Sejak bulan-bulan pertama, bayi selalu menirukan ibunya. Apa saja yang ditiru?
Empat Hal yang Ditiru
Bayi amat hebat dalam meniru, terutama menirukan ibunya. Hasil peniruannya yang hebat bisa terlihat pada ulang tahun pertamanya. Dari sosok yang hanya bisa tergolek, menangis, dan memejamkan mata hampir sepanjang waktu, bayi menjelma jadi bocah aktif, gesit, kuat dan cerdas, yang sanggup merangkak ke seluruh penjuru rumah, sambil mengoceh dan tertawa-tawa.
Apa saja yang ditiru bayi dari ibunya, sehingga ia mencapai kemajuan begitu pesat?
* Perilaku dan tindakan ibu. Menurut penelitian, bayi usia 2 bulan akan menjulurkan lidahnya ketika melihat orang yang sebelumnya biasa menjulurkan lidah kepadanya. Hal itu tidak ia lakukan terhadap orang yang tidak pernah menjulurkan lidah kepadanya. Kesimpulannya, bayi meniru perilaku orang dengan cara mengingat wajah orang itu. Perlu diketahui, sejak bulan pertama bayi sudah "berlatih" mengamati wajah orang baik-baik. Salah satu caranya adalah, setiap kali menyusu, bayi selalu berusaha memandangi wajah ibunya. Bukan kebetulan jika penelitian menemukan, jarak antara wajah bayi menyusu dengan wajah ibunya adalah sekitar 20-25 cm, sama dengan jarak pandang paling jelas untuk bayi baru lahir.
Yang dapat ibu lakukan:
1. Perlakukan bayi dengan penuh kasih sayang dan sopan santun.
2. Hindarkan memperlakukan orang lain dengan buruk, terutama saat berada di dekat bayi, karena bayi tetap merekamnya, dan kemungkinan akan menirunya, jika ibu berkali-kali melakukannya.
* Senyuman ibu. Di bulan kedua (kira-kira usia 6 minggu), ibu yang sering tersenyum untuk bayinya akan "menuai" hadiah manis: bayi akan membalas senyumannya. Bayi mampu melakukan ini setelah sekian lama memandangi wajah ibunya tersenyum. Lalu, ketika bayi mulai bisa menggerakkan otot-otot wajahnya, ia pun mampu menarik kedua ujung bibirnya ke atas, membentuk "senyum sosial"nya yang pertama.
Yang dapat ibu lakukan:
1. Tetaplah tersenyum tiap kali berinteraksi dengan bayi, agar tersenyum menjadi kebiasaan dan hal yang mudah untuk bayi.
2. Respon juga senyuman bayi dengan ekspresi gembira dan ungkapan verbal “Aduh, manisnya senyum anak Mama!” Ini akan membantu bayi menghubungkan tindakan tersenyum dengan kata "senyum", dan mengajarkan bayi bahwa senyumnya membuat orang lain senang, dan kesenangan orang lain (akibat senyumnya) akan membuahkan kesenangan baru untuk dirinya (mendapat pujian).
* Isyarat nonverbal. Sejak bulan pertama, bayi merasakan bahwa segala yang ibunya lakukan langsung menghasilkan kenyamanan untuk dirinya. Contohnya: Ibu menjulurkan tangan untuk menggendongnya, bayi lalu mendapatkan ketenangan dalam dekapan ibu. Ibu mendekatkan bayi ke payudara, bayi lalu bisa menyusu sampai kenyang. Ibu menyodorkan mainan, bayi lalu bisa bermain sampai puas. Ibu menutupi wajah dengan telapak tangan, bayi mendapat kejutan menyenangkan ketika tangan ibu terangkat dari wajah. Ibu bertepuk tangan dan bernyanyi, bayi bisa mendengar suara yang merdu, dsb. Bayi akan mengingat semua ini. Suatu waktu, ketika bayi membutuhkan kenyamanan yang pernah ia rasakan itu, ia akan menirukan gerakan ibu, sebagai "isyarat nonverbal" agar ibu memberikan kenyamanan yang ia maksud. Misalnya, bayi menjulurkan tangan (minta digendong), menyurukkan wajah ke dada ibu (minta disusui), menangkupkan tangan ke wajah ibu (minta diajak bermain cilukba), dsb.
