerna protein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pemanasan susu dengan suhu tinggi dalam waktu yang cukup lama juga dapat menyebabkan terjadinya rasemisasi asam-asam amino yaitu perubahan konfigurasi asam amino dari bentuk L ke bentuk D. Tubuh manusia umumnya hanya dapat menggunakan asam amino dalam bentuk L. Dengan demikian proses rasemisasi sangat merugikan dari sudut pandang ketersediaan biologis asam-asam amino di dalam tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi pencoklatan (Mallard) dan rasemisasi asam amino telah berdampak kepada menurunnya ketersedian lisin pada produk-produk olahan susu. Penurunan ketersediaan lisin pada susu UHT relatif kecil yaitu hanya mencapai 0-2 persen. Pada susu bubuk penurunannya dapat mencapai 5-10 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tip Penggunaan Susu UHT :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Apabila kemasan susu UHT telah dibuka, maka susu tersebut harus disimpan&lt;br /&gt;pada refrigerator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Susu UHT harus dihindarkan dari penyimpanan pada suhu tinggi (di atas 50&lt;br /&gt;derajat Celcius) karena dapat terjadi gelasi yaitu pembentukan gel&lt;br /&gt;akibat kerusakan protein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kerusakan susu UHT sangat mudah dideteksi secara visual, ciri utama yang&lt;br /&gt;umum terjadi adalah kemasan menggembung. Gembungnya kemasan terjadi&lt;br /&gt;akibat kebocoran kemasan yang memungkinkan mikroba-mikroba pembusuk&lt;br /&gt;tumbuh dan memfermentasi susu. Fermentasi susu oleh mikroba pembusuk&lt;br /&gt;menghasilkan gas CO2 yang menyebabkan gembung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kerusakan juga ditandai oleh timbulnya bau dan rasa yang masam. Selain&lt;br /&gt;menghasilkan gas, aktivitas fermentasi oleh mikroba pembusuk juga&lt;br /&gt;menghasilkan alkohol dan asam-asam organik yang menyebabkan susu menjadi&lt;br /&gt;berflavor dan beraroma masam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Hindari mengkonsumsi susu UHT yang telah mengental. Fermentasi susu oleh&lt;br /&gt;bakteri pembusuk juga pembusuk juga menyebabkan koagulasi dan pemecahan&lt;br /&gt;protein akibat penurunan pH oleh asam-asam organik. Koagulasi dan&lt;br /&gt;pemecahan protein inilah yang menyebabkan tekstur susu rusak yaitu&lt;br /&gt;menjadi pecah dan agak kental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Prof Dr Ir Made Astawan MS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: WASPADA Online&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3097074452579791657-7506823375413083899?l=wanita-hadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/feeds/7506823375413083899/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2010/02/proses-uht-upaya-penyelamatan-gizi-pada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/7506823375413083899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/7506823375413083899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2010/02/proses-uht-upaya-penyelamatan-gizi-pada.html' title='Proses UHT: Upaya Penyelamatan Gizi Pada Susu'/><author><name>aYa iFada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18190596968906730289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-GoEbHJU_TEE/Tiu_0AsE3II/AAAAAAAAAmM/be2wOtIAHeY/s220/20101675.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3097074452579791657.post-6161837242377609402</id><published>2010-02-20T23:21:00.002+08:00</published><updated>2010-02-20T23:28:00.489+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Breastfeeding'/><title type='text'>Mitos - Mitos Menyusui</title><content type='html'>Banyaknya mitos tentang menyusui membuat ibu menjadi kurang percaya diri untuk memberikan ASI kepada anaknya, ketakutan yang tidak beralasan malah makin membuat ibu-ibu berhenti menyusui dan memilih susu buatan sebagai alternatif. diantara mitos-mitos itu adalah: &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=bK6%2FNNkwWw8%3D&amp;amp;cid=TlffQoaJN%2F0%3D&amp;amp;chan=1gfHPDjZ5Sw%3D&amp;amp;type=13&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFCC&amp;amp;border=FFFFCC&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MENYUSUI MERUBAH BENTUK BUAH DADA WANITA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mitos atau pendapat yang mengatakan bahwa menyusui  dapat mempengaruhi atau merubah bentuk payudara secara permanent, adalah tidak benar.&lt;br /&gt;Sebenarnya, yang merubah bentuk payudara adalah kehamilan, bukan hanya menyusui. Kehamilan menyebabkan dikeluarkannya hormon-hormon dan menyebabkan terbentuknya air susu yang mengisi payudara. Payudara yang sudah pernah terisi air susu, tentu akan berbeda bentuknya dengan payudara yang belum pernah terisi oleh air susu. Jadi yang menyebabkan perubahan bentuk payudara adalah kehamilannya bukan menyusuinya.&lt;br /&gt;Besarnya perubahan bentuk payudara sangat tergantung dari turunan (berediter), usia, dan juga oleh penambahan berat badan pada waktu kehamilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MENYUSUI MENYEBABKAN KESUKARAN MENURUNKAN BERAT BADAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mitos atau pendapat tersebut adalah tidak benar. Data membuktikan bahwa menyusui dapat membantu ibu menurunkan berat badan lebih cepat dari pada yang tidak memberikan ASI secara Eksklusif. Sebab dengan menyusui timbunan lemak yang terjadi pada waktu hamil akan dipergunakan dalam  proses menyusui, sedangkan wanita yang tidak menyusui, akan sukar untuk menghilangkan timbunan lemak ini yang khusus dipersiapkan tubuh untuk menyusui&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ASI BELUM KELUAR PADA HARI-HARI PERTAMA SEHINGGA PERLU DITAMBAH SUSU FORMULA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada hari pertama sebenarnya bayi belum memerlukan cairan atau makanan, sehingga tidak/belum diperlukan pemberian susu formula atau cairan lain, sebelum ASI keluar “cukup” ( cairan Prelactal feeding). Bayi pada usia 30 menit harus disusukan pada ibunya, bukan untuk pemberian nutrisi (non nutritive sucking) tetapi untuk belajar menyusui atau membiasakan mengisap putting susu, dan juga guna mempersiapkan ibu untuk mulai memprodusi ASI. Gerakan reflex untuk mengisap pada bayi baru lahir akan mencapai puncaknya pada waktu berusia 20 – 30 menit, sehingga apabila terlambat menyusui, reflex ini akan berkurang dan tidak akan kuat lagi sampai beberapa jam kemudian.&lt;br /&gt;Pemberian prelactal feeding sebetulnya tidak diperlukan, karena hanya akan merugikan ibu, yaitu, ASI Ibu akan lebih lambat terbentuknya karena bayi tidak cukup kuat mengisap dan merugikan bayi sebab bayi akan kurang mendapat colostrum. Bila bayi kurang atau tidak mendapat colostrom, akan lebih sering menderita mencret atau penyakit lain terutama bila susu formula atau cairan prelactal lainnya tercemar.&lt;br /&gt;Selain itu bila cairan prelactal diberikan dengan dot, kemungkinan bayi akan mengalami kesukaran minum pada putting susu ibunya atau “bingung putting” (nipple confusion).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;IBU BEKERJA TIDAK DAPAT MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF 6 BULAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mitos dan pendapat tersebut diatas adalah tidak benar, sebab banyak ibu2 bekerja yang berhasil memberikan ASI Eksklusif pada bayinya selama 6 bulan. Bahkan beberapa ibu bekerja, tidak memerlukan tambahan pada cuti hamil  3 bulannya, untuk dapat tetap  memberikan ASI Eksklusif sampai 6 bulan.&lt;br /&gt;Pada ibu bekerja, cara antara lain untuk tetap dapat memberikan ASI Eksklusif pada bayinya adalah dengan memberikan ASI peras/perah-nya pada bayi  selama ibu bekerja. Selama ibu ditempat  bekerja, sebaiknya ASI diperah minimum 2x 15 menits. Memerah ASI sebaiknya hanya menggunakan jari tangan, tidak menggunakan pompa yang berbentuk terompet. ASI perah tahan  6-8 jam di udara luar, 24 jam didalam termos berisi es batu, 48 jam dalam lemari es, dan 3 bulan apabila berada dalam freezer. Dengan bantuan “Tempat Kerja Sayang Ibu”, yaitu tempat kerja yang memungkinkan karyawati menyusui secara eksklusif,  keberhasilan ibu bekerja untuk memberikan ASI Eksklusif akan menjadi lebih besar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PAYUDARA SAYA KECIL TIDAK MENGHASILKAN CUKUP ASI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mitos atau pendapat tersebut adalah tidak benar. Besar/kecilnya payudara tidak menentukan banyak atau sedikitnya produksi ASI, karena payudara yang besar hanya mengandung lebih banyak jaringan lemak dibandingkan dengan payudara yang kecil. Sedang air susu dibentuk oleh jaringan kelenjar pembentuk ASI ( Alveoli) dan bukan jaringan lemak.&lt;br /&gt;Jadi besar kecilnya payudara tidak menentukan banyak sedikitnya produksi ASI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ASI YANG PERTAMA KALI KELUAR HARUS DIBUANG KARENA KOTOR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Asi yang keluar pada hari ke-1 sampai dengan hari ke-5 s/d hari ke-7, dinamakan Colostrum, atau susu Jolong. Cairan jernih kekuningan itu mengandung zat putih telur, atau protein dalam kadar yang tinggi, zat anti infeksi, atau zat daya tahan tubuh  (immunoglobulin), dalam kadar yang lebih tinggi dari pada susu mature , disamping itu juga mengandung  laktosa, atau hidrat arang, dan lemak, dalam kadar yang rendah, sehingga mudah dicerna.&lt;br /&gt;Volume Colostrum bervariasi antara 10 cc sampai 100 cc per hari, volume yang rendah ini memberikan beban yang minimal bagi ginjal bayi yang belum mantang.&lt;br /&gt;Colostrum melindungi bayi pada saat dimana ia sangat rentan. Tugas utama colostum tampaknya memang melindungi bayi terhadap penyakit-penyakit infeksi selain  sebagai nutrisi.&lt;br /&gt;Dalam penelitian Colostrum terbukti sangat bermanfaat bagi bayi prematur dan bayi sakit. Apabila Colostrum dibuang, bayi  tidak atau kurang mendapat zat2 pelindung terhadap penyakit infeksi. Tak dapat disangkal lagi bahwa colostum sangat berguna bagi bayi untuk melindungi bayi dari infeksi.&lt;br /&gt;Walaupun saat ini telah diketahui bahwa colostrum sangat diperlukan untuk bayi, masih banyak praktek-praktek yang menyebabkan bayi  kurang mendapatkan colostrum yang kaya dengan nutrient berguna ini, misalnya antara lain dengan masih memberikan prelactal feeding.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ASI IBU KURANG GIZI, KUALITASNYA TIDAK BAIK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bayi dan ASI sebenarnya bersifat parasit. Sampai dengan batas keadaan tertentu,  kualitas dan kuantitas ASI akan tetap dipertahankan, walaupun harus dengan mengorbankan gizi si Ibu sendiri.&lt;br /&gt;Kualitas ASI baru berkurang apabila Ibu menderita kekurangan gizi tingkat ke-3, sedangkan kualitas ASI masih tetap dipertahankan sampai tingkat kekurangan gizi ibu lebih dari derajat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ASI SAYA TIDAK CUKUP “ASI SAYA KERING”, “BAYI TIDAK CUKUP DAPAT ASI KARENA RAKUS/MINUMNYA BANYAK”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ternyata didapatkan data bahwa dari 100 ibu yang mengatakan produksi ASInya kurang, hanya 2 Ibu yang memang benar-benar kurang, sedangkan 98 ibu2 lainnya sebenarnya mempunyai cukup ASI, tetapi kurang mendapat informasi tentang management laktasi yang benar, posisi menyusui yang kurang tepat, serta pengaruh mitos-mitos menyusui, yang umumnya dapat menghambat produksi ASI.&lt;br /&gt;Umumnya apabila seorang bayi  kurang mendapat ASI atau kurang minum, sebenarnya bukan ibunya yang tidak dapat  memproduksi ASI sebanyak yang diperlukan bayi, tetapi justru bayinya yang tidak dapat mengisap ASI sebanyak yang diperlukannya, misalnya karena posisi menyusui yang tidak benar. Posisi yang dimaksud disini, adalah posisi mulut bayi terhadap puting Ibu, bukannya posisi badan bayi terhadap badan Ibu.&lt;br /&gt;Produksi ASI dirangsang oleh pengosongan payudara, berlaku prinsip “supply &amp;amp; demand”, sehingga makin banyak ASI dikeluarkan, akan makin banyak pula ASI diproduksi. ASI diproduksi sesuai dengan jumlah permintaan dan kebutuhan bayi. Selama bayi masih melanjutkan permintaannya akan ASI, dengan masih mengisap ASI, selama itu payudara Ibu akan tetap melanjutkan produksinya&lt;br /&gt;Apabila bayi berhenti meminta ASI, dengan cara berhenti mengisap, maka payudara Ibu pun akan berhenti memproduksi ASI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BILA ASI MENGANDUNG RESIDU PESTISIDA ( Dioxin, DDT,PCBs) DAN BAHAN BERACUN,  SEJAUH MANA BAHAYA BAGI BAYI?