Top 5 Entri

Sabtu, Juni 02, 2012

Kultwit Kesehatan Gigi Anak, Penggunaan Antibiotik yang Tepat dan Penggunaan Obat Secara Rasional @pesat13jkt

Berikut kultwit Kesehatan Gigi Anak, Penggunaan Antibiotik yang Tepat dan Penggunaan Obat Secara Rasional oleh @pesat13jkt

Sesi I: Sabtu, 2 Juni 2012

Topik 1: Mikroba, Penggunaan Antibiotik yang Tepat dan Penggunaan Obat Secara Rasional
ANTIBIOTICS, NEW THREAT IN YOUR LIFE: ANTIBIOTIC RESISTANCE (Antibiotik, krisis yang mengancam: bakteri yang sudah kebal/resisten terhadap antibiotik). Antibiotik adalah obat yang istimewa, mereka membantu tubuh kita melawan infeksi bakteri. Pemakaian antibiotik yang tepat dapat menyelamatkan jiwa saat kita terancam infeksi bakteri yang serius.
Ingus anak sudah berwarna hijau. Apakah itu pertanda ia perlu diberi antibiotik? ”Kalau diresepkan antibiotik, harus dihabiskan….”. Benarkah? Temukan penjelasan tentang antibiotika, saat tepat untuk mengkonsumsi dan tata laksana konsumsi antibiotika, dalam sesi ini.
Apakah setiap gejala penyakit harus diobati (a pill for an ill)? Perlukah kita mengetahui efek samping dari obat? Apa beda obat paten dengan obat generik? Apa itu polifarmasi? Dan banyak pertanyaan lainnya. Jangan sampai ketinggalan diskusi ini agar kita dapat lebih bijak dan rasional menggunakan obat.

Baca Selengkapnya (Read More)......

Kamis, Desember 29, 2011

Berbagai Mitos Seputar Menyusui

1. Kebanyakan wanita tidak bisa menghasilkan ASI yang cukup

TIDAK BENAR! Hampir semua wanita menghasilkan ASI lebih dari cukup, bahkan sering kali timbul permasalahan seputar pasokan ASI yang terlalu berlebihan. Seorang bayi yang kenaikan berat badannya lambat, atau bahkan cenderung mengalami kehilangan berat badan, seringkali bukan disebabkan karena ibunya tidak cukup menghasilkan ASI, tetapi bayi tersebut tidak berhasil untuk mengeluarkan dan minum ASI yang dihasilkan oleh ibunya tersebut. Biasanya, hal ini disebabkan oleh pelekatan — yaitu posisi mulut bayi pada payudara ibu — yang kurang tepat. Oleh karena itu, sangat penting bagi seorang ibu baru untuk segera, pada hari pertama kelahiran, dipandu untuk melakukan pelekatan secara benar oleh seseorang yang benar-benar mengerti mengenai teknik pelekatan yang tepat.

2. Normal kok kalau payudara/puting terasa sakit pada saat kita sedang menyusui.

TIDAK BENAR! Walaupun bukan sesuatu hal yang aneh jika pada hari-hari pertama menyusui seorang ibu akan merasa sedikit kurang nyaman pada payudaranya, tapi kondisi ini seharusnya hanya berlangsung selama beberapa hari saja, dan tidak boleh menjadi sedemikian parahnya sehingga seorang ibu menjadi takut untuk menyusui bayinya. Rasa sakit yang amat sangat pada puting ketika sedang menyusui menandakan bahwa bayi belum sempurna pelekatannya. Sakit atau lecet pada puting yang berlangsung selama lebih dari 3-4 hari tidak boleh diabaikan, harus dicari tahu penyebabnya. Membatasi waktu menyusu pada payudara juga bukan merupakan cara yang tepat untuk mencegah timbulnya puting lecet. Usahakan agar tindakan mengistirahatkan payudara dan puting sakit sebagai solusi yang terakhir.

3. 3-4 hari setelah kelahiran bayi, ASI memang belum (cukup) keluar.

TIDAK BENAR! Seringkali memang nampak seperti demikian keadaannya karena posisi pelekatan bayi belum sempurna sehingga bayi tidak berhasil untuk minum ASI yang tersedia dalam payudara ibunya. Pada saat belum banyak ASI yang tersedia (memang normalnya demikianlah keadaannya untuk beberapa hari pertama), posisi pelekatan bayi harus sempurna sehingga bayi dapat mengeluarkan dan minum ASI dari payudara ibunya. Kalau tidak, maka sering terjadi “…tapi dia sudah menyusu selama 2 jam, kenapa yak kok masih lapar…”. Ketika pelekatan belum sempurna, bayi tidak dapat minum ASI pertama yang dihasilkan oleh ibunya, yaitu kolostrum. Siapapun yang menyarankan anda untuk memerah/memompa ASI anda untuk mengetahui berapa banyak kolostrum yang dihasilkan jelas tidak memiliki pengetahuan laktasi, dan sebaiknya abaikan saja sarannya. Ketika pasokan ASI ibu menjadi banyak, kadangkala bayi tetap dapat minum ASI walaupun pelekatannya kurang baik.