Di bulan kedelapan, bayi semakin serius mengawasi ibunya, dan selalu terpesona melihat ibunya melakukan berbagai kegiatan, sekalipun kegiatan itu tidak berdampak langsung pada kenyamanannya. Misalnya, ia senang mengamati ibunya mengerjakan pekerjaan rumah tangga, menulis, menelpon, dll. Kelak, di bulan kesepuluh, bayi akan mencoba meniru berbagai kegiatan ibu (dan kegiatan orang lain) yang sering ia amati.
Yang dapat ibu lakukan:
1. Tanggapi isyarat nonverbal bayi segera. Berikan apa yang bayi inginkan, agar bayi makin bersemangat meniru gerak-gerik ibunya. Semangat bayi meniru ibunya adalah modal penting ibu untuk mendidik bayi selanjutnya.
2. Verbalkan isyarat nonverbal bayi. Jika bayi mengulurkan tangan minta digendong, ibu bisa mengucapkan: “Oh, Adik minta digendong?”, lalu gendonglah si bayi. Ini akan merangsang kemampuan bicara bayi.
3. Contohkan etika yang ingin dikenalkan kepada bayi. Misalnya, pemakaian tangan kanan untuk memberi dan menerima sesuatu.
4. Beri bayi kesempatan dan sarana untuk meniru aktivitas orang dewasa sehari-hari: kertas dan alat tulis untuk "menulis", buku untuk "dibaca", telepon mainan atau telepon sungguhan bekas, peralatan dapur bekas, sisir, cermin kecil, dll.
* Olah suara. Merujuk Dr. Noboru Kobayashi, MD, profesor emeritus Universitas Tokyo dan Direktur Child Research Net, ketika bayi mulai mengoceh dan ibunya menjawab dengan olah suara yang mirip ocehan bayi, maka bayi pun akan menirukan olah suara ibunya itu (yang tak lain tiruan suara si bayi sendiri). Ini terjadi silih berganti, seperti dua orang yang sedang "mengobrol". Di usia sekitar 4 bulan, bayi boleh dibilang sudah bisa menirukan olah suara ibunya dengan ketepatan sekitar 50%.
Bagi bayi, kesediaan ibu membalas ocehannya menandakan cinta ibu terhadap dirinya. Ini membuat bayi sangat menikmati mengoceh dan menirukan olah suara ibunya, dan menjadi awal yang baik untuk perkembangan bicara bayi selanjutnya.
Yang dapat ibu lakukan:
1. Tunjukkan ekspresi wajah yang jelas untuk tiap-tiap suara-suara yang dihasilkan. Tersenyum untuk suara gembira, ekspresi murung untuk suara sedih, dll.
2. Perjelas gerakan bibir dan lidah ketika menghasilkan berbagai suara. Ini bisa menjadi semacam awal latihan pengucapan buat bayi. Ucapkan dengan jelas kata-kata yang dipahami bayi: mama, papa, boneka, baju, dll.
3. Hindarkan semua ucapan negatif (omelan, makian, sumpah serapah), terutama di dekat bayi.
Ibu adalah guru anak, guru yang pertama lagi. Risiko jadi guru, ya harus bisa digugu dan ditiru. Setuju?
Sumber: Parentsguide.co.id
Top 5 Entri
-
Al Qur'an begitu sempurna, sampai-sampai masalah 'Bersetubuh di saat Haidh' pun terdapat di dalamnya, yaitu pada Surah Al Baqara...
-
1. Kebanyakan wanita tidak bisa menghasilkan ASI yang cukup TIDAK BENAR! Hampir semua wanita menghasilkan ASI lebih dari cukup, bahkan se...
-
Para ahli sosiologi berpendapat bahwa nama yang diberikan orang tua kepada anaknya akan mempengaruhi kepribadian, kemampuan anak dalam berin...
-
Perhatikan Bahan Makanan Untuk Bayi Anda! Seiring dengan tumbuh dan berkembangnya bayi Anda, maka keingintahuannya makin besar untuk menga...
-
#tanya dari bunda Litha Anak saya perempuan 5 tahun kebetulan sudah TK B yang ingin saya tanyakan anak saya ini perasaannya halus banget...