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Banyak ibu-bu yang gelisah dengan adanya laporan yang menakutkan tentang tercemarnya selain susu sapi juga ASI oleh zat beracun seperti Dioxin atau logam berat yang berbahaya yang akan membahayakan kesehatan bayinya.&lt;br /&gt;Sebenarnya tidak ditemukan bukti-bukti secara kedokteran adanya bayi yang sakit karena disusui oleh susu ibu yang mengandung zat-zat beracun ini.&lt;br /&gt;Para ahli yang mempelajari hal ini termasuk antara lain Ketua Persatuan Dokter Anak Amerika Serikat, berulang-ulang meyakinkan masyarakat bahwa keuntungan menyusui jauh melebihi bahaya menyusui dengan ASI yang tercemar oleh zat-zat racun ini. Sehingga pemberian ASI tetap dianjurkan dalam keadaan seperti ini.&lt;br /&gt;Racun-racun ini sebenarnya lebih berbahaya pada masa kehamilan terutama pada bulan ke 6 sampai 8 dibandingkan dengan  pada waktu menyusui. Jadi bila didapatkan  racun  pada bayi, kemungkinan bayi mendapatkan racun ini sewaktu dalam kandungan lebih banyak dari pada dari ASI.&lt;br /&gt;Didapatkan bukti bahwa menyusui mungkin bahkan dapat memberikan perlindungan terhadap beberapa zat kimia yang beracun tertentu . Pada kecelakaan kebocoran  reaktor di Chernobyl didapatkan bahwa kadar zat radio aktif dalam ASI jauh lebih sedikit dari kadar zat ini dalam tubuh ibu. Keadaan ini membuat para ahli berkesimpulan, adanya suatu mekanisme tubuh tertentu yang menyaring racun sehingga didapatkan konsentrasi yang rendah dalam ASI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;APA YANG HARUS DIKERJAKAN IBU UNTUK MENGURANGI KONTAMINASI ASINYA DENGAN ZAT BERACUN ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ibu hamil atau menyusui, sebaiknya,&lt;br /&gt;1.Tidak memakan ikan air tawar yang diketahui terkontaminasi.&lt;br /&gt;2.Kupas dan cucilah dengan benar buah2an dan sayur2an terutama untuk menghindari akibat terkontaminasi residu pestisida.&lt;br /&gt;3.Buang bagian lemak dari daging, ayam, dan ikan, karena bahan kimia berbahaya umumnya melekat  pada lemak&lt;br /&gt;4.Hindari produk2 makanan yang banyak mengandung  dalam lemak mentega&lt;br /&gt;5.Jangan melakukan diet berat selama kehamilan atau menyusui, karena penurunan berat badan secara tiba2 dapat memobilisasi sel lemak dan melepaskan zat kimia berbahaya yang umumnya terikat pada lemak, yang memungkinkan mencapai tubuh bayi.&lt;br /&gt;6.Hindari pemakaian pestisida dan hindari tempat2 dimana diperkirakan banyak pestisida digunakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyusui adalah pemberian sangat berharga yang dapat diberikan seorang Ibu pada bayinya. Dalam keadaan sakit atau kurang gizi, menyusui mungkin merupakan pemberian yang dapat menyelamatkan kehidupan bayi.. Dalam kemiskinan, menyusui mungkin merupakan pemberian satu-satunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Sentra Laktasi Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3097074452579791657-6161837242377609402?l=wanita-hadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/feeds/6161837242377609402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2010/02/mitos-mitos-menyusui.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/6161837242377609402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/6161837242377609402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2010/02/mitos-mitos-menyusui.html' title='Mitos - Mitos Menyusui'/><author><name>aYa iFada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18190596968906730289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-GoEbHJU_TEE/Tiu_0AsE3II/AAAAAAAAAmM/be2wOtIAHeY/s220/20101675.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3097074452579791657.post-572719976618404206</id><published>2010-02-20T23:12:00.002+08:00</published><updated>2010-02-20T23:17:24.280+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Anak'/><title type='text'>Biarkan Aku Merangkak Maaa…</title><content type='html'>Bayi yang mulai aktif merangkak sebaiknya tak perlu dikhawatirkan, apalagi dibatasi ruang geraknya. Ia hanya perlu ruang lebih untuk mengembangkan banyak hal selain motorik kasarnya.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rahasia Merangkak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa sadar seringkali kita  – para orangtua – merasa puas bila si kecil mampu melampaui beberapa tahap perkembangan dari anak lain. Termasuk merangkak, kita merasa senang jika bayi langsung belajar berjalan tanpa merangkak dulu. Padahal, merangkak itu sangat penting buat si kecil. Peter Fysh, dokter anak, chiropractor dan anggota International Chiropractor Association yang berdomisili di Sunnyvale, California, Amerika Serikat mengatakan,merangkak menuntut pemakaian kaki dan tangan yang berlawanan secara simultan, yaitu: menggerakkan tangan kanan dengan kaki kiri, diikuti tangan kiri dengan kaki kanan, dan seterusnya. Gerakan seperti ini menuntut pemakaian kedua belahan otak kiri dan kanan dalam sebuah koordinasi neurologis yang kompleks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan penjelasan mereka, kita bisa melihat betapa banyak ‘keuntungan langsung’ yang bisa dirasakan bayi dengan merangkak, selain meningkatnya keterampilan motorik, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Memperkuat leher, lengan, sendi dan otot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Memperkuat kelompok-kelompok otot besar dan kecil, sehingga menghaluskan kemampuan motorik kasar dan halus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Menunjang koordinasi mata-tangan, kekuatan, tegangan otot, keseimbangan dan ketrampilan jari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Gerakan menyilang saat merangkak akan merangsang, memperkuat dan mengintegrasikan kedua belahan otak atau area-area yang berbeda pada otak. Hal ini membantu mengkoordinasikan penggunaan kedua belah mata, telinga, tangan dan kaki secara simultan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Gerakan menyilang saat merangkak juga memungkinkan kedua belahan otak berbagi, menyimpan dan mengeluarkan kembali informasi indrawi penting secara lebih cepat. Merangkak diyakini dapat meningkatkan produksi myelin, yakni suatu zat yang melapisi sel saraf. Zat inilah yang membantu otak mengirim dan menerima pesan lebih cepat dan jelas. Dikatakan juga, merangkak akan merangsang bagian otak ‘reseptis’ dan ‘ekspresif’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Gerakan yang berulang-ulang saat merangkak akan merangsang, mengorganisir dan mengembangkan sambungan jaringan saraf otak bayi secara lebih baik. Akibatnya, otak lebih efisien mengontrol proses kognitif seperti pemahaman, konsentrasi dan ingatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Membantu perkembangan dan pemahaman bahasa, karena bayi dirangsang menggunakan kedua telinga secara simultan, dan mengembangkan pendengaran kedua telinga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Merangsang kepekaan taktil (sentuhan), kepekaan visual dan kepekaan terhadap jauh-dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pentingnya merangkak, sampai-sampai dr. Fysh melakukan penelitian yang mengaitkan antara berjalan dini dan kesulitan akademis di kemudian hari. Hasil penelitian tersebut menunjukkan, anak-anak yang dikategorikan ‘berjalan dini’ (yaitu anak-anak yang hanya merangkak dalam waktu singkat sebelum mulai berjalan) mencapai nilai-nilai yang lebih rendah dalam uji kemampuan pra-sekolah.&lt;br /&gt;&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=bK6%2FNNkwWw8%3D&amp;amp;cid=TlffQoaJN%2F0%3D&amp;amp;chan=1gfHPDjZ5Sw%3D&amp;amp;type=13&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFCC&amp;amp;border=FFFFCC&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tip Merangkak Tetap Aman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Buat rumah Anda aman bagi si kecil yang sedang belajar merangkak. Secara alami, batita memang penuh rasa ingin tahu, tak heran kalau mereka selalu ingin menyentuh benda-benda yang dilihatnya, tak terkecuali benda yang seharusnya tidak disentuh. Untuk mencegahnya, Anda perlu mecermati kembali kondisi rumah Anda agar aman bagi si kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Ubah sedikit tata ruang rumah Anda agar lebih ‘ramah’ untuk si kecil. Tidak harus total, yang penting beri ruang untuk si kecil untuk bereksplorasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Biarkan merangkak di lantai dan perhatikan adakah benda yang berpotensi membahayakan si kecil, seperti patung kayu, guci, atau hiasan rumah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Periksa juga karpet dan bagian belakang kursi, siapa tahu ada benda-benda berhabaya yang terselip, seperti peniti, uang logam, kelereng, kancing dan benda kecil lainnya yang bisa dengan mudah dimasukkan ke mulut si kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Jauhkan bahan-bahan kimia dari produk rumah tangga yang biasa Anda pakai sehari-hari, seperti kosmetik, crayon, obat-obatan, lilin plastisin dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Majalah Parents Guide&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3097074452579791657-572719976618404206?l=wanita-hadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/feeds/572719976618404206/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2010/02/biarkan-aku-merangkak-maaa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/572719976618404206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/572719976618404206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2010/02/biarkan-aku-merangkak-maaa.html' title='Biarkan Aku Merangkak Maaa…'/><author><name>aYa iFada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18190596968906730289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-GoEbHJU_TEE/Tiu_0AsE3II/AAAAAAAAAmM/be2wOtIAHeY/s220/20101675.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3097074452579791657.post-2722846119034092937</id><published>2010-02-14T22:25:00.005+08:00</published><updated>2010-02-14T22:59:25.743+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makanan Pendamping Asi'/><title type='text'>Prinsip Pemberian Makanan Pendamping ASI (3)</title><content type='html'>Rangkaian prinsip pemberian makanan pendamping ASI bagian ketiga.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berikan makanan yang kaya gizi sesuai piramida makanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara usia 6 – 24 bulan, anak tumbuh dengan cepat dan kebutuhan energi, vitamin dan mineralnya meningkat, namun ukuran perut mereka masih kecil (30ml/kg berat badan – seukuran 1 buah cangkir), sehingga mereka membutuhkan makanan yang kaya gizi dan mampu memenuhi kebutuhan nutrisi mereka walaupun dalam porsi yang kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini yang dipakai adalah konsep makanan sehat seimbang seperti yang dituangkan dalam piramida makanan. Segitiga makanan ini akan membantu kita cara memfokuskan dan menseleksi makanan. Porsi terbesar makanan kita adalah yang tertera di paling bawah piramida makanan, yaitu beras dan sereal sedangkan makanan yang kebutuhannya sangat sedikit adalah yang di puncak piramida yaitu lemak dan gula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Piramida Makanan Untuk Anak-Anak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GgT3Bctl7lw/S3gIwPbKUNI/AAAAAAAAAag/cgsFtcyBnpM/s1600-h/piramid+makanan.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 269px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GgT3Bctl7lw/S3gIwPbKUNI/AAAAAAAAAag/cgsFtcyBnpM/s320/piramid+makanan.