4. Bayi harus menyusu pada setiap payudara masing-masing selama 20 (10, 15, 7.6) menit.

TIDAK BENAR! Namun demikian, harus dipastikan bahwa bayi tidak sekedar “ngempeng” pada payudara tapi benar-benar “minum” dari payudara. Apabila ternyata seorang bayi sudah berhasil minum ASI selama 15-20 menit dari satu payudara, kemungkinan besar dia tidak mau lagi minum dari payudara yang lainnya. Kalau dia hanya minum selama satu menit pada satu payudara, kemudian mengisap sebentar-sebentar atau bahkan jatuh tertidur, selanjutnya hal yang sama juga terjadi pada payudara yang lainnya, maka besar kemungkinan bayi akan tetap lapar. Seorang bayi akan menyusu dengan lebih baik, lebih efektif dan lebih lama apabila pelekatan mulut bayi pada payudara ibu telah benar.

5. Bayi ASI membutuhkan tambahan cairan air putih ketika cuaca sedang panas.

TIDAK BENAR! ASI mengandung seluruh cairan (air) yang dibutuhkan oleh bayi.

6. Bayi ASI perlu tambahan asupan vitamin D.

TIDAK BENAR! Semua orang butuh vitamin D. Produsen susu formula memang menambahkannya pada produk mereka. Namun, bayi lahir dengan lever yang penuh dengan vitamin D, serta kebiasaan menjemur bayi setiap pagi juga membantu dia mendapatkan tambahan vitamin D melalui sinar ultra violet. Vitamin D sifatnya larut dalam lemak dan dapat disimpan oleh tubuh. Dalam keadaan tertentu, misalnya ketika ibunya sendiri ternyata menderita kekurangan vitamin D, maka memberikan tambahan suplemen vitamin D kepada bayi bisa dianggap perlu.

7. Seorang ibu harus mencuci putingnya setiap kali sebelum mulai menyusui.

TIDAK BENAR! Pemberian susu formula kepada seorang bayi memang harus sangat memperhatikan faktor-faktor kebersihan, karena susu formula merupakan tempat yang baik untuk berkembang biak-nya bakteri dan juga rentan terhadap kontaminasi. Membersihkan/mencuci puting malah akan menghilangkan minyak-minyak alami yang melindungi puting dari resiko lecet karena puting kering.

8. Dengan memompa/memerah ASI, seorang ibu bisa tahu berapa banyak ASI yang dihasilkan olehnya.

TIDAK BENAR! Seberapa banyak ASI yang berhasil diperah/dipompa tergantung pada banyak sekali faktor, termasuk tingkat stres seorang ibu. Seorang bayi yang menyusu dengan benar bisa mengeluarkan ASI dari payudara ibunya jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah ASI yang berhasil diperah/dipompa oleh ibunya sendiri. Jumlah ASI yang berhasil diperah/dipompa hanya bisa menjadi indikator terhadap seberapa banyak ASI yang bisa anda perah/pompa, bukan sebagai tolak ukur atas jumlah ASI yang bisa anda produksi secara keseluruhan.

9. ASI tidak cukup mengandung zat besi untuk memenuhi kebutuhan bayi.

TIDAK BENAR! ASI mengandung zat besi dalam jumlah yang tepat untuk memenuhi kebutuhan bayi. Apabila bayi lahir cukup bulan, maka zat besi yang terdapat didalam ASI bisa memenuhi kebutuhannya sekurangnya untuk 6 bulan pertama. Susu formula mengandung terlalu banyak zat besi, dan zat besi yang ditambahkan dalam susu formula tersebut sangat sedikit yang terserap oleh usus bayi, sehinga sebagian besar kemudian dikeluarkan kembali lewat BAB bayi.

10. Lebih gampang memberikan susu dengan botol dibandingkan bila menyusui secara langsung.

TIDAK BENAR! Namun demikian, seringkali proses menyusui menjadi sulit karena para ibu tidak mendapatkan bantuan praktis yang diperlukan pada saat pertama kali mulai menyusui bayinya. Suatu awal yang buruk memang dapat membuat proses menyusui menjadi sulit. Tetapi, kesulitan tersebut tentunya dapat diatasi. Kadangkala menyusui pada awalnya memang dirasakan sulit karena ibu tidak mendapatkan bantuan yang diperlukan sehingga timbul berbagai kesulitan. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, berbagai kesulitan tersebut dapat diatasi dan menyusui menjadi semakin mudah.