Selasa, Februari 09, 2010
Yang Ditiru Bayi Dari Mamanya
Sabtu, Januari 30, 2010
Pemikiran Keliru Para Ibu
Menjadi seorang ibu adalah anugerah terindah bagi setiap wanita di muka bumi ini. Ketika sang buah hati sudah lahir ke dunia, setiap tarikan nafas seorang ibu seolah tidak ingin lengser sedetik pun menatap si kecil.
Hal tersebut sangat wajar sekali. Mengingat ketulusan seorang ibu yang tiada batas, bahkan nyawa pun rela dikorban demi anaknya. Namun demikian, apakah seorang ibu merasakan lelah? Merasakan bingung, panik dan sedih? Iya, bunda, Anda memiliki perasaan seperti itu.
Mengabaikan diri sendiri
Jauh dilubuk hati terdalam seorang ibu, pastinya perasaan-perasaan diatas pernah mereka alami. Akan tetapi, dengan sekuat tenaga mereka akan menutupi perasaan-perasaan seperti, demi membuat orang-orang disekitarnya tidak khawatir terhadap kekalutan, kesedihan bahkan rasa lelah yang mendera.
Seberapa pun usaha Anda untuk terlihat tegar di depan keluarga, bahkan suami, dan diri sendiri, hal tersebut patut diacungkan jempol. Tapi yang perlu diingat adalah Anda juga perlu beristirahat dan meluangkan waktu sejenak dari rutinitas yang padat sebagai seorang ibu sekaligus ibu rumah tangga.
Me-rileks-kan diri sendiri sementara waktu disaat si kecil tengah tertidur pulas atau sedang digendong oleh suami atau pengasuh, adalah momen tepat bagi Anda mempergunakannya untuk tidur atau memanjakan diri, dengan pijat atau melakukan hal-hal kesenangan Anda, seperti nonton tv, membaca atau melakukan perawatan kecantikan di rumah.
Pastinya diawal-awal bulan pasca melahirkan, waktu Anda banyak tersita untuk mengurus si kecil, bahkan untuk ke kamar kecil saja Anda harus sampai menundanya karena si kecil terus-terusan menangis dan tidak mau digendong oleh ayahnya atau anggota keluarga lainnya, selain hanya dengan ibunya.
Maka dari itu, saat Anda memiliki 30-60 menit untuk rehat sejenak, manfaatkanlah sebaik-baiknya, karena salah satunya sangat erat hubungannya dengan kesehatannya. Agar ketika si kecil sudah bangun, Anda sudah memiliki cadangan tenaga untuk beberapa jam kedepan. Dan Anda pun juga akan terhindar dari stres dan rasa bosan.
Terlalu protektif
Sangat wajar jika seorang ibu ingin memberikan yang terbaik kepada buah hatinya. Namun, perhatian yang berlebihan sehingga tanpa sadar membuat si kecil tidak merasa nyaman, ternyata bisa menimbulkan dampak yang kurang baik terhadap anak.
Salah satu pikiran kurang tepat dari beberapa ibu yakni tidak memberikan kesempatan kepada anak keluar rumah, untuk sekedar menghirup udara pekarangan rumah atau bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Sebagian ibu menganggap dengan "mengurung" anak di dalam rumah, maka akan terhidar dari penyakit atau pengaruh buruk. Belum tentu bunda!
Sebaliknya, jika hanya membiarkan anak berada didalam kamar selama 24 jam dalam seminggu, tanpa mengijinkannya menghirup udara luar rumah, hal tersebut tidak menjamin anak akan terhindar dari penyakit. Kemungkinan alergi bisa sangat berpotensi, karena udara yang dihirup adalah udara yang tidak bersirkulasi dengan baik.
Anak juga butuh udara segar dari lingkungan sekitarnya yang dikelilingi oleh tumbuhan dan pohon-pohon yang rindang. Selain itu, melihat warna-warna alam yang bervariasi juga akan memberikan pengaruh yang baik kepada si kecil. Dengan begitu, selain anak bisa berinteraksi dengan lingkungannya, sekaligus mereka juga bisa belajar beradaptasi dengan sekelilingnya.