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438106174917071058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KETERANGAN MENGENAI KONSPEP PIRAMIDA MAKANAN UTK ANAK-ANAK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BERAS &amp;amp; SEREAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Variasikan konsumsi beras dan sereal, misalnya: beras putih, beras merah, havermut, maizena, roti, pasta, mie, dan cereal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· 6 bln-1 thn: 1 porsi kecil&lt;br /&gt;· 2-6 thn: 6 porsi/hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 porsi kecil sama dengan ¼ genggaman ibu; roti ½ potong&lt;br /&gt;1 porsi sama dengan 1 iris roti; ½ cangkir nasi/pasta; 1 cangkir cereal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SAYURAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbanyak sayuran berwarna hijau gelap (spt brokoli, bayam, dll), oranye (wortel, ubi kuning), dan lainnya. Perkenalkan sayuran sedini mungkin pada anak. Sajikan secara terpisah dari bahan makanan lain. Jika anak tdk suka sayur, jangan menyerah, “sembunyikan” sayuran dalam resep camilan atau makanan kesukaan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· 6 bln-1 thn: 1 porsi kecil&lt;br /&gt;· 2-6 thn: 3-5 porsi/hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 porsi kecil sama dengan 1/3 genggaman ibu atau 1/3 cangkir sayuran mentah&lt;br /&gt;1 porsi sama dengan ½ cangkir potongan sayuran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BUAH-BUAHAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Variasikan buah yang diberikan. Pilih buah yang segar daripada buah kalengan atau buah kering atau jus buah. Batasi konsumsi jus buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· 6 bln-1 thn: 1 porsi kecil&lt;br /&gt;· 2-6 thn: 2-3 porsi/hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 porsi kecil sama dengan 1/3 cangkir buah mentah&lt;br /&gt;1 porsi sama dengan 1 iris buah, ¾ gelas jus buah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SUSU, YOGURT &amp;amp; KEJU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susu sapi (segar/UHT/bubuk) tidak boleh diberikan untuk anak di bawah 1 thn. Keju cheddar &amp;amp; yogurt utk bayi bisa diperkenalkan di usia 8-9 bln. Yogurt biasa boleh diperkenalkan di usia 10-12 bln. Pilih yang tanpa rasa (plain) Utk anak usia 1-2 thn, berikan susu segar/UHT atau susu bubuk full cream. Tidak perlu memberikan susu formula lanjutan bagi anak usia 1 thn lebih. Susu dan produk susu olahan rendah lemak diberikan stlh anak berusia 2 thn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· 8 bln- 9 bln: 2 porsi kecil&lt;br /&gt;· 9-12 bln: 2 porsi kecil&lt;br /&gt;· 1-2 thn: 2 porsi&lt;br /&gt;· 2-6 thn: 2-3 porsi/hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utk anak 6-9 bln&lt;br /&gt;1 porsi kecil = keju ½ ukuran kartu domino; Yogurt 25 ml&lt;br /&gt;Utk anak 9-12 bln&lt;br /&gt;1 porsi kecil = keju 1 ukuran kartu domino, yogurt 50 ml&lt;br /&gt;1 porsi sama dengan 1 gelas susu, 1 gelas yogurt, 1 lembar keju cheddar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DAGING, AYAM, IKAN, TELUR &amp;amp; KACANG-KACANGAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilih daging tanpa kulit dan lemak. Memasak dengan mengukus, memanggang, dan membakar lebih baik dari pada menggoreng. Variasikan sumber protein, perbanyak ikan, kacang-kacangan &amp;amp; biji-bijian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6-9 bln: 1-2 sdm/hari (telur 1-2x seminggu);&lt;br /&gt;9-12 bln: 2-3 sdm/hari (telur 2x seminggu)&lt;br /&gt;1-2 thn: 3-4 sdm/hari&lt;br /&gt;2-6 thn: 2-3 porsi/hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utk anak 2-6 thn: 1 porsi sama dengan 1 ons dg sapi/ayam/ikan; 1 butir telur; 2 sm selai kacang; ¼ cangkir kacang hijau/polong/buncis; 1 ptg sedang tempe atau tahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LEMAK, MINYAK, MAKANAN YANG MANIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batasi makanan gorengan, dan penggunaan santan. Batasi camilan &amp;amp; minuman kemasan karena kandungan nutrisi dan seratnya rendah  tapi berkalori sangat tinggi. Berikan camilan sehat yang kaya berupa buah, sayuran, yogurt, susu dan makanan rumahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sesedikit mungkin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.usda.gov/cnpp/KidsPyra"&gt;http://www.usda.gov/cnpp/KidsPyra&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://kidshealth.org/"&gt;http://kidshealth.org&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa mampir ke &lt;a href="http://resepmasakanhadaya.blogspot.com/"&gt;http://resepmasakanhadaya.blogspot.com/&lt;/a&gt; untuk melihat berbagai macam resep MPASI ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=bK6%2FNNkwWw8%3D&amp;amp;cid=TlffQoaJN%2F0%3D&amp;amp;chan=1gfHPDjZ5Sw%3D&amp;amp;type=13&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFCC&amp;amp;border=FFFFCC&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3097074452579791657-2722846119034092937?l=wanita-hadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/feeds/2722846119034092937/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2010/02/prinsip-pemberian-makanan-pendamping_14.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/2722846119034092937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/2722846119034092937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2010/02/prinsip-pemberian-makanan-pendamping_14.html' title='Prinsip Pemberian Makanan Pendamping ASI (3)'/><author><name>aYa iFada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18190596968906730289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-GoEbHJU_TEE/Tiu_0AsE3II/AAAAAAAAAmM/be2wOtIAHeY/s220/20101675.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_GgT3Bctl7lw/S3gIwPbKUNI/AAAAAAAAAag/cgsFtcyBnpM/s72-c/piramid+makanan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3097074452579791657.post-1458268973023077277</id><published>2010-02-12T21:48:00.003+08:00</published><updated>2010-02-13T23:28:39.059+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makanan Pendamping Asi'/><title type='text'>Prinsip Pemberian Makanan Pendamping ASI (2)</title><content type='html'>Lanjutkan Pemberian ASI Selama 2 Tahun atau Lebih, Sesering dan Selama Anda dan Bayi Anda Menginginkannya&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lanjutkan Pemberian ASI Selama 2 Tahun atau Lebih, Sesering dan Selama Anda dan Bayi Anda Menginginkannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meneruskan pemberian ASI sangat penting bagi nutrisi dan pertumbuhan anak setelah 6 bulan pertama. ASI tetap menjadi makanan ideal untuk bayi dan balita berusia lebih dari 6 bulan karena alasan-alasan berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ASI adalah makanan berkualitas tinggi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASI adalah makanan bernutrisi dan berenergi tinggi, yang mudah dicerna. ASI memiliki kandungan yang dapat membantu penyerapan nutrisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara rata-rata, bayi berusia 6-8 bulan yang diberikan ASI mendapatkan 70% energinya dari ASI, jumlah ini berkurang menjadi sekitar 55% pada usia 9-11 bulan, dan 40% pada usia 12-23 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASI juga merupakan penyedia utama protein, mineral, asam lemak esensial dan faktor-faktor pelindung lainnya. ASI menyediakan lebih banyak kalori dan nutrisi per ml daripada makanan lainnya, dan jauh lebih lembut daripada sereal, beras bayi ataupun puree (makanan yang dihaluskan-red) sayuran yang biasanya menjadi makanan padat pertama untuk bayi-bayi yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila perut bayi diisi dengan makanan yang kandungan nutrisinya buruk, makan asupan ASI-nya juga akan berkurang dan secara keseluruhan cara makan dan kesehatannya akan menurun. Kontribusi yang diberikan ASI sering kali terlupakan karena terlalu tingginya antusiasme untuk mulai memberikan makanan tambahan. Tantangannya adalah bagaimana cara memberikan makanan lain yang dapat menjadi tambahan bagi nutrisi yang sudah diberikan oleh ASI, bukan menggantikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ASI tetap kaya nutrisi saat anak &gt; 1 thn&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian yang dilakukan pakar-pakar laktasi di WHO mengungkapkan bahwa pemberian ASI di saat anak &gt; 1 tahun tetap memberikan nutrisi yang tidak ternilai harganya.&lt;br /&gt;Pemberian ASI pada batita memberikan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31% kebutuhan energi anak;&lt;br /&gt;38% kebutuhan protein anak;&lt;br /&gt;45% kebutuhan Vitamin A anak;&lt;br /&gt;95% kebutuhan Vitamin C anak;&lt;br /&gt;Sumber: WHO/CDR/93.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan menurut penelitian Goldman, dkk, kandungan zat imun dalam ASI makin tinggi seiring dengan bertambahnya usia anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bayi yang masih mendapatkan ASI tidak akan pernah kelaparan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASI yang diberikan kapan saja saat bayi menginginkannya (on demand) akan mengatur asupan makanan pada bayi; bila mereka lapar mereka akan mencari puting susu, menangis atau minta untuk diberi ASI. Bila pemberian ASI tanpa jadwal ini dilanjutkan bersamaan dengan pemberian makanan tambahan, bayi masih dapat mengatur berapa banyaknya asupan makanan mereka. Bila mereka tidak menyukai satu makanan tertentu, atau bila makanan yang diberikan tidak cukup, mereka bisa lebih banyak minum ASI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ASI meyediakan faktor pelindung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASI memiliki ± 50 faktor kekebalan yang telah diketahui, dan mungkin masih banyak lagi yang belum diketahui. Faktor anti infeksi yang terdapat di dalam ASI menyediakan perlindungan terhadap penyakit dan bila penyakit itu terjadi pemberian ASI dapat membuat penyakit tersebut menjadi tidak terlalu parah. Perlindungan ini terus berlangsung setelah 6 bulan karena memberikan makanan dan minuman lain akan membuat bayi terpapar pada berbagai jenis infeksi dan bakteri patogen yang terdapat di dalam makanan pada saat sistem kekebalan tubuh si anak sendiri masih dalam proses pematangan.&lt;br /&gt;Perlindungan yang sama masih tetap tersedia meskipun pemberian ASI berkurang hingga beberapa kali saja dalam sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ASI membantu kesembuhan dari suatu penyakit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi yang sedang sakit seringkali menolak untuk makan, akan tetapi biasanya mereka mau disusui ASI. Para ibu dapat memberikan respon terhadap serangan penyakit dengan memberikan ASI yang bersifat menenangkan, menyembuhkan dan penuh nutrisi. Faktor pertumbuhan dalam ASI mempercepat perbaikan pada organ usus setelah diare. (Bila bayi terlalu sakit mereka biasanya tidak mau menghisap ASI maka mereka perlu dibawa ke pusat kesehatan sesegera mungkin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertalian khusus antara ibu dan anak terus berlangsung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASI dapat membangun hubungan emosi antara ibu dan bayi yang terasa sangat nikmat dan berharga di atas usia 6 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;· &lt;a href="http://www.kellymom.com/nutrition/solids/delay-solids.html"&gt;Why Delay Solid Foods?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;· &lt;a href="http://www.kellymom.com/nutrition/solids/solids-when.html"&gt;When Will My Baby Be Ready For Solid Foods?&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;· WHO. 2004. ”&lt;a href="http://www.who.int/"&gt;Infant Feeding in emergencies : A guide for mothers&lt;/a&gt;”&lt;br /&gt;· ”&lt;a href="http://www.kellymom.com/bf/bfextended/ebf-benefits.html"&gt;Extended Breastfeeding Fact Sheet&lt;/a&gt;” by Kelly Bonyata, BS, IBCLC.&lt;br /&gt;· Jack Newman, MD, FRCPC. ”&lt;a href="http://www.kellymom.com/newman/bf_toddler_01-03.html"&gt;Breastfeed a Toddler—Why on Earth?&lt;/a&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Postingan Terkait:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://wanita-hadaya.blogspot.com/2010/02/prinsip-pemberian-makanan-pendamping.html"&gt;Prinsip Pemberian Makanan Pendamping ASI (1)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=bK6%2FNNkwWw8%3D&amp;amp;cid=TlffQoaJN%2F0%3D&amp;amp;chan=1gfHPDjZ5Sw%3D&amp;amp;type=13&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFCC&amp;amp;border=FFFFCC&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3097074452579791657-1458268973023077277?l=wanita-hadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/feeds/1458268973023077277/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2010/02/prinsip-pemberian-makanan-pendamping_12.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/1458268973023077277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/1458268973023077277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2010/02/prinsip-pemberian-makanan-pendamping_12.html' title='Prinsip Pemberian Makanan Pendamping ASI (2)'/><author><name>aYa iFada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18190596968906730289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-GoEbHJU_TEE/Tiu_0AsE3II/AAAAAAAAAmM/be2wOtIAHeY/s220/20101675.