11. Menyusui membuat ibu tidak bebas beraktivitas.

TIDAK BENAR! Tergantung bagaimana anda memandangnya. Seorang bayi dapat disusui dimana saja, kapan saja sehingga sebenarnya lebih membebaskan bagi sang ibu. Tidak perlu menggotong segala macam peralatan pembuatan susu formula kemana-mana. Tidak perlu cemas memikirkan dimana dapat menghangatkan susu formula tersebut. Tidak perlu khawatir kesterilan proses pembuatan susu formula tersebut. Dan yang terpenting, ASI tetap dapat diperah/dipompa apabila ibu memang harus meninggalkan bayi dirumah.

12. Tidak ada cara untuk mengetahui seberapa banyak ASI yang diminum oleh bayi.

TIDAK BENAR! Memang tidak ada cara yang mudah untuk mengukur seberapa banyak ASI yang dikonsumsi oleh bayi, tetapi bukan berarti anda tidak bisa tahu apakah bayi anda cukup mendapatkan ASI. Pastikan bahwa posisi badan bayi pada saat sedang menyusu, serta pelekatan mulut bayi pada payudara ibu telah benar sehingga bayi dapat MINUM ASI dan bukan hanya ngempeng. Bayi BAK minimal 5-6 kali dalam sehari, dan selesai sendiri menyusunya dengan cara melepaskan sendiri dari payudara ibu. Bayi tampak, tenang, kenyang dan tidak rewel ketika selesai menyusu, dan setiap bulan ada kenaikan BB bayi yang wajar.

13. Dewasa ini, susu formula hampir sama kandungannya dengan ASI.

TIDAK BENAR! Pernyataan bahwa susu formula sama kandungannya dengan ASI juga sudah pernah dipropagandakan produsen susu formula pada tahun 1900-an, bahkan jauh sebelumnya. Susu formula masa kini cenderung disama-samakan kandungannya dengan ASI, walau sebenarnya tidak. Setiap kandungan yang tidak terdapat dalam susu formula (tetapi terdapat dalam ASI) diputarbalikkan oleh produsen susu formula dan dianggap sebagai suatu nilai lebih. Intinya adalah, susu formula sama sekali berbeda dengan ASI, susu formula berusaha menyamakan diri dengan ASI walau dibuat berdasarkan pengetahuan yang sempit dan tidak menyeluruh tentang apa kandungan ASI sebenarnya. Susu formula tidak mengandung zat antibodi atau kekebalan tubuh, sel-sel hidup, enzim-enzim, dan tidak mengandung hormon. Dibandingkan ASI, susu formula mengandung lebih banyak zat aluminium, mangan, cadmium (sejenis logam berat), lead (sejenis timah hitam) dan zat besi. Susu formula juga mengandung jauh lebih banyak protein dibandingkan ASI. Kandungan protein dan lemak yang terdapat dalam susu formula juga berbeda dengan yang terdapat dalam ASI. Kandungan susu formula tidak berubah dari periode awal menyusui hingga akhir, dari hari pertama ke hari ketujuh ke hari ketigapuluh, dari satu ibu ke ibu lainnya, dari satu bayi ke bayi lainnya. ASI dibuat khusus hanya untuk bayi ANDA. Susu formula dibuat dan disamaratakan untuk semua bayi. Susu formula hanya mampu membuat bayi menjadi gendut, tetapi bayi tidak mendapatkan kandungan nutrisi dan zat gizi lainnya yang dibutuhkan, yang semuanya terdapat dalam ASI.

14. Apabila seorang ibu menderita penyakit infeksi, maka dia harus berhenti menyusui.

TIDAK BENAR! Menyusui justru malah akan membuat bayi lebih tahan terhadap infeksi, dengan sedikit sekali pengecualian. Pada saat sang ibu mengalami demam (atau batuk, muntah, diare, ruam, dsb), sang ibu sudah menularkan infeksi tersebut ke bayinya jauh sebelum ibu tahu bahwa ibu sedang menderita sakit. Perlindungan terbaik bagi bayi yang mengalami infeksi adalah ASI. Apabila bayi menjadi ikutan sakit, maka bayi akan lebih cepat pulih bila bayi tetap mendapatkan ASI. Selain itu, mungkin saja sebenarnya sang bayi lah yang menderita infeksi dan menularkannya kepada ibunya, tetapi bayi tidak menunjukkan tanda-tanda sakit karena bayi terus minum ASI. Juga, infeksi payudara, termasuk di dalamnya rasa sakit dan pembengkakan pada payudara, bukan merupkan alasan untuk ibu berhenti menyusui. Bahkan, infeksi payudara akan cepat pulih apabila sang ibu terus menyusui, terutama menyusui dengan payudara yang sedang sakit.