Tidak pernah menyaring informasi
Sebagai ibu baru, pengalaman Anda sebagai ibu pun pastinya masih sangat minim. Dan ketika mendapatkan saran dari ibu dan ibu mertua Anda, serta orang lain yang sudah memiliki pengalaman sebelumnya dengan mengurus anak dan keluarga, pastinya akan sangat menolong Anda.
Namun apakah semuanya benar? Mana yang harus dilakukan? Dan apakah ada efek buruk dikemudian hari? Kecemasan seperti itu, tidak jarang akan menghinggapi para ibu baru saat berbagai masukan sudah terasa terlalu banyak dan timbul keragu-raguan untuk mengikuti saran tersebut, lantaran banyaknya versi terhadap solusi.
Yah, saat itu memang tidak boleh dianggap remeh. Ketika Anda ragu, sebaiknya gunakanlah intuisi Anda sebagai seorang ibu. Disaat Anda bimbang memutuskan akan mengikuti saran yang mana, intuisi akan menuntun Anda menemukan jalan keluar yang tepat.
Dan untuk lebih meyakinkan intuisi Anda, Anda bisa mempertajamnya dengan cara membaca buku-buku referensi seputar anak, mencari informasi melalui internet, majalan atau yang paling jitu bertanya langsung kepada ahlinya, dalam hal ini dokter.
Sumber: Hanyawanita.com
Sabtu, November 29, 2008
Pengaruh Nama Pada Anak
Para ahli sosiologi berpendapat bahwa nama yang diberikan orang tua kepada anaknya akan mempengaruhi kepribadian, kemampuan anak dalam berinteraksi dengan orang lain, dan bagaimana cara orang menilai diri si pemilik nama.
Banyak alasan dan pertimbangan para orangtua dalam memilihkan nama anak. Ada yang menyukai anaknya memiliki nama yang unik dan tidak ‘pasaran’. Mungkin mereka tidak suka membayangkan ketika nama anaknya dipanggil di depan kelas, ternyata ada lima orang anak yang maju karena kebetulan namanya sama. Ada yang lebih suka anaknya memiliki nama yang singkat dan mudah diingat. Orangtua seperti ini akan beralasan, “Toh nanti anakku akan dipanggil dengan nama bapaknya di elakang namanya.” Walaupun pernah kejadian orang Indonesia yang diharuskan mengisi suatu formulir di negara Eropa agak kebingungan karena diharuskan mengisi kolom nama keluarga. Padahal sebagaimana juga kebanyakan orang Indonesia, nama yang ada di kartu indentitasnya hanya nama tunggal, tanpa nama keluarga atau bin/binti.
Beberapa orangtua lain memilihkan nama yang megah untuk buah hati mereka. Sementara bagi kalangan tertentu ada kepercayaan jika anak ‘keberatan nama’ nanti bisa sakit-sakitan. Sebagian orang ada yang menganggap nama sebagai sesuatu yang biasa, sekedar identitas yang membedakan seseorang dengan yang lain. Ada lagi yang memilihkan nama untuk anaknya berdasarkan rasa penghargaan terhadap seseorang yang dianggap telah berjasa atau dikagumi. “As a tribute to, ” demikian alasannya.
Sebagai orangtua, kita perlu tahu makna dari sebuah nama dan mempertimbangkan yang terbaik untuk anak kita. Bayangkan bahwa anak kita akan menyandang nama tersebut sejak tertulis di akte kelahiran, hingga di hari akhir nanti.
Bagi umat muslim, nama adalah doa yang berisi harapan masa depan si pemilik nama. Para calon orang tua yang peduli tidak hanya berusaha memilih nama yang indah bagi anaknya, tapi juga nama yang memiliki arti yang baik dan memberikan dampak atau sugesti kebaikan bagi anak. Dr. Abdullah Nashih Ulwan dalam buku Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam menyebutkan beberapa hal penting tentang pemberian nama kepada anak.
Menurut beliau kita para orangtua hendaknya:
Sedangkan nama-nama yang sebaiknya dihindari adalah:
Pengaruh Nama Pada Anak
Nama-nama yang khusus bagi Allah swt. seperti Al-Ahad, Ash-Shamad, Al-Khaliq, dan lain-lain.