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3097074452579791657.post-8086497515458421176</id><published>2010-02-12T21:11:00.004+08:00</published><updated>2010-02-12T22:37:19.306+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makanan Pendamping Asi'/><title type='text'>Prinsip Pemberian Makanan Pendamping ASI (1)</title><content type='html'>Bahagianya ya bunda ngliat anak kita tumbuh cepat skali, tau2 udah mau 6 bulan. Berarti sekarang lg prepare buat ngasih MPASI donk. Nah, sebelum pemberian MPASI dimulai, ada banyak hal yang perlu kita ketahui. Yuk, simak apa aja?&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Memperkenalkan Makanan Pendamping ASI Setelah Bayi Berusia 6 Bulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakar ASI dan pakar kesehatan menyatakan bahwa Anda harus menunggu sampai bayi Anda berusia 6 bulan untuk memperkenalkan makanan padat, dengan kata lain, pemberian makanan padat harus dimulai pada usia 6 bulan, bukan pada usia 4 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah banyak penelitian yang dilakukan dalam beberapa tahun belakangan ini, dan sebagian besar organisasi kesehatan telah memperbaharui rekomendasi mereka dan mendukung hasil riset tersebut. Sayangnya, banyak penyedia jasa kesehatan belum memperbaharui rekomendasi mereka pada para orang tua, dan banyak sekali buku-buku yang masih ketinggalan jaman, sehingga masih banyak yang merekomendasikan pengenalan&lt;br /&gt;makanan padat di usia 4 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi-organisasi di bawah ini merekomendasikan pemberian ASI Eksklusif (tanpa ada tambahan cereal, jus atau makanan lainnya) pada semua bayi selama 6 bulan pertama dalam hidup mereka (bukan pada usia 4 – 6 bulan):&lt;br /&gt;· World Health Organization – Organisasi Kesehatan Dunia&lt;br /&gt;· UNICEF – Organisasi PBB yang mengurus masalah anak-anak&lt;br /&gt;· US Department of Health &amp;amp; Human Services – Departemen Kesehatan AS&lt;br /&gt;· American Academy of Pediatrics – Organisasi Dokter Anak di AS&lt;br /&gt;· American Academy of Family Physicians – Organisasi Dokter Keluarga di AS&lt;br /&gt;· American Dietetic Association – Asosiasi Diet AS&lt;br /&gt;· Australian National Health and Medical Research Council – Badan Kesehatan Nasional Australia&lt;br /&gt;· Royal Australian College of General Practitioners – Organisasi Dokter Umum Australia&lt;br /&gt;· Health Canada – Organisasi Kesehatan Kanada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengapa Perkenalan Makanan Pendamping ASI Harus Dimulai Pada Usia 6 Bulan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penundaan pemberian makanan padat sampai bayi berusia 6 bulan berlaku bagi bagi yang mendapatkan ASI, ASI eksklusif dan juga susu formula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;· ASI adalah satu-satunya makanan dan minuman yang dibutuhkan oleh bayi hingga ia berusia enam bulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASI adalah makan bernutrisi dan berenergi tinggi, yang mudah untuk dicerna. ASI memiliki kandungan yang dapat membantu menyerapan nutrisi. Pada bulan-bulan awal, saat bayi dalam kondisi yang paling rentan, ASI eksklusif membantu melindunginya bayi dari diare, sudden infant death syndrome/SIDS - sindrom kematian tiba-tiba pada bayi, infeksi telinga dan penyakit infeksi lain yang biasa terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riset medis mengatakan bahwa ASI eksklusif membuat bayi berkembang dengan baik pada 6 bulan pertama bahkan pada usia lebih dari 6 bulan. Organisasi Kesehatan Dunia – WHO mengatakan: “ASI adalah suatu cara yang tidak tertandingi oleh apapun dalam menyediakan makanan ideal untuk pertumbuhan dan perkembangan seorang bayi… Evaluasi pada bukti-bukti yang telah ada menunjukkan bahwa pada tingkat populasi dasar, pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan adalah cara yang paling optimal dalam pemberian makan kepada bayi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 6 bulan, biasanya bayi membutuhkan lebih banyak zat besi dan seng daripada yang tersedia didalam ASI – pada titik inilah, nutrisi tambahan bisa diperoleh dari sedikit porsi makanan padat. Bayi-bayi tertentu bisa minum ASI hingga usia 12 bulan atau lebih – selama bayi anda terus menambah berat dan tumbuh sebagaimana mestinya, berarti ASI anda bisa memenuhi kebutuhannya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;· Menunda pemberian makanan padat memberikan perlindungan yang lebih baik pada bayi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;terhadap berbagai penyakit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun bayi terus menerima imunitas melalui ASI selama mereka terus disusui, kekebalan paling besar diterima bayi saat dia diberikan ASI eksklusif. ASI memiliki kandungan 50+ faktor imunitas yang sudah dikenal, dan mungkin lebih banyak lagi yang masih tidak diketahui. Satu studi memperlihatkan bayi yang diberikan ASI eksklusif selama 4 bulan+ mengalami infeksi telinga 40% lebih sedikit daripada bayi yang diberi ASI ditambah makanan tambahan lain. Probabilitas terjadinya penyakit pernapasan selama masa kanak-kanak secara signifikan berkurang bila bayi diberikan ASI eksklusif setidaknya selama 15 minggu dan makanan pada tidak diberikan selama periode ini. (Wilson, 1998). Lebih banyak lagi studi yang juga mengaitkan tingkat eksklusivitas ASI dengan meningkatnya kesehatan (lihat faktor imunitas pada susu&lt;br /&gt;manusia dan Resiko pemberian makanan instan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;· Menunda pemberian makanan padat memberikan kesempatan pada sistem pencernaan bayi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;untuk berkembang menjadi lebih matang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya bayi siap untuk makan makanan padat, baik secara pertumbuhan maupun secara psikologis, pada usia 6 – 9 bulan. Bila makanan padat sudah mulai diberikan sebelum sistem pencernaan bayi siap untuk menerimanya, maka makanan tersebut tidak dapat dicerna dengan baik dan dapat menyebabkan reaksi yang tidak menyenangkan (gangguan pencernaan, timbulnyagas, konstipasi dll). Tubuh bayi belum memiliki protein pencernaan yang lengkap. Asam lambung dan pepsin dibuang pada saat kelahiran dan baru dalam 3 sampai 4 bulan terakhir jumlahnya meningkat mendekati jumlah untuk orang dewasa. Amilase, enzim yang diproduksi oleh pankreas belum mencapai jumlah yang cukup untuk mencernakan makanan kasar sampai usia sekitar 6 bulan. Dan enzim pencerna karbohidrat seperti maltase, isomaltase dan sukrase belum mencapai level oranga dewasa sebelum 7 bulan. Bayi juga memiliki jumlah lipase dan bile salts dalam jumlah yang sedikit, sehingga pencernaan lemak belum mencapai level orang dewasa sebelum usia 6-9 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;· Menunda pemberian makanan padat memberikan kesempatan pada bayi agar sistem yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dibutuhkan untuk mencerna makanan padat dapat berkembang dengan baik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda-tanda yang menunjukkan bahwa bayi sudah siap untuk menerima makanan padat termasuk:&lt;br /&gt;a. Bayi dapat duduk dengan baik tanpa dibantu.&lt;br /&gt;b. Reflek lidah bayi sudah hilang dan tidak secara otomatis mendorong makanan padat keluar dari mulutnya dengan lidah.&lt;br /&gt;c. Bayi sudah siap dan mau mengunyah.&lt;br /&gt;d. Bayi sudah bisa “menjumput”, dimana dia bisa memegang makanan atau benda lainnya dengan jempol dan telunjuknya. Menggunakan jari dan menggosokkan makanan ke telapak tangan tidak bisa menggantikan gerakan “menjumput”.&lt;br /&gt;e. Bayi kelihatan bersemangat untuk ikut serta pada saat makan dan mungkin akan mencoba untuk meraih makanan dan memasukkannya ke dalam mulut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kali kita mengatakan bahwa salah satu tanda bahwa bayi sudah siap untuk menerima makanan padat adalah bila bayi terus menerus ingin menyusu (kelihatan tidak puas setelah diberikan ASI/susu)-walaupun dia tidak sedang dalam keadaan sakit, akan tumbuh gigi , mengalami perubahan rutinitas atau mengalami pertumbuhan yang tiba-tiba. Meskipun demikian, sulit untuk menentukan apakah peningkatan kebutuhan untuk menyusui itu berhubungan dengan kesiapan bayi untuk menerima makanan padat. Banyak (bahkan sebagian besar) bayi usia 6 bulan yang mengalami pertumbuhan yang&lt;br /&gt;tiba-tiba, tumbuh gigi dan mengalami berbagai perkembangan – dalam satu waktu, yang pada akhirnya bisa menyebabkan meningkatnya kebutuhan untuk menyusui. Yakinkan bahwa anda melihat semua tanda-tanda kesiapan untuk menerima makanan padat sebagai suatu kesatuan, karena bila bayi hanya menunjukkan meningkatnya kebutuhan untuk menyusui, itu bukanlah tanda kesiapannya untuk menerima makanan padat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;· Menunda pemberian makanan padat mengurangi resiko alergi makanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai catatan menunjukkan bahwa memperpanjang pemberian ASI eksklusif mengakibatkan rendahnya angka insiden terjadinya alergi makanan (lihat Referensi alergi dan Resiko Pemberian Makanan Instan). Sejak lahir sampai usia antara empat sampai enam bulan, bayi memiliki apa yang biasa disebut sebagai “usus yang terbuka”. Ini berarti bahwa jarak yang ada di antara sel-sel pada usus kecil akan membuat makromolekul yang utuh, termasuk protein dan bakteri patogen, dapat masuk ke dalam aliran darah. Hal ini menguntungkan bagi bayi yang mendapatkan ASI karena zat antibodi yang terdapat di dalam ASI dapat masuk langsung melalui aliran darah bayi, tetapi hal ini juga berarti bahwa protein-protein lain dari makanan selain ASI (yang mungkin dapat menyebabkan bayi menderita alergi) dan bakteri patogen yang bisa menyebabkan berbagai penyakit bisa masuk juga. Dalam 4-6 bulan pertama usia bayi, saat usus masih “terbuka”, antibodi (slgA) dari ASI melapisi organ pencernaan bayi dan menyediakan kekebalan pasif, mengurangi terjadinya penyakit dan reaksi alergi sebelum penutupan usus terjadi. Bayi mulai memproduksi antibodi sendiri pada usia sekitar 6 bulan, dan penutupan usus biasanya terjadi pada saat yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;· Menunda pemberian makanan padat membantu melindungi bayi dari anemia karena &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kekurangan zat besi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengenalan suplemen zat besi dan makanan yang mengandung zat besi, terutama pada usia enam bulan pertama, mengurangi efisiensi penyerapan zat besi pada bayi. Bayi yang sehat dan lahir cukup bulan yang diberi ASI eksklusif selama 6-9 bulan menunjukkan kecukupan kandungan hemoglobin dan zat besi yang normal. Dalam suatu studi (Pisacane, 1995), para peneliti menyimpulkan bahwa bayi yang diberikan ASI eksklusif selama 7 bulan (dan tidak diberikan suplemen zat besi atau sereal yang mengandung zat besi) menunjukkan level hemoglobin yang secara signifikan lebih tinggi dalam waktu satu tahun dibandingkan bayi yang mendapat ASI tapi menerima makanan padat pada usia kurang dari tujuh bulan. Para peneliti tidak berhasil menemukan adanya kasus anemia di tahun pertama pada bayi yang diberikan ASI eksklusif selama tujuh bulan dan akhirnya menyimpulkan bahwa memberikan ASI eksklusif selama tujuh bulan mengurangi resiko terjadinya anemia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;· Menunda pemberian makanan padat membantu melindungi bayi dari resiko terjadinya obesitas di masa datang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian makanan padat terlalu dini sering dihubungkan dengan meningkatnya kandungan lemak dan berat badan pada anak-anak. (Untuk contoh, lihat Wilson 1998, von Kries 1999, Kalies 2005)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;· Menunda pemberian makanan padat membantu para ibu untuk mejaga kesediaan ASI mereka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai studi menunjukkan bahwa pada bayi makanan padat akan menggantikan prosi susu dalam menunya – makanan tersebut tidak menambah total asupan pada bayi. Makin banyak makanan padat yang dimakan oleh bayi, maka makin sedikit susu yang dia serap dari ibunya, dan makin sedikit susu yang diserap dari ibu berarti produksi ASI juga makin sedikit. Bayi yang makan banyak makanan padat atau makan makanan padat pada umur yang lebih muda cenderung lebih cepat disapih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;· Menunda makanan padat membantu memberi jarak pada kelahiran bayi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian ASI biasanya sangat efektif dalam mencegah kehamilan terutama bila bayi anda mendapatkan ASI eksklusif dan semua kebutuhan nutrisinya dapat dipenuhi melalui ASI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;· Menunda pemberian makanan padat membuat pemberiannya menjadi lebih mudah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi yang mulai makan makanan padat pada usia yang lebih besar dapat makan sendiri dan lebih kecil kecendurangan untuk mengalami alergi terhadap makanan. (WM/DS/PP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;· &lt;a href="http://www.kellymom.com/nutrition/solids/delay-solids.html"&gt;Why Delay Solid Foods?