15. Apabila bayi menderita diare atau muntah-muntah, maka ibu harus berhenti menyusui.

TIDAK BENAR! Obat yang paling mujarab untuk infeksi saluran pencernaan bayi adalah ASI. Hentikan segala macam jenis asupan lainnya untuk sementara waktu, tetapi lanjutkan pemberian ASI-nya. ASI satu-satunya cairan yang dibutuhkan oleh bayi ketika dia sedang diare dan/atau muntah-muntah, kecuali dalam kasus tertentu yang sifatnya luar biasa. Bayi merasa lebih nyaman ketika sedang menyusu, ibu merasa lebih tenang ketika sedang menyusui.

16. Apabila seorang ibu sedang mengkonsumsi obat-obatan, maka dia harus berhenti menyusui.

TIDAK BENAR! Hanya sedikit sekali jenis obat-obatan yang tidak aman untuk dikonsumsi selagi ibu sedang menyusui. Apabil ibu sedang minum obat, maka ASI akan mengandung sedikit sekali obat-obatan yang sedang diminum ibu tersebut. Walau begitu, apabila Anda cenderung takut untuk minum obat selama menyusui, ada baiknya Anda mencari obat alternatif yang lebih alami.

17. Seorang ibu yang sedang menyusui harus sangat memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsinya.

TIDAK BENAR! Seorang ibu yang menyusui memang sebaiknya mengkonsumsi jenis makanan yang mengadung gizi seimbang, tetapi tidak perlu mengkonsumsi jenis makanan tertentu atau bahkan menghindari beberapa jenis makanan. Seorang ibu yang menyusui tidak perlu minum susu untuk dapat menghasilkan susu. Seorang ibu yang menyusui sebaiknya mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Namun, apabila terdapat riwayat alergi di keluarga, misalnya alergi seafood dan alergi susu sapi, maka ibu menyusui perlu lebih hati-hati dalam mengkonsumsi jenis-jenis makanan tersebut.

18. Seorang ibu yang sedang menyusui harus banyak makan untuk dapat memproduksi ASI yang cukup.

TIDAK BENAR! Seorang ibu mampu memproduksi ASI secara cukup, kecuali apabila seorang ibu masuk ke kategori sangat kurang gizi untuk periode yang cukup lama. Umumnya, bayi akan mendapatkan ASI sesuai dengan kebutuhannya. Banyak ibu yang khawatir apabila ia tidak banyak makan maka akan mempengaruhi produksi ASInya. Sebetulnya tidak perlu kuatir. Banyak / tidaknya makanan yang dikonsumsi ibu tidak berpengaruh terhadap kualitas maupun kuantitas ASI. Ada ibu yang makan lebih banyak selama menyusui, ada yang makan lebih sedikit, dua-duanya sah-sah saja dan tidak mempengaruhi ASI. Seorang ibu boleh saja makan makanan dengan gizi seimbang sesuai dengan seleranya.

19. Seorang ibu yang sedang menyusui harus minum banyak cairan.

TIDAK BENAR! Seorang ibu seharusnya minum sesuai dengan kebutuhan dan rasa hausnya. Ada beberapa ibu-ibu menyusui yang selalu merasa haus ketika sedang menyusui, namun ada juga yang tidak. Jangan terpaku pada ketentuan bahwa harus minum sekian gelas air per hari.

20. Seorang ibu perokok sebaiknya memang tidak menyusui.

TIDAK BENAR! Seorang ibu yang tidak bisa berhenti merokok seharusnya tetap menyusui bayinya. Penelitian telah membuktikan bahwa ASI menurunkan resiko efek sampingan yang secara negatif ditimbulkan oleh asap rokok, seperti penyakit paru-paru pada bayi. Memang akan jauh lebih baik apabila ibu tidak merokok, namun jika ibu tidak bisa berhenti merokok, maka lebih baik ibu merokok dan menyusui daripada ibu merokok tapi memberikan susu formula kepada bayi.



Sumber: http://aimi-asi.org

Baca Selengkapnya (Read More)......

Cara Membaca Grafik Pertumbuhan yang Tepat

Grafik Pertumbuhan dan Persentil

Apakah yang dimaksud dengan Persentil?

Ketika kita membuka grafik pertumbuhan, maka kita akan melihat 7 kurva dengan pola yang sama. Tiap kurva tersebut mewakili persentil yang berbeda : 5th, 10th, 25th, 50th, 75th, 90th, dan 95th. Persentil 50th menunjukkan rata-rata nilai pada umur tersebut. Selain itu ada juga grafik dengan tambahan persentil 10th, 25th, 50th, 75th, 90th, dan 97th. Biasanya dokter menggunakan grafik ini jika angka yang di-plot berada di luar dari kurva yg standar. Pertumbuhan seorang anak akan di-plot pada persentil² tersebut. Untuk mempelajari lebih jauh tentang bagaimana membaca atau menginterpretasikan grafik tersebut, perhatikan contoh berikut.