Orangtua seharusnya berusaha memberikan sebutan nama yang baik, indah dan disenangi anak, karena nama seperti itu dapat membuat mereka memiliki kepribadian yang baik, memumbuhkan rasa cinta dan menghormati diri sendiri. Kemudian mereka kelak akan terbiasa dengan akhlak yang mulia saat berinteraksi dengan orang-orang disekelilingnya.
Anak juga perlu mengetahui dan paham tentang arti namanya. Pemahaman yang baik terhadap nama mereka akan menimbulkan perasaan memiliki, perasaan nyaman, bangga dan perasaan bahwa dirinya berharga.
Bagi lingkungan keluarga, adalah hal yang penting untuk menjaga agar nama anak-anak mereka disebut dan diucapkan dengan baik pula. Sebab ada kebiasaan dalam masyarakat kita yang suka mengubah nama anak dengan panggilan, julukan, atau nama kecil. Sayangnya nama panggilan ini terkadang malah mengacaukan nama aslinya. Nama panggilan ini kadang selain tidak bermakna kebaikan juga bisa mengandung pelecehan. Hal ini kadang terjadi karena nama anak terlalu sulit dilafalkan, baik oleh orang-orang disekitarnya bahkan bagi sang anak sendiri.
Nama yang terdiri dari tiga suku kata atau lebih akan membuat orang menyingkat nama tersebut menjadi satu atau dua suku kata. Misalnya Muthmainah akan disingkat menjadi Muti atau Ina. Sedangkan nama yang memiliki huruf ‘R’ biasanya akan lebih sulit dilafalkan anak yang cenderung cedal pada usia balita. Maka nama-nama seperti Rofiq (yang artinya kawan akrab) akan dilafalkan menjadi Opik, nama Raudah (taman) dilafalkan menjadi Auda.
Nama yang unik dan berbeda apalagi megah, mungkin memiliki keuntungan tersendiri. Namun nama yang demikian dapat menyebabkan beberapa masalah. Nama yang sulit diucapkan dapat membuat orang-orang sering salah mengucapkan atau menuliskannya. Ada suatu penelitian yang menunjukkan bahwa orang sering memberikan penilaian negatif pada seseorang yang memiliki nama yang aneh atau tidak biasa. Dr. Albert Mehrabian, PhD. melakukan penelitian tentang bagaimana sebuah nama mengubah persepsi orang lain tentang moral, keceriaan, kesuksesan, bahkan maskulinitas dan feminitas. Dalam pergaulan anak yang memiliki nama yang tidak biasa mungkin akan mengalami masa-masa diledek atau diganggu oleh teman-temannya karena namanya dianggap aneh. Pernah mendengar ada seseorang yang bernama Rahayu ternyata seorang laki-laki?
Jika ingin menamai anak dengan nama orang lain, ada baiknya memilih nama orang yang sudah meninggal dunia dan telah terbukti kebaikannya. Jika orang tersebut masih hidup, dikuatirkan suatu saat orang tersebut berubah atau mengalami kehidupan yang tercela. Sudah banyak contoh orang-orang yang pada sebagian hidupnya dianggap sebagai orang besar, ternyata di kemudian hari atau di akhir hayatnya digolongkan sebagai orang yang banyak dicela masyarakat. Kita harus menjaga jangan sampai anak kita menanggung malu karena suatu saat dirinya diasosiasikan dengan orang yang tidak baik.
Beruntunglah kita, karena di Indonesia nama-nama Islami sangat biasa dan banyak. Sehingga tidak ada alasan merasa malu atau aneh memiliki nama yang Islami. Hanya saja mungkin dari segi kepraktisan perlu dipertimbangkan nama anak yang cukup mudah diucapkan, tidak terlalu pasaran tapi tidak aneh, dan sebuah nama yang akan disandang anak kita dengan bangga sejak masa kanak-kanak hingga dewasa nanti. Wallahu alam.
Source: http://www.dakwatuna.com/2008/pengaruh-nama-pada-anak/">http://www.dakwatuna.com/2008/pengaruh-nama-pada-anak/
Senin, November 10, 2008
Tips Membangun Komunikasi dengan Janin
Selamat ya buat Anda calon ibu! Masa kehamilan yg begitu membahagiakan tentunya... Apalagi jika si janin sdh mulai melakukan berbagai macam jurus, hari2 yg dilalui jd berbeda dgn hari2 biasanya. Yuk, kita jalin komunikasi dengan si janin...