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;· &lt;a href="http://www.kellymom.com/nutrition/solids/solids-when.html"&gt;When Will My Baby Be Ready For Solid Foods?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blog Terkait:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://resepmasakanhadaya.blogspot.com/"&gt;Aneka Resep MPASI&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=bK6%2FNNkwWw8%3D&amp;amp;cid=TlffQoaJN%2F0%3D&amp;amp;chan=1gfHPDjZ5Sw%3D&amp;amp;type=13&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFCC&amp;amp;border=FFFFCC&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3097074452579791657-8086497515458421176?l=wanita-hadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/feeds/8086497515458421176/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2010/02/prinsip-pemberian-makanan-pendamping.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/8086497515458421176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/8086497515458421176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2010/02/prinsip-pemberian-makanan-pendamping.html' title='Prinsip Pemberian Makanan Pendamping ASI (1)'/><author><name>aYa iFada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18190596968906730289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-GoEbHJU_TEE/Tiu_0AsE3II/AAAAAAAAAmM/be2wOtIAHeY/s220/20101675.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3097074452579791657.post-2340386049453107424</id><published>2010-02-09T12:54:00.004+08:00</published><updated>2010-02-09T13:18:07.038+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Yang Ditiru Bayi Dari Mamanya</title><content type='html'>Sejak bulan-bulan pertama, bayi selalu menirukan ibunya. Apa saja yang ditiru?&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Empat Hal yang Ditiru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi amat hebat dalam meniru, terutama menirukan ibunya. Hasil peniruannya yang hebat bisa terlihat pada ulang tahun pertamanya. Dari sosok yang hanya bisa tergolek, menangis, dan memejamkan mata hampir sepanjang waktu, bayi menjelma jadi bocah aktif, gesit, kuat dan cerdas, yang sanggup merangkak ke seluruh penjuru rumah, sambil mengoceh dan tertawa-tawa.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa saja yang ditiru bayi dari ibunya, sehingga ia mencapai kemajuan begitu pesat?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perilaku dan tindakan ibu&lt;/span&gt;. Menurut penelitian, bayi usia 2 bulan akan menjulurkan lidahnya ketika melihat orang yang sebelumnya biasa menjulurkan lidah kepadanya. Hal itu tidak ia lakukan terhadap orang yang tidak pernah menjulurkan lidah kepadanya. Kesimpulannya, bayi meniru perilaku orang dengan cara mengingat wajah orang itu. Perlu diketahui, sejak bulan pertama bayi sudah "berlatih" mengamati wajah orang baik-baik. Salah satu caranya adalah, setiap kali menyusu, bayi selalu berusaha memandangi wajah ibunya. Bukan kebetulan jika penelitian menemukan, jarak antara wajah bayi menyusu dengan wajah ibunya adalah sekitar 20-25 cm, sama dengan jarak pandang paling jelas untuk bayi baru lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Yang dapat ibu lakukan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Perlakukan bayi dengan penuh kasih sayang dan sopan santun.&lt;br /&gt;  2. Hindarkan memperlakukan orang lain dengan buruk, terutama saat berada di dekat bayi, karena bayi tetap merekamnya, dan kemungkinan akan menirunya, jika ibu berkali-kali melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Senyuman ibu&lt;/span&gt;. Di bulan kedua (kira-kira usia 6 minggu), ibu yang sering tersenyum untuk bayinya akan "menuai" hadiah manis: bayi akan membalas senyumannya. Bayi mampu melakukan ini setelah sekian lama memandangi wajah ibunya tersenyum. Lalu, ketika bayi mulai bisa menggerakkan otot-otot wajahnya, ia pun mampu menarik kedua ujung bibirnya ke atas, membentuk "senyum sosial"nya yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Yang dapat ibu lakukan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Tetaplah tersenyum tiap kali berinteraksi dengan bayi, agar tersenyum menjadi kebiasaan dan hal yang mudah untuk bayi.&lt;br /&gt;  2. Respon juga senyuman bayi dengan ekspresi gembira dan ungkapan verbal “Aduh, manisnya senyum anak Mama!” Ini akan membantu bayi menghubungkan tindakan tersenyum dengan kata "senyum", dan mengajarkan bayi bahwa senyumnya membuat orang lain senang, dan kesenangan orang lain (akibat senyumnya) akan membuahkan kesenangan baru untuk dirinya (mendapat pujian).            &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Isyarat nonverbal&lt;/span&gt;. Sejak bulan pertama, bayi merasakan bahwa segala yang ibunya lakukan langsung menghasilkan kenyamanan untuk dirinya. Contohnya: Ibu menjulurkan tangan untuk menggendongnya, bayi lalu mendapatkan ketenangan dalam dekapan ibu. Ibu mendekatkan bayi ke payudara, bayi lalu bisa menyusu sampai kenyang. Ibu menyodorkan mainan, bayi lalu bisa bermain sampai puas. Ibu menutupi wajah dengan telapak tangan, bayi mendapat kejutan menyenangkan ketika tangan ibu terangkat dari wajah. Ibu bertepuk tangan dan bernyanyi, bayi bisa mendengar suara yang merdu, dsb. Bayi akan mengingat semua ini. Suatu waktu, ketika bayi membutuhkan kenyamanan yang pernah ia rasakan itu, ia akan menirukan gerakan ibu, sebagai "isyarat nonverbal" agar ibu memberikan kenyamanan yang ia maksud. Misalnya, bayi menjulurkan tangan (minta digendong), menyurukkan wajah ke dada ibu (minta disusui), menangkupkan tangan ke wajah ibu (minta diajak bermain cilukba), dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bulan kedelapan, bayi semakin serius mengawasi ibunya, dan selalu terpesona melihat ibunya melakukan berbagai kegiatan, sekalipun kegiatan itu tidak berdampak langsung pada kenyamanannya. Misalnya, ia senang mengamati ibunya mengerjakan pekerjaan rumah tangga, menulis, menelpon, dll. Kelak, di bulan kesepuluh, bayi akan mencoba meniru berbagai kegiatan ibu (dan kegiatan orang lain) yang sering ia amati.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Yang dapat ibu lakukan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Tanggapi isyarat nonverbal bayi segera. Berikan apa yang bayi inginkan, agar bayi makin bersemangat meniru gerak-gerik ibunya. Semangat bayi meniru ibunya adalah modal penting ibu untuk mendidik bayi selanjutnya.&lt;br /&gt;  2. Verbalkan isyarat nonverbal bayi. Jika bayi mengulurkan tangan minta digendong, ibu bisa mengucapkan: “Oh, Adik minta digendong?”, lalu gendonglah si bayi. Ini akan merangsang kemampuan bicara bayi.&lt;br /&gt;  3. Contohkan etika yang ingin dikenalkan kepada bayi. Misalnya, pemakaian tangan kanan untuk memberi dan menerima sesuatu.&lt;br /&gt;  4. Beri bayi kesempatan dan sarana untuk meniru aktivitas orang dewasa sehari-hari: kertas dan alat tulis untuk "menulis", buku untuk "dibaca", telepon mainan atau telepon sungguhan bekas, peralatan dapur bekas, sisir, cermin kecil, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Olah suara&lt;/span&gt;. Merujuk Dr. Noboru Kobayashi, MD, profesor emeritus Universitas Tokyo dan Direktur Child Research Net, ketika bayi mulai mengoceh dan ibunya menjawab dengan olah suara yang mirip ocehan bayi, maka bayi pun akan menirukan olah suara ibunya itu (yang tak lain tiruan suara si bayi sendiri). Ini terjadi silih berganti, seperti dua orang yang sedang "mengobrol". Di usia sekitar 4 bulan, bayi boleh dibilang sudah bisa menirukan olah suara ibunya dengan ketepatan sekitar 50%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi bayi, kesediaan ibu membalas ocehannya menandakan cinta ibu terhadap dirinya. Ini membuat bayi sangat menikmati mengoceh dan menirukan olah suara ibunya, dan menjadi awal yang baik untuk perkembangan bicara bayi selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    Yang dapat ibu lakukan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Tunjukkan ekspresi wajah yang jelas untuk tiap-tiap suara-suara yang dihasilkan. Tersenyum untuk suara gembira, ekspresi murung untuk suara sedih, dll.&lt;br /&gt;  2. Perjelas gerakan bibir dan lidah ketika menghasilkan berbagai suara. Ini bisa menjadi semacam awal latihan pengucapan buat bayi. Ucapkan dengan jelas kata-kata yang dipahami bayi: mama, papa, boneka, baju, dll.&lt;br /&gt;  3. Hindarkan semua ucapan negatif (omelan, makian, sumpah serapah), terutama di dekat bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu adalah guru anak, guru yang pertama lagi. Risiko jadi guru, ya harus bisa digugu dan ditiru. Setuju?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://parentsguide.co.id/"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Parentsguide.co.id&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3097074452579791657-2340386049453107424?l=wanita-hadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/feeds/2340386049453107424/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2010/02/yang-ditiru-bayi-dari-mamanya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/2340386049453107424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/2340386049453107424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2010/02/yang-ditiru-bayi-dari-mamanya.html' title='Yang Ditiru Bayi Dari Mamanya'/><author><name>aYa iFada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18190596968906730289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-GoEbHJU_TEE/Tiu_0AsE3II/AAAAAAAAAmM/be2wOtIAHeY/s220/20101675.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3097074452579791657.post-6810149705395294333</id><published>2010-02-07T03:44:00.001+08:00</published><updated>2010-02-07T03:46:52.560+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Membujuk Anak Agar Doyan Susu</title><content type='html'>Tidak mudah membujuk buah hati tercinta untuk mau minum susu. Padahal, susu memiliki banyak khasiat positif bagi tubuh dan kesehatan. Oleh karena itu, Anda perlu pintar-pintar menyiasati bagaimana agar susu tersebut menjadi menarik saat disajikan dan terasa nikmat saat dikonsumsi.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gantilah susu tawar atau tanpa rasa dengan susu cokelat agar mereka tertarik. Jika anak tidak suka cokelat, maka pilihlah rasa lain. Ada banyak rasa susu yang bisa dipilih saat ini, seperti melon, strawberry, mangga, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda juga bisa menambahkan pisang, strawberry, pear, atau buah lainnya untuk membuat minuman jus buah susu. Blender buah dan susu untuk menghasilkan minuman yang nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puding susu, kue dari bahan susu, sup dengan campuran susu, hingga kue bersalut krim susu bisa menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan susu bagi anak dengan cara yang menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda juga bisa mencoba susu kambing bebas laktosa dengan aneka rasa. Semakin variatif susu yang Anda berikan, maka anak tidak cepat bosan. Dari pemberian ragam rasa dan jenis susu, Anda juga bisa tahu, mana susu yang terbaik dan cocok bagi mereka, yang juga mereka sukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anak tetap menolak minum susu, maka Anda harus tetap 'memaksanya'. Pastikan mereka mengerti bahwa mereka harus minum susu, entah mereka suka atau tidak. Jika mereka tahu bahwa mereka tidak diberikan pilihan untuk menolak, maka mereka akan melakukan apa yang Anda minta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segelas susu cokelat panas bisa membantu anak (dan siapa saja) yang mengalami kesulitan tidur/insomnia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber: &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Metrotvnews.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3097074452579791657-6810149705395294333?l=wanita-hadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/feeds/6810149705395294333/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2010/02/membujuk-anak-agar-doyan-susu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/6810149705395294333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/6810149705395294333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2010/02/membujuk-anak-agar-doyan-susu.html' title='Membujuk Anak Agar Doyan Susu'/><author><name>aYa iFada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18190596968906730289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-GoEbHJU_TEE/Tiu_0AsE3II/AAAAAAAAAmM/be2wOtIAHeY/s220/20101675.