Seorang bayi yang memiliki lingkar kepala persentil 90th akan di-plot disebelah kanan dari kurva kedua dari atas pada grafik pertumbuhan. Jadi termasuk kurva persentil 90th. Artinya lingkar kepala bayi tersebut termasuk >= 90% dari total populasi anak seusianya yang ada di negara tersebut. Sedangkan 10% dari populasi anak memiliki ukuran lebih dari itu. Jika berat badan seorang anak berumur 4 tahun berada pada persentil 20th, berarti ia berada pada kurva di antara 10th dan 25th. Ini artinya juga 80% dari anak-anak sebayanya memiliki berat di atas anak tersebut, dan 20% lainnya memiliki berat di bawah anak tersebut.

Kesimpulannya, besar atau rendahnya persentil tidak berarti menunjukkan adanya masalah. Seorang bayi dengan lingkar kepala di persentil 90th dapat memiliki berat badan & tinggi badan di persentil 90th. Ini artinya dia termasuk anak normal yang berperawakan besar. Bisa jadi ia anak dari seorang atlet. Sebaliknya, anak yang memiliki berat badan di persentil 20th bisa jadi memiliki orang tua yang tinggi & beratnya juga di bawah rata-rata. Jadi sangat normal jika sang anak berada pada persentil 20th.

Namun demikian, ada juga pola grafik yang naik tajam atau turun drastis atau grafik berada pada kurva paling ekstrim (di luar dari semua kurva). Sebagai contoh, seorang anak memiliki berat badan (BB) di bawah persentil 5th, maka ia dimasukkan dalam kategori underweight (BB kurang). Sedangkan anak dg BB di persentil 85th akan dimasukkan dalam kategori overweight (beresiko obesitas) dan mereka yang memiliki BB di persentil di atas 95th digolongkan dalam obesitas.

Terkadang ada juga grafik dengan kurva melebihi persentil 95th atau saling silang antar kurva persentil. Misalkan, awalnya ia berada di kurva persentil 40th kemudian langsung loncat ke persentil 75th. Artinya tanpa melewati persentil 50th dan 75th. Jika hal ini terjadi, maka perlu diperhatikan penyebab terjadinya kondisi tersebut.

Di lain pihak, dapat juga terjadi pengukuran atau pola grafik jatuh di bawah persentil 5th atau saling silang antar kurva persentil. Misalkan, turun drastis dari persentil 50th ke 20th. Jika hal itu terjadi, maka dokter akan mengevaluasi kemungkinan adanya gangguan kesehatan yg mempengaruhi pertumbuhan sang anak.

Apa yang dapat pertumbuhan (growth chart) jelaskan tentang pertumbuhan anak kita ? Meskipun grafik pertumbuhan adalah alat ukur yg sangat berharga, alangkah baiknya dokter ataupun orang tua tidak terfokus pada angka-angka atau kurva yang terdapat dalam grafik.

Sebaliknya, angka-angka tersebut seharusnya dilihat sebagai sebuah trend. Grafik pertumbuhan dapat juga memberikan kesan yang salah tentang kondisi pertumbuhan anak kita.

Contohnya, seorang anak memiliki tinggi badan (TB) di persentil 5th. Bukan berarti ia memiliki masalah kesehatan. Apalagi jika pola grafik atau trend kurvanya menunjukkan bahwa ia memang selalu berada di kurva persentil 5th (sejak bayi hingga kini, sang anak selalu berada dalam kurva persentil 5th). Analisanya, bisa jadi sang anak mendapatkan gen “pendek” dari sang orang tua yang juga pendek.

Jika dokter atau orangtua terpaku pada angka di grafik pertumbuhan (bukan trend grafik pertumbuhan), maka bisa jadi kita akan salah menilai pertumbuhan anak kita. Khawatir terhadap hal yg salah.

Ketika grafik pertumbuhan dibaca dan dianalisa berulang kali, maka grafik tersebut akan mengungkapkan suatu pola pertumbuhan. Pola tersebut akan memberitahukan kita bagaimana pertumbuhan anak kita dibandingkan dengan anak-anak sebayanya. Selain itu, pola tersebut juga menunjukkan kepada kita bagaimana progress sang anak dari pengukuran sebelumnya. Grafik pertumbuhan akan sangat bermanfaat jika dilihat sebagai pola pertumbuhan anak dibandingkan dengan melihat angka per angka.