Merangsang Kecerdasan Janin
(dr. H. Hanny Ronosulistyo, Sp.OG, K. Obos, MM.)
Perkuat ikatan emosional kita dengan si kecil sedini mungkin. Caranya? Ajak mereka berkomunikasi melalui sentuhan. Rangsang pula kecerdasannya dengan alunan ayat-ayat Al-Qur’an atau musik yang lembut. Bisikkan pula kata-kata penuh cinta dan kasih sayang kepadanya.
Sebenarnya janin telah memiliki kepribadian sejak hadir dalam rahim. Ia dapat mencium, mendengar dan merasa sakit. Walau struktur telinganya baru sempurna pada usia 24 minggu, namun pendengarannya sudah berfungsi sejak usia 16 minggu. Boleh jadi, inilah yang mendasari diadakannya “selamatan” ketika usia kehamilan mencapai 16 minggu. Tentang hal ini, ada dua pendapat ulama. Pertama, karena ruh dan penentuan nasib manusia ditiupkan pada usia 16 minggu, maka dilakukan pengajian untuk mendo’akan kebaikan bagi janin. Kedua, pengajian dilakukan setelah usia 16 minggu. Harapannya, suara yang pertama kali diterima janin adalah pujian kepada Allah Swt. Jika pendapat terakhir yang dianut, maka pengajian jadi lebih utama dibandingkan dengan ritual membisikkan adzan di telinga kanan dan iqamat di telinga kiri bayi setelah persalinan.
Suara dari luar tubuh ibu memang bias menembus rahim. Bahkan suara ibu menjadi sangat dominan, karena dapat disalurkan secara langsung lewat tubuh ibu.
Busnel, Granier-Deferre meneliti bahwa lima menit suara yang didengar bisa mengubah pola denyut jantung dan gerak janin dalam kandungan sekitar satu jam. Sedangkan Chapman menyatakan bahwa suara musik klasik dari Brahm enam kali selama lima menit dalam sehari dapat meningkatkan berat badan bayi prematur. Secara medis hal ini sangat mempengaruhi kesadaran ibu hamil agar lebih berhati-hati dalam berpikir dan berkata-kata, khususnya ketika usia kehamilan sudah di atas 16 minggu.
Sebenarnya ibu bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk merangsang kecerdasan janin melalui sentuhan fisik atau memperdengarkan musik klasik dan ayat-ayat Al-Qur’an tadi. Bukankah janin mulai merekam dan bereaksi terhadap sentuhan-sentuhan tersebut?
Sabtu, Agustus 23, 2008
Jahe, Solusi Redakan Morning Sickness
Mual dan kadang muntah selama kehamilan, lazim disebut morning sickness, membuat aktivitas perempuan hamil terganggu. Banyak cara dilakukan untuk meredakan, setidaknya meminimalisasi gangguan ini, salah satunya dengan jahe.
Menurut sebuah ulasan yang dipublikasikan oleh Journal Obstetrics & Gynecology, jahe dapat membantu para wanita hamil mengatasi derita morning sickness tanpa menimbulkan efek samping yang membahayakan janin dalam kandungannya.
Dari enam penelitian yang menguji efek jahe dalam mengurangi rasa mual dan muntah pada wanita hamil, ditemukan bahwa jahe berfungsi lebih baik dibandingkan placebo atau obat inaktif seperti vitamin B6, yang selama ini menunjukkan fungsinya dalam mengurangi mual dan muntah pada beberapa wanita hamil.
Wanita hamil yang mengonsumsi jahe tidak mengalami gangguan dalam kehamilannya, demikian dilaporkan oleh para peneliti dalam jurnal tersebut. Jahe bisa menjadi terapi yang efektif untuk mengatasi rasa mual dan muntah dalam kehamilan.
Namun, mereka memperingatkan bahwa data ini masih bersifat awal dan masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengkonfirmasikan bahwa jahe benar-benar aman untuk wanita hamil.
Dalam sebuah penelitian lainnya yang melibatkan 246 wanita, jahe selalu mengungguli placebo dalam mengatasi mual dan muntah, bahkan pada wanita yang mengalami morning sickness berat yang disebut hyperemesis gravidarum.