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3097074452579791657.post-9019852896365510576</id><published>2010-01-30T18:00:00.003+08:00</published><updated>2010-01-30T18:38:07.643+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Pemikiran Keliru Para Ibu</title><content type='html'>Menjadi seorang ibu adalah anugerah terindah bagi setiap wanita di muka bumi ini. Ketika sang buah hati sudah lahir ke dunia, setiap tarikan nafas seorang ibu seolah tidak ingin lengser sedetik pun menatap si kecil.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut sangat wajar sekali. Mengingat ketulusan seorang ibu yang tiada batas, bahkan nyawa pun rela dikorban demi anaknya. Namun demikian, apakah seorang ibu merasakan lelah? Merasakan bingung, panik dan sedih? Iya, bunda, Anda memiliki perasaan seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengabaikan diri sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jauh dilubuk hati terdalam seorang ibu, pastinya perasaan-perasaan diatas pernah mereka alami. Akan tetapi, dengan sekuat tenaga mereka akan menutupi perasaan-perasaan seperti, demi membuat orang-orang disekitarnya tidak khawatir terhadap kekalutan, kesedihan bahkan rasa lelah yang mendera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seberapa pun usaha Anda untuk terlihat tegar di depan keluarga, bahkan suami, dan diri sendiri, hal tersebut patut diacungkan jempol. Tapi yang perlu diingat adalah Anda juga perlu beristirahat dan meluangkan waktu sejenak dari rutinitas yang padat sebagai seorang ibu sekaligus ibu rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Me-rileks-kan diri sendiri sementara waktu disaat si kecil tengah tertidur pulas atau sedang digendong oleh suami atau pengasuh, adalah momen tepat bagi Anda mempergunakannya untuk tidur atau memanjakan diri, dengan pijat atau melakukan hal-hal kesenangan Anda, seperti nonton tv, membaca atau melakukan perawatan kecantikan di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastinya diawal-awal bulan pasca melahirkan, waktu Anda banyak tersita untuk mengurus si kecil, bahkan untuk ke kamar kecil saja Anda harus sampai menundanya karena si kecil terus-terusan menangis dan tidak mau digendong oleh ayahnya atau anggota keluarga lainnya, selain hanya dengan ibunya.&lt;br /&gt;Maka dari itu, saat Anda memiliki 30-60 menit untuk rehat sejenak, manfaatkanlah sebaik-baiknya, karena salah satunya sangat erat hubungannya dengan kesehatannya. Agar ketika si kecil sudah bangun, Anda sudah memiliki cadangan tenaga untuk beberapa jam kedepan. Dan Anda pun juga akan terhindar dari stres dan rasa bosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Terlalu protektif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sangat wajar jika seorang ibu ingin memberikan yang terbaik kepada buah hatinya. Namun, perhatian yang berlebihan sehingga tanpa sadar membuat si kecil tidak merasa nyaman, ternyata bisa menimbulkan dampak yang kurang baik terhadap anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pikiran kurang tepat dari beberapa ibu yakni tidak memberikan kesempatan kepada anak keluar rumah, untuk sekedar menghirup udara pekarangan rumah atau bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Sebagian ibu menganggap dengan "mengurung" anak di dalam rumah, maka akan terhidar dari penyakit atau pengaruh buruk. Belum tentu bunda!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, jika hanya membiarkan anak berada didalam kamar selama 24 jam dalam seminggu, tanpa mengijinkannya menghirup udara luar rumah, hal tersebut tidak menjamin anak akan terhindar dari penyakit. Kemungkinan alergi bisa sangat berpotensi, karena udara yang dihirup adalah udara yang tidak bersirkulasi dengan baik.&lt;br /&gt;Anak juga butuh udara segar dari lingkungan sekitarnya yang dikelilingi oleh tumbuhan dan pohon-pohon yang rindang. Selain itu, melihat warna-warna alam yang bervariasi juga akan memberikan pengaruh yang baik kepada si kecil. Dengan begitu, selain anak bisa berinteraksi dengan lingkungannya, sekaligus mereka juga bisa belajar beradaptasi dengan sekelilingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tidak pernah menyaring informasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ibu baru, pengalaman Anda sebagai ibu pun pastinya masih sangat minim. Dan ketika mendapatkan saran dari ibu dan ibu mertua Anda, serta orang lain yang sudah memiliki pengalaman sebelumnya dengan mengurus anak dan keluarga, pastinya akan sangat menolong Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apakah semuanya benar? Mana yang harus dilakukan? Dan apakah ada efek buruk dikemudian hari? Kecemasan seperti itu, tidak jarang akan menghinggapi para ibu baru saat berbagai masukan sudah terasa terlalu banyak dan timbul keragu-raguan untuk mengikuti saran tersebut, lantaran banyaknya versi terhadap solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, saat itu memang tidak boleh dianggap remeh. Ketika Anda ragu, sebaiknya gunakanlah intuisi Anda sebagai seorang ibu. Disaat Anda bimbang memutuskan akan mengikuti saran yang mana, intuisi akan menuntun Anda menemukan jalan keluar yang tepat.&lt;br /&gt;Dan untuk lebih meyakinkan intuisi Anda, Anda bisa mempertajamnya dengan cara membaca buku-buku referensi seputar anak, mencari informasi melalui internet, majalan atau yang paling jitu bertanya langsung kepada ahlinya, dalam hal ini dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Hanyawanita.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3097074452579791657-9019852896365510576?l=wanita-hadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/feeds/9019852896365510576/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2010/01/parenting-pemikiran-keliru-para-ibu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/9019852896365510576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/9019852896365510576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2010/01/parenting-pemikiran-keliru-para-ibu.html' title='Pemikiran Keliru Para Ibu'/><author><name>aYa iFada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18190596968906730289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-GoEbHJU_TEE/Tiu_0AsE3II/AAAAAAAAAmM/be2wOtIAHeY/s220/20101675.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3097074452579791657.post-2222821208466969775</id><published>2008-11-29T13:51:00.002+08:00</published><updated>2010-01-30T18:36:56.359+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Pengaruh Nama Pada Anak</title><content type='html'>Para ahli sosiologi berpendapat bahwa nama yang diberikan orang tua kepada anaknya akan mempengaruhi kepribadian, kemampuan anak dalam berinteraksi dengan orang lain, dan bagaimana cara orang menilai diri si pemilik nama.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak alasan dan pertimbangan para orangtua dalam memilihkan nama anak. Ada yang menyukai anaknya memiliki nama yang unik dan tidak ‘pasaran’. Mungkin mereka tidak suka membayangkan ketika nama anaknya dipanggil di depan kelas, ternyata ada lima orang anak yang maju karena kebetulan namanya sama. Ada yang lebih suka anaknya memiliki nama yang singkat dan mudah diingat. Orangtua seperti ini akan beralasan, “Toh nanti anakku akan dipanggil dengan nama bapaknya di elakang namanya.” Walaupun pernah kejadian orang Indonesia yang diharuskan mengisi suatu formulir di negara Eropa agak kebingungan karena diharuskan mengisi kolom nama keluarga. Padahal sebagaimana juga kebanyakan orang Indonesia, nama yang ada di kartu indentitasnya hanya nama tunggal, tanpa nama keluarga atau bin/binti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orangtua lain memilihkan nama yang megah untuk buah hati mereka. Sementara bagi kalangan tertentu ada kepercayaan jika anak ‘keberatan nama’ nanti bisa sakit-sakitan. Sebagian orang ada yang menganggap nama sebagai sesuatu yang biasa, sekedar identitas yang membedakan seseorang dengan yang lain. Ada lagi yang memilihkan nama untuk anaknya berdasarkan rasa penghargaan terhadap seseorang yang dianggap telah berjasa atau dikagumi. “&lt;em&gt;As a tribute to&lt;/em&gt;,   ”  demikian alasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orangtua, kita perlu tahu makna dari sebuah nama dan mempertimbangkan yang terbaik untuk anak kita. Bayangkan bahwa anak kita akan menyandang nama tersebut sejak tertulis di akte kelahiran, hingga di hari akhir nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi umat muslim, nama adalah doa yang berisi harapan masa depan si pemilik nama. Para calon orang tua yang peduli tidak hanya berusaha memilih nama yang indah bagi anaknya, tapi juga nama yang memiliki arti yang baik dan memberikan dampak atau sugesti kebaikan bagi anak. Dr. Abdullah Nashih Ulwan dalam buku Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam menyebutkan beberapa hal penting tentang pemberian nama kepada  anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut beliau kita para orangtua hendaknya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Memberikan nama segera setelah bayi dilahirkan. Lamanya berkisar antara sehari hingga tujuh hari setelah dilahirkan. Dalam sebuah hadits Rasulullah saw. bersabda, &lt;em&gt;“Tadi malam telah lahir seorang anakku. Kemudian aku menamakannya dengan nama Abu Ibrahim&lt;/em&gt; (Muslim). Dari Ashhabus-Sunan dari Samirah, Rasulullah saw. bersabda, &lt;em&gt;“Setiap anak itu digadaikan dengan aqiqahnya. Disembelihkan (binatang) baginya pada hari ketujuh (dari hari kelahiran)nya, diberi nama, dan dicukur kepalanya pada hari itu.”&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memperhatikan petunjuk pemberian nama, dengan mengatahui nama-nama yang disukai dan dibenci. Ada pun nama-nama yang dianjurkan Rasulullah saw. adalah:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Nama-nama yang baik dan indah. Rasulullah saw. menganjurkan, &lt;em&gt;“Sesungguhnya pada hari kiamat nanti kamu sekalian akan dipanggil dengan nama-nama kamu sekalian dan nama-nama bapak-bapak kamu sekalian. Oleh karena itu, buatlah nama-nama yang baik untuk kamu sekalian.”&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nama-nama yang paling disukai Allah yaitu Abdullah dan Abdurrahman.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nama-nama para nabi seperti Muhammad, Ibrahim, Yusuf, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan nama-nama yang sebaiknya dihindari adalah:&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Nama-nama yang dapat mengotori kehormatan, menjadi bahan celaan atau cemoohan orang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nama yang berasal dari kata-kata yang mengandung makna pesimis atau negatif.&lt;br /&gt;Nama-nama yang khusus bagi Allah swt. seperti Al-Ahad, Ash-Shamad, Al-Khaliq, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Pengaruh Nama Pada Anak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua seharusnya berusaha memberikan sebutan nama yang baik, indah dan disenangi anak, karena nama seperti itu dapat membuat mereka memiliki kepribadian yang baik, memumbuhkan rasa cinta dan menghormati diri sendiri. Kemudian mereka kelak akan terbiasa dengan akhlak yang mulia saat berinteraksi dengan orang-orang disekelilingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak juga perlu mengetahui dan paham tentang arti namanya. Pemahaman yang baik terhadap nama mereka akan menimbulkan perasaan memiliki, perasaan nyaman, bangga dan perasaan bahwa dirinya berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi lingkungan keluarga, adalah hal yang penting untuk menjaga agar nama anak-anak mereka disebut dan diucapkan dengan baik pula. Sebab ada kebiasaan dalam masyarakat kita yang suka mengubah nama anak dengan panggilan, julukan, atau nama kecil. Sayangnya nama panggilan ini terkadang malah mengacaukan nama aslinya. Nama panggilan ini kadang selain tidak bermakna kebaikan juga bisa mengandung pelecehan. Hal ini kadang terjadi karena nama anak terlalu sulit dilafalkan, baik oleh orang-orang disekitarnya bahkan bagi sang anak sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama yang terdiri dari tiga suku kata atau lebih akan membuat orang menyingkat nama tersebut menjadi satu atau dua suku kata. Misalnya Muthmainah akan disingkat menjadi Muti atau Ina. Sedangkan nama yang memiliki huruf ‘R’ biasanya akan lebih sulit dilafalkan anak yang cenderung cedal pada usia balita. Maka nama-nama seperti Rofiq (yang artinya kawan akrab) akan dilafalkan menjadi Opik, nama Raudah (taman) dilafalkan menjadi Auda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama yang unik dan berbeda apalagi megah, mungkin memiliki keuntungan tersendiri. Namun nama yang demikian dapat menyebabkan beberapa masalah. Nama yang sulit diucapkan dapat membuat orang-orang sering salah mengucapkan atau menuliskannya. Ada suatu penelitian yang menunjukkan bahwa orang sering memberikan penilaian negatif pada seseorang yang memiliki nama yang aneh atau tidak biasa. Dr. Albert Mehrabian, PhD. melakukan penelitian tentang bagaimana sebuah nama mengubah persepsi orang lain tentang moral, keceriaan, kesuksesan, bahkan maskulinitas dan feminitas. Dalam pergaulan anak yang memiliki nama yang tidak biasa mungkin akan mengalami masa-masa diledek atau diganggu oleh teman-temannya karena namanya dianggap aneh. Pernah mendengar ada seseorang yang bernama Rahayu ternyata seorang laki-laki?