Sumber: Understanding the growth percentile! yang diterjemahkan secara bebas oleh Luluk L. Soraya

Silahkan download grafik pertumbuhan yang sesuai dengan usia anak anda:

Grafik Berat Badan Anak Laki-laki (0-24 bln) (1680)
Grafik Berat Badan Anak Laki-laki (2-5 thn) (572)
Grafik Berat Badan Anak Perempuan (0-24 bln) (1178)
Grafik Berat Badan Anak Perempuan (2-5 thn) (477)



Sumber: http://aimi-asi.org/

Baca Selengkapnya (Read More)......

Jumat, Desember 23, 2011

Sisi Lain Nyeri Bersalin

Aktivitas mengeluarkan bayi membuat proses persalinan terasa sakit. Jangan takut, baca dulu manfaat merasa sakit saat persalinan untuk menyuntik semangat Anda.

Alarm alami
Ada lho ibu hamil yang tak kunjung merasa sakit, hingga akhirnya melahirkan di mal. Berterimakasihlah pada rasa sakit yang dirasakan sebelum bersalin, sebab itu ibarat alarm yang memaksa anda bereaksi. Ketika proses persalinan dimulai, rasa sakit akan mengarahkan anda menghubungi dokter atau berangkat ke rumah sakit. Bila tidak terasa sakit, Anda jadi tidak waspada terhadap sesuatu yang sedang berlangsung dalam tubuh.

Bonding kuat
Rasa sakit saat bersalin membuat rahim stres. Verena Schmid, pimpinan akademi kebidanan di Florenz Jerman dan pengarang buku "Nyeri Persalinan" menjelaskan, stres membuat tubuh ibu memproduksi hormon oksitosin yang fungsinya juga memperkuat hubungan ibu dengan bayi. "Ini merupakan proses alami yang menjelaskan mengapa perasaan ibu meluap dengan cinta saat menyaksikan bayi lahir."

Usir tegang
Profesor Klaus Vetter, kepala jurusan pengobatan di kinik NeuKolln, Berlin, mengatakan ketika ibu dilanda sakit akibat kontraksi, ibu cenderung mengatasinya dengan menyibukkan diri, bicara dengan bidan, meminta suami memijat punggung, berjalan di lorong rumah sakit atau melatih pernafasan. Aktivitas ini mengalihkan perhatian ibu dari rasa tegang. Dalam dunia medis, penggunaan alat bantu kesehatan seperti TENS atau simulasi syaraf transkutan bis mengurangi sakit dan menenangkan ibu sebab gelombang elektro yang disalurkan ke titik refleks akan menenangkan sistem syaraf.

Melindungi janin
Riset Dr. Volker Maassen, ahli genekologi di Hamburg, Jerman menemukan bahwa rasa sakit mendorong calon ibu untuk meredam rasa sakit, salah satunya dengan bernapas dan mengubah posisi tubuh. Ternyata hal ini berefek baik untuk bayi. Jika ibu banyak berjalan saat diserang kontraksi, janin akan mudah turun ke jalan lahir sehingga ia lahir lebih cepat. Juga ketika ibu bernapas dalam untuk mengurangi rasa sakit, akan memberi pasokan oksigen maksimal pada janin.

Dorong bayi keluar
Oksitosin atau hormon stress yang dihasilkan saat kontraksi akan "membangunkan" bayi agar bersiap-siap menghadapi dunia luar. Setiap kali kontraksi, otot-otot rahim mendorong keluar sehingga terjadi peregangan dan pelebaran mulut rahim. Itu sebabnya, tiap rasa sakit yang Anda rasakan justru akan mendekatkan bayi dengan Anda, ibunya.

Sumber: http://www.ayahbunda.co.id/

Baca Selengkapnya (Read More)......

ATURAN TUNGGU 4 HARI (4 Days Wait Rule)

Ini adalah aturan yang berguna untuk mengetahui apakah anak kita alergi terhadap satu makanan/bahan makanan.
Kayaknya sepele, tapi berguna sekali lho! Terutama bagi bayi yang baru mulai makan makanan padat/MPASI. Susah juga kan kalo anak kita jadi alergian…. Yang susah ya maknya juga...
Selain itu kita jadi tahu, dan bisa langsung menghindari makanan-makanan tersebut.
Aturan itu adalah:
1. Berikan bayi makanan yang SAMA selama 4 hari berturut-turut. Hal ini untuk melihat, apakah ada reaksi alergi dari si anak terhadap makanan.
2. Jangan memperkenalkan lebih dari 1 macam makanan baru dalam satu waktu. Kalau kita mencampur lebih dari 1 makanan dan ternyata terjadi alergi, kita nggak akan tahu makanan mana yang bikin alergi. Gicuu…
Nggak usah mikir apakah bayi akan bosan atau tidak. Kebanyakan bayi baru makan belom ngerti apa yang mereka makan. Asalkan rasanya nggak beda jauh sama yang mereka ‘makan’ sebelumnya… yaitu ASI/Sufor. (itulah sebab makanan bayi pertama kali sebaiknya dibuat encer dengan tambahan ASI/Sufor)
Kedua aturan simple tadi akan sangat membantu, terutama kalau memang ada ‘turunan’ alergi dari orang tua/keluarga.
Reaksi alergi itu sendiri biasanya akan muncul dalam 24 jam setelah makanan masuk.
Oya, akan lebih baik mengenalkan makanan baru di pagi hari atau siang hari.
Kenapa?
Karena, kalau misalnya terjadi reaksi alergi, kita bisa dengan mudah membawa ke dokter. Dan kalaupun parah, akan lebih mudah mencari bantuan di siang hari daripada malam hari kan?
Naah.. bila bayi sudah diperkenalkan pada sebuah bahan makanan dan nggak terjadi reaksi alergi / reaksi pencernaan,mbaru deh boleh dicampur-campur… AMAN!