Pada penelitian terbaru, para partisipan secara acak diberikan kapsul yang mengandung 350 mg jahe atau 25 mg vitamin B6 sebanyak tiga kali sehari selama tiga minggu. Pada penelitian tersebut ditemukan bahwa jahe sama efektifnya dengan vitamin B6 dalam mengatasi rasa mual dan muntah. Gejala morning sickness dapat diatasi pada lebih dari separuh jumlah wanita dalam setiap kelompok tersebut.
Beberapa penelitian melaporkan adanya efek samping seperti sakit kepala, diare, dan rasa mengantuk. Namun, tidak terdapat perbedaan mengenai hasil kehamilan antara wanita yang mengonsumsi placebo, vitamin B6 atau jahe.
Sumber : Journal Obstetrics & Gynecology
Sabtu, Juli 05, 2008
Mengapa Ada Larangan Bersetubuh Saat Haid?
Al Qur'an begitu sempurna, sampai-sampai masalah 'Bersetubuh di saat Haidh' pun terdapat di dalamnya, yaitu pada Surah Al Baqarah ayat 222
Yang artinya: "Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah, Haid itu adalah suatu kotoran. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintakan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri."
Maksud ayat ini adalah larangan untuk menyetubuhi wanita yang sedang haid. Al-mahidl artinya adalah tempat keluarnya darah haid yaitu faraj (kemaluan).
Dalam sebuah hadits Rasulullah n bersabda, "Lakukanlah segala sesuatu terhadapnya kecuali menyetubuhinya."( Riwayat Muslim, At-Tirmidzi, An-Nasa'i, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, Ad-Darimi).
Larangan lebih tegas dikatakan Rasulullah n dalam sabdanya, “Barangsiapa yang menjima’i istrinya yang sedang dalam keadaan haid atau menjima’i duburnya, maka sesungguhnya ia telah kufur kepada Muhammad.”
Sekarang, mari kita tengok dari sisi kesehatan & estetika, mengapa hubungan seksual saat menstruasi sangat tidak dianjurkan.
Nah, keputusan tergantung pada kamu, bersabar sebentar untuk mendapatkan seks yang sehat? Atau... (Hiiiyyy...)
Jadi, janganlah ragu sedikit pun terhadap isi Al Qur'an! Karena, semua hal yang terdapat di dalamnya, pasti ada kebaikan untuk kita ;)
Senin, Juni 23, 2008
Benarkah Ibu Hamil Perlu Susu Khusus?
Jawabnya ternyata tak harus, sepanjang si ibu dapat memenuhi kebutuhan makanan buat berdua, yakni buat dirinya dan calon bayi.
Nah, seberapa cukup makanan yang harus dikonsumsi bagi wanita yang tengah berbadan dua? Rekomendasi National Research Council menyebutkan, ibu hamil disarankan mengonsumsi jumlah kalori 2500 kalori, selisih 300 kalori saja dengan wanita yang tidak hamil (disyaratkan asupan kalori 2200 kal).
Susu khusus ibu hamil sebenarnya tak begitu dibutuhkan sepanjang pola makan ibu hamil terjaga, baik bagi kesehatan pribadi si ibu atau untuk pertumbuhan si janin. Nah, masalahnya adalah saat perempuan hamil muda, kualitas maupun kuantitas makanan kadang tak terpenuhi. Makanya banyak wanita hamil yang memilih mengonsumsi suplemen, termasuk susu khusus ibu hamil.
Pilihan itu tak sepenuhnya salah sih, hanya lantas jangan menjadi doktrin bahwa ibu yang tengah mengandung wajib hukumnya minum susu khusus untuk ibu hamil. Yang perlu ditekankan justru agar para ibu hamil mengonsumsi suplemen zat besi untuk mencegah anemia.
Lantas, kapan sih ibu hamil wajib minum susu? Tergantung. Ada beberapa kondisi kehamilan yang mewajibkan ibu harus meminumnya, misalnya mereka yang terus-menerus mual pada trimester pertama, tak jarang malah sering muntah. Jika si kondisi ibu hamil seperti itu, susu memang bisa menjadi alternatif sebagai makanan pengganti yang sama kandungan gizinya. Namun ternyata tak harus susu khusus ibu hamil lho, susu biasa yang diminum sebelum hamil tetap dapat dikonsumsi.