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ingin menamai anak dengan nama orang lain, ada baiknya memilih nama orang yang sudah meninggal dunia dan telah terbukti kebaikannya. Jika orang tersebut masih hidup, dikuatirkan suatu saat orang tersebut berubah atau mengalami kehidupan yang tercela. Sudah banyak contoh orang-orang yang pada sebagian hidupnya dianggap sebagai orang besar, ternyata di kemudian hari atau di akhir hayatnya digolongkan sebagai orang yang banyak dicela masyarakat. Kita harus menjaga jangan sampai anak kita menanggung malu karena suatu saat dirinya diasosiasikan dengan orang yang tidak baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntunglah kita, karena di Indonesia nama-nama Islami sangat biasa dan banyak. Sehingga tidak ada alasan merasa malu atau aneh memiliki nama yang Islami. Hanya saja mungkin dari segi kepraktisan perlu dipertimbangkan nama anak yang cukup mudah diucapkan, tidak terlalu pasaran tapi tidak aneh, dan sebuah nama yang akan disandang anak kita dengan bangga sejak masa kanak-kanak hingga dewasa nanti. &lt;em&gt;Wallahu alam&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:78%;" &gt;Source: &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2008/pengaruh-nama-pada-anak/%22%3Ehttp://www.dakwatuna.com/2008/pengaruh-nama-pada-anak/"&gt;http://www.dakwatuna.com/2008/pengaruh-nama-pada-anak/"&gt;http://www.dakwatuna.com/2008/pengaruh-nama-pada-anak/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3097074452579791657-2222821208466969775?l=wanita-hadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/feeds/2222821208466969775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2008/11/pengaruh-nama-pada-anak.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/2222821208466969775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/2222821208466969775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2008/11/pengaruh-nama-pada-anak.html' title='Pengaruh Nama Pada Anak'/><author><name>aYa iFada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18190596968906730289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-GoEbHJU_TEE/Tiu_0AsE3II/AAAAAAAAAmM/be2wOtIAHeY/s220/20101675.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3097074452579791657.post-4126153952923635583</id><published>2008-11-10T20:30:00.002+08:00</published><updated>2010-01-30T18:59:42.932+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pregnancy'/><title type='text'>Tips Membangun Komunikasi dengan Janin</title><content type='html'>Selamat ya buat Anda calon ibu! Masa kehamilan yg begitu membahagiakan tentunya... Apalagi jika si janin sdh mulai melakukan berbagai macam jurus, hari2 yg dilalui jd berbeda dgn hari2 biasanya. Yuk, kita jalin komunikasi dengan si janin...&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Jangan stress, sebab stress bisa mempengaruhi perkembangan kejiwaan janin.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jalin komunikasi dengan janin dalam kandungan. Usap dengan kasih sayang, ucapkan kata-kata yang baik dan sapaan hangat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perdengarkan ayat-ayat Al-Qur’an. Lantunan Al-Qur’an akan berdampak ganda, yaitu merangsang keterampilan berbahasa dan kecerdasan spiritual.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kenalkan janin pada musik, vocal dan pada pemikiran ekonomi atau matematika.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hindari menonton tayangan televise dan bacaan-bacaan negatif. Seperti gosip, mistik, berita kriminal, kekerasan, dll.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Konsumsi makanan yang halal dan baik, cukup istirahat dan olahraga ringan yang teratur.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penting!&lt;/span&gt; Khatam-kan Al-Qur’an minimal satu kali selama hamil. Pasrahkan kehamilan kita pada Allah. Sebab, Dialah sebaik-baik pelindung bagi kita dan janin yang ada dalam kandungan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3097074452579791657-4126153952923635583?l=wanita-hadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/feeds/4126153952923635583/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2008/11/tips-membangun-komunikasi-dengan-janin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/4126153952923635583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/4126153952923635583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2008/11/tips-membangun-komunikasi-dengan-janin.html' title='Tips Membangun Komunikasi dengan Janin'/><author><name>aYa iFada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18190596968906730289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-GoEbHJU_TEE/Tiu_0AsE3II/AAAAAAAAAmM/be2wOtIAHeY/s220/20101675.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3097074452579791657.post-3604248880179431925</id><published>2008-11-10T20:11:00.002+08:00</published><updated>2010-01-30T19:02:40.404+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pregnancy'/><title type='text'>Merangsang Kecerdasan Janin</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(dr. H. Hanny Ronosulistyo, Sp.OG, K. Obos, MM.)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkuat ikatan emosional kita dengan si kecil sedini mungkin. Caranya? Ajak mereka berkomunikasi melalui sentuhan. Rangsang pula kecerdasannya dengan alunan ayat-ayat Al-Qur’an atau musik yang lembut. Bisikkan pula kata-kata penuh cinta dan kasih sayang kepadanya.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya janin telah memiliki kepribadian sejak hadir dalam rahim. Ia dapat mencium, mendengar dan merasa sakit. Walau struktur telinganya baru sempurna pada usia 24 minggu, namun pendengarannya sudah berfungsi sejak usia 16 minggu. Boleh jadi, inilah yang mendasari diadakannya “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;selamatan&lt;/span&gt;” ketika usia kehamilan mencapai 16 minggu. Tentang hal ini, ada dua pendapat ulama. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, karena ruh dan penentuan nasib manusia ditiupkan pada usia 16 minggu, maka dilakukan pengajian untuk mendo’akan kebaikan bagi janin. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, pengajian dilakukan setelah usia 16 minggu. Harapannya, suara yang pertama kali diterima janin adalah pujian kepada Allah Swt. Jika pendapat terakhir yang dianut, maka pengajian jadi lebih utama dibandingkan dengan ritual membisikkan adzan di telinga kanan dan iqamat di telinga kiri bayi setelah persalinan.&lt;br /&gt;Suara dari luar tubuh ibu memang bias menembus rahim. Bahkan suara ibu menjadi sangat dominan, karena dapat disalurkan secara langsung lewat tubuh ibu.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Busnel&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Granier-Deferre&lt;/span&gt; meneliti bahwa lima menit suara yang didengar bisa mengubah pola denyut jantung dan gerak janin dalam kandungan sekitar satu jam. Sedangkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Chapman&lt;/span&gt; menyatakan bahwa suara musik klasik dari Brahm enam kali selama lima menit dalam sehari dapat meningkatkan berat badan bayi prematur. Secara medis hal ini sangat mempengaruhi kesadaran ibu hamil agar lebih berhati-hati dalam berpikir dan berkata-kata, khususnya ketika usia kehamilan sudah di atas 16 minggu.&lt;br /&gt;Sebenarnya ibu bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk merangsang kecerdasan janin melalui sentuhan fisik atau memperdengarkan musik klasik dan ayat-ayat Al-Qur’an tadi. Bukankah janin mulai merekam dan bereaksi terhadap sentuhan-sentuhan tersebut?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3097074452579791657-3604248880179431925?l=wanita-hadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/feeds/3604248880179431925/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2008/11/merangsang-kecerdasan-janin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/3604248880179431925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/3604248880179431925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2008/11/merangsang-kecerdasan-janin.html' title='Merangsang Kecerdasan Janin'/><author><name>aYa iFada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18190596968906730289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-GoEbHJU_TEE/Tiu_0AsE3II/AAAAAAAAAmM/be2wOtIAHeY/s220/20101675.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3097074452579791657.post-6856117323992645749</id><published>2008-08-23T22:47:00.003+08:00</published><updated>2010-01-30T19:03:49.163+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pregnancy'/><title type='text'>Jahe, Solusi Redakan Morning Sickness</title><content type='html'>Mual dan kadang muntah selama kehamilan, lazim disebut &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;morning sickness&lt;/span&gt;, membuat aktivitas perempuan hamil terganggu. Banyak cara dilakukan untuk meredakan, setidaknya meminimalisasi gangguan ini, salah satunya dengan jahe.&lt;br /&gt;Menurut sebuah ulasan yang dipublikasikan oleh Journal Obstetrics &amp;amp; Gynecology, jahe dapat membantu para wanita hamil mengatasi derita morning sickness tanpa menimbulkan efek samping yang membahayakan janin dalam kandungannya.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dari enam penelitian yang menguji efek jahe dalam mengurangi rasa mual dan muntah pada wanita hamil, ditemukan bahwa jahe berfungsi lebih baik dibandingkan placebo atau obat inaktif seperti vitamin B6, yang selama ini menunjukkan fungsinya dalam mengurangi mual dan muntah pada beberapa wanita hamil.&lt;br /&gt;Wanita hamil yang mengonsumsi jahe tidak mengalami gangguan dalam kehamilannya, demikian dilaporkan oleh para peneliti dalam jurnal tersebut. Jahe bisa menjadi terapi yang efektif untuk mengatasi rasa mual dan muntah dalam kehamilan.&lt;br /&gt;Namun, mereka memperingatkan bahwa data ini masih bersifat awal dan masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengkonfirmasikan bahwa jahe benar-benar aman untuk wanita hamil.&lt;br /&gt;Dalam sebuah penelitian lainnya yang melibatkan 246 wanita, jahe selalu mengungguli placebo dalam mengatasi mual dan muntah, bahkan pada wanita yang mengalami morning sickness berat yang disebut hyperemesis gravidarum.&lt;br /&gt;Pada penelitian terbaru, para partisipan secara acak diberikan kapsul yang mengandung 350 mg jahe atau 25 mg vitamin B6 sebanyak tiga kali sehari selama tiga minggu. Pada penelitian tersebut ditemukan bahwa jahe sama efektifnya dengan vitamin B6 dalam mengatasi rasa mual dan muntah. Gejala morning sickness dapat diatasi pada lebih dari separuh jumlah wanita dalam setiap kelompok tersebut.&lt;br /&gt;Beberapa penelitian melaporkan adanya efek samping seperti sakit kepala, diare, dan rasa mengantuk. Namun, tidak terdapat perbedaan mengenai hasil kehamilan antara wanita yang mengonsumsi placebo, vitamin B6 atau jahe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:78%;" &gt;Sumber : Journal Obstetrics &amp;amp; Gynecology&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3097074452579791657-6856117323992645749?l=wanita-hadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/feeds/6856117323992645749/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2008/08/jahe-solusi-redakan-morning-sickness.