Ditulis bebas oleh Depezahrial
SUMBER: www.wholesomebabyfood.com
Milis MPASI Rumahan
mpasirumahan@yahoogroups.com

Baca Selengkapnya (Read More)......

Prinsip Pemberian Makanan Pendamping ASI (6)

Sediakan makanan buatan sendiri dengan bahan-bahan lokal. Perhatikan keamanan dan kebersihan dalam menyiapkan, menyimpan dan memberikan makanan.

Keuntungan Membuat Sendiri Makanan Bayi dan Batita
Cara Mempersiapkan Masakan
Cara Memasak
Cara Membuat dan Menyimpan Puree
Alat-alat Memasak Yang Dibutuhkan
Penggunaaan Garam, Gula dan Penyedap
Penggunaan Bumbu dan Rempah
Cara Menyimpan Makanan Bayi
Cara Mencairkan dan Memanaskan Makanan Bayi
Tips Menghindari Bahaya Tersedak Makanan

Penjelasannya silakan klik pada masing-masing topik

Baca Selengkapnya (Read More)......

Tips Menghindari Bahaya Tersedak Makanan

Kenali makanan yang bisa mengakibatkan anak Anda tersedak, biasanya makanan keras, halus, licin, kenyal, dan bulat penuh. Misalnya: anggur, permen, kacang goreng, buah beri, buah ceri, popcorn, sosis, potongan daging (misalnya sate), buah berbiji, buah atau sayuran mentah dan juga selai kacang. Perkenalkan jenis-jenis makanan tersebut sesuai usia yang direkomendasikan. Selalu awasi anak saat makan, untuk menghindari bahaya tersedak saat makan. Jangan makan dan memberikan makanan di dalam mobil atau kendaraan lain yang sedang bergerak. Potong makanan sesuai ukuran dan kemampuan anak. Jika anak sudah memiliki beberapa buah gigi, pastikan makanan yang diberikan lunak dan mudah dikunyah. (WM/DS/PP)



Sumber:
· *Feeding Infants Guide - Nutrition Team @ the USDA - p88
· Fast Tips for Safe Food Prep
· FDA - Consumer Food Safety
· USDA-NAL Food Safety Links - Food Safety Research Information Office
· Safely Preparing Homemade Baby Food, http://www.wholesomebabyfood.com/tip27May.htm
· Pureeing & Storing Baby Food, http://www.wholesomebabyfood.com/pureestore.htm
· Making Your Own Baby Food, http://www.askdrsears.com/html/3/T032300.asp
· Parents’ Survival Guide to Transitional Feeding, The Institute of Pediatric Nutrition

Baca Selengkapnya (Read More)......

Cara Mencairkan dan Memanaskan Makanan

Untuk mencairkan makanan secara perlahan, tempatkan (porsi) makanan yang akan dikonsumsi anak Anda hari itu dalam kulkas (bukan bagian pembeku). Makanan akan mencair dalam beberapa jam.
Untuk mencairkan makanan secara cepat, gunakan steamer atau pemanas elektrik atau letakkan makanan beku dalam pinggan tahan panas, rendam pinggan dalam wadah berisi air panas atau dalam panci lalu panaskan dengan api kecil.
Apabila harus menghangatkan makanan menggunakan microwave, perhatikan bahwa panasnya merata sehingga terhindar dari hot pockets (panas di sebagian tempat saja). Caranya, panaskan makanan lalu aduk-aduk rata, panaskan lagi sebentar. SebelumTes Jika Anda menggunakan microwave untuk mencairkan atau memanaskan makanan, pastikan Anda mengaduk rata makanan untuk menghindari hot pockets (bagian tertentu panas sementara bagian lain tidak panas). Apapun metode memanaskan dan mencairkan makanan yang Anda gunakan, aduklah makanan dengan rata dan cicipi menggunakan jari Anda agar memastikan makanan tersebut tidak terlalu panas untuk anak Anda. Sebelum mengidangkan makanan, teteskan sedikit makanan pada jari Anda untuk memastikan makanan tidak terlalu panas sehingga tidak membakar lidah dan mulut anak.