Pasalnya, tubuh ibu hamil sudah mempersiapkan diri sedemikian rupa sebelum dia hamil, sehingga meski muntah-muntah, nutrisi yang tersimpan dalam tubuh dapat dijadikan pengganti untuk ibu hamil yang tak bisa makan. Namun sebagai langkah aman, asupan zat gizi, opsinya ya susu itu, harus tetap dilakukan.
Bagaimana kalau ada anggapan minum susu khusus ibu hamil bikin bayi cerdas? Agak salah kaprah memang. Banyak ibu yang beranggapan dengan minum susu khusus, nanti anak lahir cerdas dengan sendirinya. Padahal tidak demikian, lho. Kecerdasan bayi ditentukan banyak hal. Bila hanya minum susu selama hamil, namun begitu si bayi lahir tak dirangsang, juga lingkungan tak kondusif mengakibatkan tumbuh-kembang bayi tak optimal. Boro-boro jadi cerdas…
Jadi, minum susu khusus orang hamil boleh kok. Tapi ya itu, jangan timbul anggapan berlebihan si bayi langsung cerdas dari sononya…
Beberapa Hal Yang Harus Anda Ketahui Ketika Anda Hamil
Anda dinyatakan positif hamil? Selamat ya, apalagi kalau si buah hati memang sudah lama dinantikan kehadirannya. Agar calon bayi nantinya lahir dengan selamat, sudah seharusnya Anda merawat kehamilan dengan sebaik-baiknya. Lantas, bagaimana caranya?
Kehamilan dibagi dalam tiga masa penting, disebut trimester (tiga bulan) pertama, kedua dan ketiga. Trimester pertama berlangsung 0-12 minggu, kedua antara 12-28 minggu dan ketiga 28-40 minggu. Lama kehamilan secara total sekitar 280 hari atau 40 minggu, atau biar gampang mengingatnya 9 bulan 10 hari.
Apa yang harus dilakukan pada kehamilan trimester pertama?
Anda perlu lakukan pemeriksaan dini USG (ultrasonografi) untuk melihat apakah kehamilan Anda aman untuk diteruskan. Mengapa? Karena bias saja terjadi kehamilan di luar kandungan yang sangat berbahaya. Calon ibu yang mempunyai risiko kehamilan tinggi, misalnya berusia diatas 35 tahun atau punya riwayat penyakit diabetes, juga dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan anatomi janin. Apa sih perlunya? Tak lain untuk melihat kemungkinan adanya kelainan anatomi pada janin atau kelainan genetik seperti Down Syndrome.
Bagaimana untuk trimester kedua?
Calon ibu harus melakukan pemeriksaan untuk melihat pertambahan berat badan, tekanan darah serta kadar gula darah. Juga perlu dilakukan pemeriksaan darah rutin, cairan lendir rahim dan urin (untuk mendeteksi adanya infeksi saluran kemih). Pada fase ini Anda cukup melakukan satu kali pemeriksaan USG untuk melihat apakah struktur janin telah terbentuk sempurna.
Ada apa dengan trimester ketiga?
Anda mesti lakukan pemeriksaan untuk melihat pertambahan berat badan janin, yakni dengan memeriksa diamater kepala, panjang tulang paha serta lingkar perut bayi. Angka-angka tersebut akan dikorelasikan untuk menentukan berat badan bayi saat itu. Apa lagi yang harus dicermati?Tentu pertambahan berat badan calon ibu. Selama kehamilan, sebaiknya mendapatkan pertambahan berat minimal 12,5 kg.
Jumlah ini mencakup berat badan bayi sekitar 3,4 kg, plasenta 650 gram, air ketuban 800 gram, pembesaran rahim hingga 1 kg atau lebih, pembesaran payudara 400 gram, darah 1,25 kg, volume cairan luar sel 1,7 kg serta jaringan lemak 3,5 kg.
Nah, sudahkah Anda merawat kehamilan dengan baik sejauh ini?
Source: http://hanyawanita.com/_mother_child/pregnancy/article.php?article_id=2300