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/6856117323992645749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/6856117323992645749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2008/08/jahe-solusi-redakan-morning-sickness.html' title='Jahe, Solusi Redakan Morning Sickness'/><author><name>aYa iFada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18190596968906730289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-GoEbHJU_TEE/Tiu_0AsE3II/AAAAAAAAAmM/be2wOtIAHeY/s220/20101675.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3097074452579791657.post-131720456085132691</id><published>2008-07-05T19:31:00.008+08:00</published><updated>2010-01-30T19:07:34.230+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seks dan Hubungan Suami Istri'/><title type='text'>Mengapa Ada Larangan Bersetubuh Saat Haid?</title><content type='html'>Al Qur'an begitu sempurna, sampai-sampai masalah 'Bersetubuh di saat Haidh' pun terdapat di dalamnya, yaitu pada &lt;a href="http://i292.photobucket.com/albums/mm2/hadaya_heri/albaqarah.png"&gt;Surah Al Baqarah ayat 222&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Yang artinya: "Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah, Haid itu adalah suatu kotoran. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintakan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Maksud ayat ini adalah larangan untuk menyetubuhi wanita yang sedang haid. Al-mahidl artinya adalah tempat keluarnya darah haid yaitu faraj (kemaluan).&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits Rasulullah n bersabda, "Lakukanlah segala sesuatu terhadapnya kecuali menyetubuhinya."( Riwayat Muslim, At-Tirmidzi, An-Nasa'i, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, Ad-Darimi).&lt;br /&gt;Larangan lebih tegas dikatakan Rasulullah n dalam sabdanya, “Barangsiapa yang menjima’i istrinya yang sedang dalam keadaan haid atau menjima’i duburnya, maka sesungguhnya ia telah kufur kepada Muhammad.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, mari kita tengok dari sisi kesehatan &amp;amp; estetika, mengapa hubungan seksual saat menstruasi sangat tidak dianjurkan.&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Saat menstruasi terjadi peluruhan dari lapisan endometrium (lapisan dinding rahim bagian dalam) yang mengandung berbagai macam protein serta asam amino. Namun jika ternyata tidak terjadi pembuahan, maka endometrium tersebut bisa menjadi media yang sangat baik bagi pertumbuhan berbagai penyakit. Nah, bisa dipastikan kuman penyakit yang masuk ke endometrium ini masuk melalui pintu vagina. Selain vagina, penis juga bisa membawa kuman penyakit dari luar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saat menstruasi, vagina dipastikan dalam kondisi yang sangat sensitif. Jika dipaksakan terjadi penetrasi, biasanya si wanita akan merasa kesakitan dan perih karena terkoyak. Jika sudah demikian maka akan membutuhkan waktu yang lama untuk penyembuhan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika si wanita menderita salah satu dari sekian banyak penyakit STD's (Sexually Transmitted Diseases) seperti herpes atau gonorhea, maka darah menstruasi merupakan medium yang sangat baik untuk berpindahnya virus atau bakteri penyebab penyakit tersebut kepada si pasangan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ahli di bidang kedokteran mengatakan, saat terjadinya penetrasi dikhawatirkan akan ada udara masuk ke dalam rahim wanita sehingga mengakibatkan gangguan kesehatan bahkan bisa mengantar ke kematian. Toewewewewewww... Mengerikaaan...&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Nah, keputusan tergantung pada kamu, bersabar sebentar untuk mendapatkan seks yang sehat? Atau... (Hiiiyyy...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, janganlah ragu sedikit pun terhadap isi Al Qur'an! Karena, semua hal yang terdapat di dalamnya, pasti ada kebaikan untuk kita ;)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3097074452579791657-131720456085132691?l=wanita-hadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/feeds/131720456085132691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2008/07/mengapa-ada-larangan-bersetubuh-saat.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/131720456085132691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/131720456085132691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2008/07/mengapa-ada-larangan-bersetubuh-saat.html' title='Mengapa Ada Larangan Bersetubuh Saat Haid?'/><author><name>aYa iFada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18190596968906730289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-GoEbHJU_TEE/Tiu_0AsE3II/AAAAAAAAAmM/be2wOtIAHeY/s220/20101675.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3097074452579791657.post-8171099276891137178</id><published>2008-06-23T19:55:00.003+08:00</published><updated>2010-01-30T19:04:23.874+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pregnancy'/><title type='text'>Benarkah Ibu Hamil Perlu Susu Khusus?</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0); font-weight: bold;"&gt;Jawabnya ternyata tak harus,&lt;/span&gt; sepanjang si ibu dapat memenuhi kebutuhan makanan buat berdua, yakni buat dirinya dan calon bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, seberapa cukup makanan yang harus dikonsumsi bagi wanita yang tengah berbadan dua? Rekomendasi &lt;em&gt;National Research Council&lt;/em&gt; menyebutkan, ibu hamil disarankan mengonsumsi jumlah kalori 2500 kalori, selisih 300 kalori saja dengan wanita yang tidak hamil (disyaratkan asupan kalori 2200 kal).&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susu khusus ibu hamil sebenarnya tak begitu dibutuhkan sepanjang pola makan ibu hamil terjaga, baik bagi kesehatan pribadi si ibu atau untuk pertumbuhan si janin. Nah, masalahnya adalah saat perempuan hamil muda, kualitas maupun kuantitas makanan kadang tak terpenuhi. Makanya banyak wanita hamil yang memilih mengonsumsi suplemen, termasuk susu khusus ibu hamil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan itu tak sepenuhnya salah sih, hanya lantas jangan menjadi doktrin bahwa ibu yang tengah mengandung wajib hukumnya minum susu khusus untuk ibu hamil. Yang perlu ditekankan justru agar para ibu hamil mengonsumsi suplemen zat besi untuk mencegah anemia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, kapan sih ibu hamil wajib minum susu? Tergantung. Ada beberapa kondisi kehamilan yang mewajibkan ibu harus meminumnya, misalnya mereka yang terus-menerus mual pada trimester pertama, tak jarang malah sering muntah. Jika si kondisi ibu hamil seperti itu, susu memang bisa menjadi alternatif sebagai makanan pengganti yang sama kandungan gizinya. Namun ternyata tak harus susu khusus ibu hamil lho, susu biasa yang diminum sebelum hamil tetap dapat dikonsumsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya, tubuh ibu hamil sudah mempersiapkan diri sedemikian rupa sebelum dia hamil, sehingga meski muntah-muntah, nutrisi yang tersimpan dalam tubuh dapat dijadikan pengganti untuk ibu hamil yang tak bisa makan. Namun sebagai langkah aman, asupan zat gizi, opsinya ya susu itu, harus tetap dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kalau ada anggapan minum susu khusus ibu hamil bikin bayi cerdas? Agak salah kaprah memang. Banyak ibu yang beranggapan dengan minum susu khusus, nanti anak lahir cerdas dengan sendirinya. Padahal tidak demikian, lho. Kecerdasan bayi ditentukan banyak hal. Bila hanya minum susu selama hamil, namun begitu si bayi lahir tak dirangsang, juga lingkungan tak kondusif mengakibatkan tumbuh-kembang bayi tak optimal. &lt;em&gt;Boro-boro &lt;/em&gt;jadi cerdas…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, minum susu khusus orang hamil boleh kok. Tapi ya itu, jangan timbul anggapan berlebihan si bayi langsung cerdas dari &lt;em&gt;sononya…&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3097074452579791657-8171099276891137178?l=wanita-hadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/feeds/8171099276891137178/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2008/06/benarkah-ibu-hamil-perlu-susu-khusus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/8171099276891137178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/8171099276891137178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2008/06/benarkah-ibu-hamil-perlu-susu-khusus.html' title='Benarkah Ibu Hamil Perlu Susu Khusus?'/><author><name>aYa iFada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18190596968906730289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-GoEbHJU_TEE/Tiu_0AsE3II/AAAAAAAAAmM/be2wOtIAHeY/s220/20101675.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3097074452579791657.post-1709770924106385173</id><published>2008-06-23T19:13:00.002+08:00</published><updated>2010-01-30T19:04:54.620+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pregnancy'/><title type='text'>Beberapa Hal Yang Harus Anda Ketahui Ketika Anda Hamil</title><content type='html'>Anda dinyatakan positif hamil? Selamat ya, apalagi kalau si buah hati memang sudah lama dinantikan kehadirannya. Agar calon bayi nantinya lahir dengan selamat, sudah seharusnya Anda merawat kehamilan dengan sebaik-baiknya. Lantas, bagaimana caranya?&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehamilan dibagi dalam tiga masa penting, disebut trimester (tiga bulan) pertama, kedua dan ketiga. Trimester pertama berlangsung 0-12 minggu, kedua antara 12-28 minggu dan ketiga 28-40 minggu. Lama kehamilan secara total sekitar 280 hari atau 40 minggu, atau biar gampang mengingatnya 9 bulan 10 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Apa yang harus dilakukan pada kehamilan trimester pertama?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anda perlu lakukan pemeriksaan dini USG (ultrasonografi) untuk melihat apakah kehamilan Anda aman untuk diteruskan. Mengapa? Karena bias saja terjadi kehamilan di luar kandungan yang sangat berbahaya. Calon ibu yang mempunyai risiko kehamilan tinggi, misalnya berusia diatas 35 tahun atau punya riwayat penyakit diabetes, juga dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan anatomi janin. Apa sih perlunya? Tak lain untuk melihat kemungkinan adanya kelainan anatomi pada janin atau kelainan genetik seperti Down Syndrome.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Bagaimana untuk trimester kedua?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Calon ibu harus melakukan pemeriksaan untuk melihat pertambahan berat badan, tekanan darah serta kadar gula darah. Juga perlu dilakukan pemeriksaan darah rutin, cairan lendir rahim dan urin (untuk mendeteksi adanya infeksi saluran kemih). Pada fase ini Anda cukup melakukan satu kali pemeriksaan USG untuk melihat apakah struktur janin telah terbentuk sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;Ada apa dengan trimester ketiga?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anda mesti lakukan pemeriksaan untuk melihat pertambahan berat badan janin, yakni dengan memeriksa diamater kepala, panjang tulang paha serta lingkar perut bayi. Angka-angka tersebut akan dikorelasikan untuk menentukan berat badan bayi saat itu. Apa lagi yang harus dicermati?Tentu pertambahan berat badan calon ibu. Selama kehamilan, sebaiknya mendapatkan pertambahan berat minimal 12,5 kg.&lt;br /&gt;Jumlah ini mencakup berat badan bayi sekitar 3,4 kg, plasenta 650 gram, air ketuban 800 gram, pembesaran rahim hingga 1 kg atau lebih, pembesaran payudara 400 gram, darah 1,25 kg, volume cairan luar sel 1,7 kg serta jaringan lemak 3,5 kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sudahkah Anda merawat kehamilan dengan baik sejauh ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:78%;" &gt;Source: &lt;a href="http://hanyawanita.com/_mother_child/pregnancy/article.php?article_id=2300"&gt;http://hanyawanita.com/_mother_child/pregnancy/article.php?article_id=2300&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3097074452579791657-1709770924106385173?l=wanita-hadaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/feeds/1709770924106385173/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2008/06/beberapa-hal-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/1709770924106385173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3097074452579791657/posts/default/1709770924106385173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanita-hadaya.blogspot.com/2008/06/beberapa-hal-yang.html' title='Beberapa Hal Yang Harus Anda Ketahui Ketika Anda Hamil'/><author><name>aYa iFada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18190596968906730289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-GoEbHJU_TEE/Tiu_0AsE3II/AAAAAAAAAmM/be2wOtIAHeY/s220/20101675.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