Sumber:
· *Feeding Infants Guide - Nutrition Team @ the USDA - p88
· Fast Tips for Safe Food Prep
· FDA - Consumer Food Safety
· USDA-NAL Food Safety Links - Food Safety Research Information Office
· Safely Preparing Homemade Baby Food, http://www.wholesomebabyfood.com/tip27May.htm
· Pureeing & Storing Baby Food, http://www.wholesomebabyfood.com/pureestore.htm
· Making Your Own Baby Food, http://www.askdrsears.com/html/3/T032300.asp
· Parents’ Survival Guide to Transitional Feeding, The Institute of Pediatric Nutrition

Baca Selengkapnya (Read More)......

Cara Menyimpan Makanan Bayi

Untuk menghemat waktu dan tenaga dalam penyiapan makanan bayi, kita bisa memasak dalam jumlah agak banyak. Cara penyimpanannya: setelah dimasak, dinginkan makanan lalu tuang ke dalam blok es (cetakan es batu) lalu bekukan. Setelah beku, keluarkan dari cetakan, lalu masukkan 2-3 potong (sesuaikan untuk 1 porsi) ke dalam kantong plastik ukuran kecil. Apabila akan disajikan, keluarkan sejumlah sesuai kebutuhan.

· Jangan pernah menyimpan sisa makanan dari piring bayi (misalnya sisa makan siang disimpan dan diberikan lagi malamnya). Selalu ambil porsi sedikit saja sesuai kebutuhan perut bayi kita. Bekas air liur bayi yang menempel di sendok (lalu piring) dapat menjadi asal tumbuh kembangnya bakteri.
· Agar tidak mubazir, ambil makanan dalam porsi sedikit. Jika memerlukan tambahan, ambil makanan dari wadahnya menggunakan sendok yang bersih.
· Jangan pernah meninggalkan makanan yang belum ataupun sudah dimasak di atas meja dengan suhu ruangan lebih dari 1 jam.
· Tempelkan label yang bertuliskan keterangan isi dan tanggal pada kemasan sebelum memasukkannya dalam pembeku. Atur kemasan sedemikian rupa agar yang berada di deretan terdepan/atas adalah kemasan makanan yang paling lama.
· Makanan beku harus berada pada temperatur 0 derajat atau kurang dari 0 derajat.
· Makanan di dalam freezer memiliki waktu penyimpanan yang bervariasi, dari 1 sampai 3 bulan; namun sebaiknya makanan bayi yang sudah dibekukan digunakan dalam waktu maksimal 1 bulan.
· Makanan beku yang sudah dicairkan tidak boleh dibekukan kembali tanpa dimasak terlebih dahulu.
· Makanan yang sudah disiapkan dan dimasak harus disimpan di lemari es maksimal 48 jam, setelah itu harus langsung dimakan atau dibekukan atau dibuang.
· JANGAN PERNAH MEMBEKUKAN MAKANAN DALAM WADAH KACA
Botol bekas makanan bayi tidak dibuat untuk dibekukan di lemari es. Wadah yang tidak secara khusus dibuat untuk pembekuan kemungkinan akan retak dan meninggalkan serpihan2 yang teramat sangat kecil, selain itu juga ada kemungkinan botol tersebut bisa pecah secara tiba-tiba. Walaupun banyak orang tetap menggunakan botol bekas tersebut, kami tidak menyarankan penggunaannya dengan alasan apapun! Lagipula, anda kan membuat sendiri makanan bayi karena anda ingin bayi anda dengan alasan kesehatan dan agar dia mendapatkan nutrisi terbaik; lalu mengapa anda mengambil resiko dengan membekukan makan di dalam botol tersebut? Di pasaran banyak terdapat botol kaca yang memang dibuat untuk disimpan di freezer dan wadah-wadah tersebut sama sekali tidak berbahaya.


Sumber:
· *Feeding Infants Guide - Nutrition Team @ the USDA - p88
· Fast Tips for Safe Food Prep
· FDA - Consumer Food Safety
· USDA-NAL Food Safety Links - Food Safety Research Information Office
· Safely Preparing Homemade Baby Food, http://www.wholesomebabyfood.com/tip27May.htm
· Pureeing & Storing Baby Food, http://www.wholesomebabyfood.com/pureestore.htm
· Making Your Own Baby Food, http://www.askdrsears.com/html/3/T032300.asp
· Parents’ Survival Guide to Transitional Feeding, The Institute of Pediatric Nutrition

Baca Selengkapnya (Read More)......